
Ting!
Lift yang ditumpangi oleh Melisa bersama Raka dan Fernando kini berhenti lalu ketiga orang itu keluar dari lift.
Ketiganya berjalan ke apartemen milik Raka dengan Fernando yang berjalan cepat membuka pintu sehingga Melisa dengan bebas mendorong kursi roda Raka ke dalam apartemen.
Begitu memasuki apartemen, Melisa pun langsung mendorong kursi meroda Raka ke depan TV lalu dia menyalakan tv sambil berkata, "aku akan membereskan barang-barang kami di kamarmu terlebih dahulu supaya kau bisa menempatinya. Menonton lah sambil menunggu, mungkin perlu beberapa menit sebelum kamarnya siap untuk kau tempati."
Tatapan Fernando langsung berubah tajam menatap Raka ketika ia mendengar ucapan Ibunya, dan Raka pun menyadari tatapan putranya sehingga Raka berkata, "tidak perlu, aku bisa tidur di kamar yang lain saja. Sebentar lagi akan ada orang yang datang membawa kasur tambahan di sana."
Melisa terkejut sehingga dia menatap Raka sambil berkata, "benarkah? Tapi meski begitu, biar kami yang tidur di kamar sebelah, karena kamarnya juga lebih kecil jadi Kau pasti tidak nyaman kalau tidur di situ. Oh ya, kalau kau membutuhkan seorang suster untuk membantumu di--"
"Tidak! Aku tidak ingin ada seseorang yang menyusup ke keluarga kita," ucap Raka membuat jantung Melisa langsung berdegup amat kencang dengan irama yang tidak karuan.
Deg! Deg! Deg!
Perempuan itu terdiam selama beberapa saat sebelum dia berkata, "Jangan mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal di depan Fernando. Meski kau adalah Ayah Fernando, bukan berarti kita adalah 1 keluarga, bahkan kartu keluarga kita saja sudah berbeda."
Setelah berbicara, Melisa langsung pergi meninggalkan dua pria itu ke dapur agar dia menyiapkan makanan untuk mereka.
Sementara Fernando yang melihat kepergian ibunya, pria kecil itu terdiam dengan wajah datarnya sebelum dia berbalik menatap ayahnya dengan tatapan tajamnya yang dipenuhi amarah.
__ADS_1
Raka pun menyadari tatapan pria kecil itu seakan-akan memberinya peringatan bahwa dia adalah pria yang tidak becus menaklukkan hati seorang perempuan.
"Payah!" Ucap Fernando sambil berdiri lalu pria kecil itu meninggalkan neraka menuju dapur untuk membantu ibunya memasak.
Raka yang ditinggalkan putranya hanya bisa memijat keningnya yang terasa berdenyut tak karuan, 'aku memang payah,' gerutu Raka dalam hati.
Maka pria itu pun terdiam selama beberapa saat sebelum Dia memutuskan untuk melajukan kursi rodanya ke dapur dan melihat dua orang yang ada di sana begitu sibuk memasak makanan untuk mereka.
"Ada yang bisa kubantu?" Tanya Raka membuat Fernando dan ibunya langsung menatap ke arah Raka dengan Fernando yang melemparkan tatapan sinisnya sementara Melisa menggelengkan kepalanya dengan pelan.
"Tidak usah, istirahatlah di sana biar kami yang menyelesaikan pekerjaan di sini," ucap Melisa.
"Aku merasa bosan," ucap Raka.
"Bantu aku mengupas ini," ucap Melisa yang berharap buah apel itu bisa mengusir rasa bosan Raka supaya pria itu tidak mengganggu mereka lagi.
Raka pun mengambil pisau buah dan apel itu lalu dia mulai mengupasnya dengan begitu rapi sehingga kurang dari 3 menit buah apel itu telah selesai dikupas.
"Sudah selesai," ucap Raka langsung membuat Fernando dan Melisa menatap ke arah Raka dan melihat kupasan kulit buah yang dibuat oleh Raka benar-benar tidak putus dari awal sampai akhir.
Melisa agak terkejut dengan keterampilan Raka mengupas buah, sehingga perempuan itu pun kembali ke kulkas dan mendapatkan dua buah apel dari dalam kulkas dan memberikannya pada rangka untuk dikupas.
__ADS_1
Setelah itu, Melisa melanjutkan pekerjaannya hingga setelah masa, ketiganya duduk bersama di meja makan dan makanan tertata rapi di atas meja makan.
Melisa melayani dua pria yang ada di meja makan tersebut hingga Mereka pun makan bersama dalam keheningan.
Meski Fernando tidak berkata apapun, tetapi sesekali pria kecil itu menatap ayahnya dengan tatapan penuh arti hingga membuat Raka merasakan tekanan pada tatapan yang diberikan putranya.
'Hah,,, anak kecil saja tahu harus berbuat apa, tapi kenapa aku tidak tahu?' gerutu Raka dalam hati sambil mengambil sepotong daging lalu meletakkannya di piring Melisa.
"Makanlah lebih banyak," ucap Raka membuat Melisa menatap pria di depannya dengan pegangan pada alat makannya menjadi lebih erat dari sebelumnya.
"Ibu," tiba-tiba suara Fernando menarik perhatian Melisa hingga dia menatap Putra kecilnya.
"Ya, sayang," ucap Melisa.
"Aku sudh kenyang," ucap Fernando sebelum pergi meninggalkan meja makan.
Maka melisa memindahkan tagapannya ke arah Raka, ia merasa agak aneh karena sekarang hanya ada mereka berdua. Dia bingung harus berkata apa hingga akhirnya melisa hanya diam saja.
Setelah beberapa saat terdiam, akhirnya Melisa berkata, "Setelah ini kau mau minim alkohol?"
"Raka mengeryit, "aku tidak bisa minum alkohol."
__ADS_1
Melisa tersentak kaget, dia tak lupa kalau pria di depannya sednag sakit.
Tetapi melisa belum mengatakan apa pun saat Raka kembali berkata, "aku akan menemanimu."