Satu Malam Dengan Pria Asing

Satu Malam Dengan Pria Asing
75


__ADS_3

"Bagaimana keadaannya dok?" tanya Melisa pada dokter yang telah selesai memeriksa kondisi Raka.


"Syukurlah Karena dia sudah siuman, Kalian tidak perlu khawatir karena kondisinya yang sekarang yang masih kesulitan menggerakkan badannya, semua itu karena dia sudah berada dalam keadaan koma selama beberapa minggu, jadi perlu adaptasi baginya untuk kembali beraktivitas seperti semula, namun seluruh keadaannya dalam kondisi baik-baik saja. Kami akan melakukan pemeriksaan setiap 1 jam sekali untuk melihat perkembangan kondisinya. Tapi yang lebih penting daripada itu ialah keluarga yang terus menemaninya di sampingnya dan memberikan dia semangat untuk sembuh," ucap sang dokter langsung membuat Melisa menganggukkan kepalanya.


"Tentu dokter, kalau begitu terima kasih untuk bantuannya, saya sangat menghargai bantuan dari dokter," Ucap Melisa sebelum dia membungkuk pada dokter di hadapannya.


"Sama-sama, kalau begitu saya permisi dulu," ucap sang dokter sebelum dia pergi meninggalkan Melisa hingga Melisa dengan cepat membuka pintu kamar lalu dia kembali masuk ke kamar.


Melisa langsung melihat Fernando yang tampak berbicara pada Raka dengan begitu lancar hingga membuat mata Melisa kembali berkaca-kaca karena tidak menyangka selain Raka yang sembuh, putranya juga tampak lebih ceria dan lebih bersemangat setelah Raka siuman kembali.


Maka Melisa menghampiri kedua orang itu lalu duduk di samping kanan Raka sambil mendengarkan percakapan kedua pria tersebut.

__ADS_1


"Nenek bilang kalau Ayah sudah sadar Maka nanti kita bisa pergi jalan-jalan. piknik sekeluarga bisa membuat pikiran menjadi lebih tenang!" Ucap Fernando.


"Hm, ayah akan cepat sembuh," jawab Fernando sambil melirik ke arah Melisa karena pria itu terkejut ketika tangannya tiba-tiba dipegang oleh Melisa.


Fernando juga mengikuti pandangan ayahnya dan melihat ibunya sedang memandangi tangan ayahnya yang diinfus sehingga Fernando berkata, "Apa kata dokter tentang ayah?"


Pertanyaan putranya membuat Melisa mengangkat wajahnya menatap putranya lalu melirik juga ke arah Raka sebelum dia tersenyum, "Dokter bilang kondisi ayahmu baik, dan katanya perlu beradaptasi lagi untuk menggerakkan seluruh tubuhnya. Mereka juga akan melakukan pemeriksaan setiap 1 jam sekali, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Ayahmu akan segera sembuh," ucap Melisa.


"Ya, Kalian juga sudah berjuang begitu keras," ucap Raka yang kini merasa begitu terharu dan begitu bersemangat melihat dua orang yang ia sayangi tampak sangat memperhatikannya.


Meski dalam hati Raka Ada banyak hal yang ingin Ia tanyakan pada Melisa, terutama bagaimana sikap perempuan itu berubah sangat menyayanginya, namun Raka tidak bisa membicarakan masalah itu di depan Fernando sehingga dia menahan diri dan hanya berbincang-bincang ringan dengan kedua orang itu.

__ADS_1


Sampai beberapa waktu kemudian, Fernando merasa sangat mengantuk karena pagi ini dia bangun pagi-pagi sekali sehingga pria itu pun turun dari tempat tidur sambil berkata, "Aku mau tidur dulu."


Setelah berbicara, Fernando pergi ke ranjang yang dikhususkan untuk penunggu pasien, lalu dia pun tidur di sana dengan mata yang begitu lelah.


Sementara Melisa, ia mengikuti pria kecil itu lalu menyelimutinya dan mencium puncak kepala Fernando sebelum dia kembali menemui Raka, "Apa kau butuh sesuatu?" tanya Melisa yang merasa cemas kalau dari tadi pria itu membutuhkan sesuatu tapi tidak mengatakannya karena ada Putra mereka.


"Ya, Tapi aku tidak tahu apakah kau mau mengabulkannya atau tidak," ucap Raka langsung membuat Melisa menyipitkan matanya.


"Memangnya Apa yang kau inginkan?" tanya Melisa.


Raka terdiam beberapa saat menatap Melisa sebelum pria itu berkata, "kau,, Apakah kau sudah memaafkanku? aku butuh jawaban itu."

__ADS_1


__ADS_2