
"Ibu?" Ucap Fernando sambil menatap ibunya dengan tatapan bingungnya karena melihat ibunya keluar dari kamar sebelah dengan wajah bantal baru bangun tidur.
"Eh, sayang, Selamat pagi sayang," kata Melisa menghampiri putranya lalu menarik pria kecil itu ke dalam pelukannya.
Sambil dipeluk oleh ibunya, Fernando berkata, "Ibu tidak tidur bersamaku kemarin malam, apa Ibu tidur bersama ayah?"
Pertanyaan putranya langsung membuat wajah Melisa jadi tidak karuan, "Apa maksudmu? Kemarin Ibu ketiduran di sofa dan tadi ayahmu membutuhkan sesuatu jadi ayah masuk ke dalam kamarnya untuk membantunya," ucap Melisa berbohong bersamaan dengan Raka yang keluar dari kamar dengan menggunakan sebuah tongkat yang membantunya berjalan.
Fernando pun menatap ayahnya dari ujung kaki sampai ujung kepala dan terlihat pria itu juga baru bangun, yang lebih membuatnya bingung adalah ikat rambut ibunya ada di pergelangan tangan ayahnya.
"Kenapa ikat rambut ibu ada di tangan ayah?" Tanya Fernando langsung membuat Melisa melototkan matanya ke arah lengan Raka.
"Ah, kemarin malam sebelum tidur ibumu menyuruhku melepaskan ikat rambutnya," ucap Raka semakin membuat wajah Fernando tampak heran dengan apa yang terjadi pada pagi hari itu.
Sementara Melisa yang wajahnya sudah merah merona, perempuan itu dengan cepat menghampiri Raka sambil berkata, "Kenapa kau membawa ikat rambut ini ke kamarmu? Aku mencarinya di mana-mana di sofa!"
__ADS_1
"Hah?" Raka mengangkat segala alisnya menatap Melisa karena dia tidak mengerti dengan ucapan perempuan itu, tetapi Melisa dengan cepat mengabaikan Raka dan langsung menghampiri putranya.
"Sayang, Ayo kita pergi ke dapur," ucap Melisa dengan cepat menarik putranya ke dapur meninggalkan Raka yang kebingungan dengan apa yang terjadi di pagi hari itu.
Tetapi ketika ia melihat tangan Melisa yang memegang tangan Fernando masih terlingkar cincin di tangannya, maka pria itu jadi tersenyum bahagia, "dasar melisa!" Kata Raka sambil berjalan ke arah TV untuk duduk di sana menunggu sarapan.
Sementara Melisa yang ada di dapur, Ia membuka kulkas dengan jantungnya yang terus berdegup amat kencang lalu dia mengambil beberapa potong buah apel dari sana dan meletakkannya di atas meja.
"Wajah Ibu kenapa? Apakah ibu deman?" Tanya Fernando saat ia melihat wajah ibunya yang tampak kemerahan.
Lalu ketika dia melihat wajahnya pada pantulan cermin, perempuan itu langsung menghela nafas dengan panjang sebelum dia meletakkan cermin tersebut di tempatnya lalu dia kembali menghampiri putranya.
"Ibu hanya kepanasan saja, sekarang bantu ibu mengupas buah apel itu. Tapi hati-hati tanganmu terluka," kata Melisa pada putranya.
Fernando menganggukkan kepalanya, "baik Bu. Tapi kenapa ibu merasa panas? Ini musim dingin," Ucap Fernando kembali membuat Melisa terdiam di tempatnya.
__ADS_1
'Hah,,, sial,' Gerutu Melisa dalam hati sebelum dia berbalik menatap putranya, "tidak apa-apa, sekarang cepat kupas apel itu, ibu akan memanggang roti untuk kita," kata Melisa.
Fernando memiringkan kepalanya menatap ibunya dengan mata yang disipitkan sebelum dia mengambil apel di atas meja dan juga pengupas apel Lalu dia pergi menghampiri ayahnya yang duduk di sofa.
"Apa yang terjadi pada ibuku?" Tanya Fernando pada ayahnya.
"Apa maksudmu?" Tanya balik Raka yang tidak mengerti dengan pertanyaan putranya.
"Ibu bertingkah aneh di pagi hari ini, dan lebih aneh lagi kenapa ikat rambut ibu ada di pergelangan tangan ayah?" Tanya Fernando dengan nada suara yang tegas.
Mendengar pertanyaan putranya, maka Raka mengukir sebuah senyuman di wajahnya sambil berkata, "ah,,, itu rahasia suami istri. Anak kecil tidak boleh tahu."
Ucapan ayahnya langsung membuat mata Fernando melotot sempurna menatap pria di hadapannya. Tetapi ketika ia melihat sebuah cincin yang melingkar di tangan ayahnya, maka mata Fernando kembali menyipit memperhatikan cincin tersebut, 'Bukankah cincin itu sama dengan cincin yang ada di jari ibu?' ucap Fernando dalam hati sebelum dia berlari ke dapur menghampiri ibunya untuk memastikan cincin yang dikenakan oleh ibunya.
💥💥💥Bocoran bab berikutnya tersedia di YouTube dengan kata kunci novel Toraja.
__ADS_1