Satu Malam Dengan Pria Asing

Satu Malam Dengan Pria Asing
32


__ADS_3

Di dalam mobil, Melisa yang duduk dengan diam kini melihat mobil yang melaju bukan pergi ke kantor, melainkan ke arah lain sehingga Melisa pun menoleh ke arah Raka sambil berkata, "kita mau pergi ke mana?"


"Pulang," jawab Raka dengan singkat langsung membuat Melisa mengangkat sebelah alisnya karena dia tak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh pria yang bersama-sama dengannya.


Bagaimanapun, ini masih jam kantor, masih ada beberapa waktu lagi, dan dia pikir bahwa Raka adalah orang yang sangat menghargai waktu, jadi seharusnya waktu yang masih tersisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan pekerjaan.


Melisa berpikir selama beberapa saat untuk menela ucapan pria di sampingnya sebelum dia berkata, "kalau kita mau pulang, maka biarkan saya turun di sini saja."


Raka yang mendengarkan itu, ia menoleh ke arah Melisa sebelum dia kembali membuang wajahnya lalu pria itu hanya diam saja hingga membuat Melisa kebingungan harus berkata apalagi, karena dia cemas pria itu mungkin akan menjadi marah kalau dia terlalu banyak berbicara.


Oleh sebab itu, Melisa hanya diam saja sampai akhirnya dia melototkan matanya ketika dia menyadari bahwa jalan yang mereka lalui ialah jalan menuju rumahnya.


Maka Melisa langsung menoleh ke arah sampingnya untuk menatap Raka, namun pria itu telah memejamkan matanya seolah-olah tidak ingin dibicarai sehingga Melisa hanya bisa terdiam.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, mobil mereka memang berhenti di depan rumah Melisa hingga membuat jantung Melisa berdegup amat kencang.


'Aku harap Fernando tidak akan keluar,' ucap Melisa dalam hati yang merasa cemas bahwa putranya mungkin akan dilihat oleh Raka.


Melisa dengan cepat menatap ke arah Raka sambil berkata, "Terima kasih sudah mengantar saya, kalau begitu Saya pergi dulu."


ketika Melisa hendak membuka pintu mobil, tiba-tiba saja ia dihentikan oleh sebuah suara dari sampingnya yang berkata, "aku meluangkan banyak waktu untukmu hari ini dan kau tidak mengajakku untuk masuk ke dalam rumahmu?"


Ucapan Raka semakin membuat jantung Melisa berdegup amat kencang dengan perempuan itu langsung menoleh ke arah Raka sambil berkata, "maaf, tapi saya baru saja pindah rumah beberapa waktu yang lalu, jadi rumahnya masih sangat berantakan. Lagi pula rumah saya sangat kecil dan tidak cocok dengan bapak."


"Kalau begitu Saya pergi dulu, terima kasih telah mengantar saya sampai di rumah," ucap Melisa sebelum dia membuka pintu mobil lalu berlari ke dalam rumahnya dengan jantung yang terus berdegup amat kencang.


Ketika Melisa tiba di teras rumah ia melihat pintu rumah terbuka sehingga perempuan itu buru-buru menghampiri pintu dan berdiri di depan pintu mencegah Raka melihat orang yang membuka pintu yang memang adalah Fernando.

__ADS_1


"Ibu?" Ucap Fernando terkejut sehingga pria kecil itu mundur beberapa langkah.


Melisa langsung menutup pintu rumahnya sambil berkata, "kau sudah mandi?"


"Ya," jawab Fernando sambil meraih tangan ibunya lalu mereka berjalan menuju kamar ibunya.


"Apa kau sudah menyiapkan dirimu untuk tes besok?" Tanya Melisa pada putranya ketika mereka sudah tiba di kamarnya.


"Sudah, tapi Apakah ibu akan menemaniku di tes besok?" Tanya Fernando dengan mata berbinar-binar menatap ibunya.


Melihat tatapan putranya, makam Melisa tersenyum sambil berkata, "besok tesmu jam 07.00, Jadi Ibu masih bisa menemanimu selama beberapa menit sebelum pergi ke kantor. Tapi Ibu tidak bisa menemanimu sampai tesnya selesai karena Ibu tidak bisa minta izin di kantor."


Fernando yang mendengarkan ucapan ibunya langsung mengukir sebuah senyuman di wajahnya, "asalkan ibu mengantarku, itu sudah cukup," kata Fernando yang tidak mau memberatkan ibunya.

__ADS_1


"Terima kasih sayang," ucap Melisa sambil memeluk Fernando lalu mendaratkan ciuman di pipi putranya.


__ADS_2