
Pada keesokan harinya, Melisa akhirnya membawa putranya ke sebuah sekolah dasar yang tak jauh dari perumahan mereka, saat itu juga Melisa membawa mobil milik ibunya karena rencananya hari ini Melisa tidak akan menggunakan mobilnya ke kantor.
Begitu memasuki gedung sekolah, Fernando langsung memperhatikan sekolah tempat mereka berada, dan melihat anak SD yang baru saja masuk sekolah.
Anak-anak Tampak sedang berlarian saling kejar-kejaran satu sama lain hingga membuat Fernando langsung memalingkan wajahnya karena tak suka dengan keramaian dan tak suka dengan interaksi bersama orang-orang asing.
"Ini adalah sekolah yang paling dekat dengan rumah, dan sekolah ini juga adalah sekolah swasta yang terbaik, jadi Ibu rasa kau akan cocok sekolah di sini," ucap Melisa sambil memarkirkan mobilnya sebelum dia kemudian turun dari mobil bersamaan dengan Novia yang membantu cucunya turun dari mobil.
Begitu turun dari mobil, wajah Fernando langsung menjadi tidak senang dan ekspresi itu langsung tertangkap oleh Novia dan Melisa sehingga Melisa dengan cepat berkata, "kita masuk dulu menemui gurunya baru nanti putuskan Apakah kau mau sekolah di sini atau kita mencari sekolah yang lain."
Fernando menganggukkan kepalanya dengan pelan, lalu mereka kemudian memasuki sekolah dan bertemu dengan salah seorang guru yang bertugas sebagai penerima siswa baru.
__ADS_1
"Silahkan duduk," kata perempuan bernama Natalia.
Maka 3 orang yang datang menemui Natalia kini duduk di hadapan perempuan itu, lalu Novia kemudian menatap Natalia sambil berkata, "saya Novia dan ini putri saya Melisa dan cucu saya Fernando, kami berencana membawa Fernando untuk bersekolah di sini."
Natalia tersenyum sambil berkata, "saya Natalia, salah satu tenaga pengajar di sekolah ini. Senang bertemu dengan kalian semua, dan saya senang Kalian memilih sekolah kami. Sekolah kami adalah sekolah swasta yang mengutamakan kualitas anak didik kami. Tapi kalau boleh tahu, Fernando sudah berumur berapa?"
Melisa mengulurkan tangannya menggenggam tangan putranya sambil menatap Natalia, "dia baru berumur 4 tahun, Tetapi dia memiliki perkembangan yang tidak seperti anak usia 4 tahun Pada umumnya. Putraku juga sangat tidak suka bersosialisasi, dan dia adalah tipe yang sangat tertutup sehingga kami berharap di sekolah ini dia bisa mendapat tempat yang nyaman," ucap Melisa pada perempuan yang ada di hadapannya.
"Bahkan saat ini ada seorang anak yang baru berusia 6 tahun Namun kami sudah menempatkannya di kelas 5 SD karena dia memang memiliki kemampuan yang baik dalam pendidikan. Meski begitu, kami juga melihat kemampuan peserta didik kami dari minat dan bakatnya, misalnya ada siswa yang menyukai melukis, maka kami akan memberikan kelas khusus melukis untuknya terpisah dari kelas umum yang harus ia ikuti.
"Sehingga ketika kelas umumnya tertinggal, namun dalam kelas minat dan bakatnya Dia mungkin sudah sangat terampil sehingga nantinya Jika dia lulus dari sekolah ini, kami akan merekomendasikannya ke sekolah partner kami yang bisa menerimanya sesuai dengan bakatnya terlepas dari kemampuannya dalam seluruh pelajaran umum yang ia dapatkan," ucap Natalia memberikan sedikit gambaran bagaimana pendidikan di sekolah mereka.
__ADS_1
"Itu bagus sekali," ucap Melisa sambil meraih ke arah putarannya, lalu dia pun berkata, "Bagaimana menurutmu?"
Fernando menatap ibunya dengan tatapan yang ragu, Tetapi dia tetap menganggukkan kepalanya hingga membuat Melisa merasa sangat senang.
"Kalau begitu, bagaimana kalau kita melakukan tes terlebih dahulu baru setelah itu kita putuskan lagi kau benar-benar ingin bersekolah atau bagaimana," kata Melisa pada putranya kembali dijawab anggukan Fernando.
"Bagus!" Seru Melisa merasa sangat senang sehingga dia memeluk putranya sambil berbalik menatap Natalia, "kapan tesnya bisa dilakukan?" Tanya Melisa.
"Ini tergantung dari kesiapan kalian, tetapi terlebih dahulu harus mengisi formulir, dan karena saat ini sudah lewat satu minggu tahun ajaran baru, jadiin Saya rasa kita harus memutuskannya dengan cepat agar dia bisa mengejar ketertinggalan pelajarannya," ucap Natalia.
"Baiklah, kalau begitu hari ini kami akan mengisi formulirnya terlebih dahulu," ucap Melisa langsung membuat Natalia menganggukkan kepalanya lalu perempuan itu pun berdiri mendapatkan formulirnya.
__ADS_1
Setelah mengambil formulirnya, maka Natalia menyerahkan formulir tersebut pada Melisa lalu membiarkan Melisa mengisi formulir tersebut dengan Natalia yang kemudian berbincang-bincang ringan dengan Novia.