
Hardi yang membawa istrinya ke kamar kini membaringkan istrinya dengan Novia yang memejamkan matanya sambil memijat keningnya sendiri.
"Kau mau air putih?" Tanya Hardi.
Novia menggelengkan kepalanya, "pergi temui pria itu dan tanyakan dengan jelas apa yang terjadi, aku tidak bisa tenang sampai aku mengetahui apa yang terjadi!" Ucap Novia sambil menghela nafas dengan berat.
"Baiklah, tapi kalau kau membutuhkan sesuatu, berteriaklah dengan keras," ucap Hardi dijawab anggukan Novia sehingga Hardi dengan cepat keluar dari kamar lalu pergi ke ruang tamu.
Saat berjalan ke ruang tamu, Hardi bisa mendengar nyonya rosmania yang masih sementara memarahi Raka.
"Cepat katakan apa yang terjadi atau sekarang juga nenek tidak akan bisa lagi bernafas!!" Bentak Nyonya rosmania bersamaan dengan Hardy yang kini sudah tiba di depan neraka dan nyonya rosmania.
"Cepat katakan!!" Ucap Hardi sambil menatap tajam ke arah Raka hingga membuat Raka menghela nafas.
"Tentu saja aku akan mengatakannya, silakan duduk dan dengarkan cerita saya," ucap raka akhirnya membuat Hardi duduk dengan perasaan kesalnya.
Setelah Hardi duduk, maka Raka berkata, "saya akan mengatakannya dengan singkat saja, ketika Melisa pergi bersama suaminya untuk berbulan madu, saat itu saya juga berada di hotel yang sama tempat dia dan suaminya menginap.
__ADS_1
"Karena hari itu saya minum begitu banyak, dan ternyata minuman yang saya minum dicampurkan dengan obat, maka Asisten saya terpaksa memesankan Saya seorang perempuan. Tapi saya tidak tahu kalau saat itu yang datang adalah Melisa yang ternyata dia dijual oleh suaminya sehingga saya menghabiskan malam bersama dengan Melisa, itulah sebabnya kami memiliki seorang Fernando!" Ucap Raka langsung mengejutkan dua orang yang sedang bersama-sama dengan Raka.
Bahkan selain dua orang itu, Melisa yang saat itu turun dari lantai 2 untuk mendapatkan air putih bagi putranya kini juga langsung terjatuh di tangga dengan air mata mengalir membanjiri pipinya mendengar Raka telah menceritakan semuanya pada ayahnya.
Meski begitu, Melisa berusaha bersikap tenang dan dia dengan cepat berjalan ke arah dapur mengabaikan 3 orang yang ada di ruang tamu.
"Apa?! Jadi,,, pria sialan!!" Gerutu Hardi dengan suara yang ditahan agar tidak terlalu keras supaya tidak mengganggu istrinya yang sedang beristirahat di kamar.
Nyonya rosmania juga sangat terkejut sehingga dia menatap Raka dengan tatapan yang begitu serius, "apa katamu?! Jadi kau,,," Nyonya rosmania hendaknya marahi putranya, namun ketika dia kembali mengingat Bagaimana tampannya dan lucunya cicit yang ia dapatkan dari kesalahan yang terjadi di 5 tahun yang lalu, maka perempuan itu langsung terdiam di tempatnya sambil memegang erat-erat kipas di tangannya.
"Anda dengan mudahnya berkata seperti itu?! Apa anda tahu apa yang telah dilalui oleh putriku setelah kejadian 5 tahun yang lalu? Betapa menderitanya dia harus bolak-balik pergi ke dokter karena trauma yang begitu besar!! Dia susah payah membesarkan putranya sendirian dan menahan omongan orang-orang yang menghina dirinya! Jadi saya tidak akan membiarkan putri saya menikah dengan pria seperti dia yang telah membuat putriku mengalami penderitaan selama 5 tahun terakhir!!" Tegas Hardi.
Nyonya rosmania yang mendengarkan ucapan Hardy juga merasa bahwa apa yang dikatakan oleh pria itu memang benar, tetapi dia tidak bisa melepaskan Melisa dan Fernando, karena Fernando adalah Cicit pertamanya sementara Raka adalah cucu tunggalnya.
Oleh sebab itu, Nyonya rosmania berkata, "kita bicarakan masalah ini lain kali, karena Sepertinya kalian masih perlu memikirkan masalah ini!"
Setelah berbicara, Nyonya rosmania langsung berdiri lalu pergi meninggalkan rumah dengan pikiran yang sedang penat.
__ADS_1
Begitu tiba di halaman tempat mobilnya di parkir, Nyonya rosmania menatap ke arah Raka, "kau satu mobil dengan ku dan biarkan Fadilah yang membawa mobilmu!" Perintah Nyonya rosmania sebelum dia berjalan ke arah mobilnya dan duduk di kursi penumpang depan.
Melihat neneknya yang sangat marah, maka Raka pun mengikuti perintah perempuan itu dan segera memasuki mobil.
Dalam perjalanan meninggalkan kediaman Melisa, Nyonya rosmania menatap ke arah cucunya yang sedang menyetir mobil.
"Apa yang akan kau lakukan sekarang?!" Tanya Nyonya rosmania sambil memegang erat-erat kipas di tangannya.
"Tentu saja memperjuangkan Melisa dan putraku, tapi aku akan melakukannya dengan caraku sendiri, jadi nenek tidak perlu ikut campur apapun!" Tegas Raka.
Nyonya rosmania merasa setuju dengan pikiran neraka untuk memperjuangkan Melisa bersama Fernando, tetapi perempuan itu masih tidak setuju dengan hal lain yang diucapkan oleh Raka sehingga Nyonya rosmania berkata, "Memangnya apa yang bisa kau lakukan?! Kau menyelesaikan segala sesuatu dengan kekuasaanmu! Memangnya kau pikir h seperti itu bisa digunakan untuk meluluhkan hati seorang perempuan dan seorang anak kecil?!"
Nyonya rosmania jelas tahu bagaimana cara cucunya menyelesaikan segala masalah yang menghampirinya, sehingga dia cemas pria itu bukannya akan mendapatkan hati Melisa Tetapi malah akan membuat Melisa semakin menjauh.
Raka pun terdiam memikirkan ucapan neneknya, dan Dia teringat bagaimana dia memaksa Melisa untuk menandatangani surat perjanjian yang ia berikan pada Melisa.
Dia merasa bahwa hal itu memang salah dan malah semakin membuat Melisq menjauh darinya sehingga Raka berkata, "aku tahu apa yang ku lakukan, jadi nenek tidak usah ikut campur dan biarkan aku yang menyelesaikan masalah ini!"
__ADS_1