Satu Malam Dengan Pria Asing

Satu Malam Dengan Pria Asing
30


__ADS_3

"Apakah kau tidak mengerti bahasa manusia sehingga tidak tahu ketika aku menyuruh untuk diam!!" Bentak Raka pada Melisa hingga membuat Melisa jatuh pingsan.


💯💯💯


Raka yang sedari tadi cuek pada Melisa kini sangat terkejut ketika dia mendengar suara orang jatuh di sampingnya hingga pria itu segera menatap ke arah tempat Melisa berdiri.


Namun bukannya mendapati Melisa berdiri, peri pria itu malah mendapati Melisa sudah tergeletak di lantai hingga dia dengan cepat merah itu bu Melisa dan berkata, "hei! Kau baik-baik saja?"


Pertanyaan itu tentunya tak dijawab oleh Melisa karena dia sedang pingsan, hingga membuat Raka yang sangat panik, ia cepat-cepat menggendong perempuan itu sambil menunggu lift mereka berhenti.


Setelah lift berhenti, maka Raka langsung keluar dari lift dan menggendong Melisa berlari ke arah parkiran hingga mereka tiba di mobil.


Setelah meletakkan Melisa di dalam mobil, Raka memerintahkan sopir melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit terdekat.

__ADS_1


Hanya dalam waktu 7 menit saja, mereka dah langsung tiba di UGD rumah sakit sehingga Raka cepat-cepat membawa Melisa memasuki ruangan UGD dan membaringkan perempuan itu di salah satu ranjang di dalam UGD.


"Apa yang terjadi padanya?" Tanya sang dokter yang datang menghampiri mereka ketika melihat Raka buru-buru membawa seseorang yang tidak sadarkan diri ke dalam UGD.


"Kami berada dalam lift bersama-sama, lalu dia jatuh pingsan," ucap Raka dengan suara yang begitu cemas serta mata yang tampak sedih melihat keadaan Melisa.


Dokter yang ada di sana tidak mengatakan apapun Tetapi dia cepat-cepat melakukan pemeriksaan pada Melisa sampai akhirnya dia menatap Raka.


"Dia baik-baik saja, hanya pingsan saja karena kelelahan, tunggu dia sadar baru kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut," dokter yang merasa bahwa perempuan di depannya mungkin bukan hanya kelelahan namun ada juga tingkat stres yang tinggi.


'Apa yang sebenarnya kulakukan?' pikir Raka dalam hati sambil memijat keningnya yang terasa berdenyut sampai seorang perawat datang menghampirinya.


"Maaf, tadi anda mejatukan ini," kata Sang perawat menyerahkan sebuah dompet pada Raka hingga Raka pun melihat dompet tersebut yang mana desain dompet tersebut ialah desain dompet perempuan.

__ADS_1


Maka Raka segera melihat tas yang masih terlilit di tubuh Melisa sehingga Raka dengan cepat membantu perempuan itu melepaskan tasnya lalu dia pun hendak memasukkan dompet itu ke dalam tas ketika tiba-tiba saja dia menghentikan gerakan tangannya.


'Ayo kita lihat keberanian Apa yang kau miliki sehingga kau datang menghampiriku,' ucap Raka dalam hati sambil membuka dompet tersebut.


Tetapi pikirannya langsung menjadi kosong ketika dia melihat sebuah foto yang terletak dalam dompet itu, foto Fernando dengan Melisa.


'Anak ini?' Fernando langsung teringat akan kejadian 5 tahun yang lalu sehingga dia dengan cepat mengambil foto tersebut dan memperhatikannya dengan jelas.


'Apakah ini anakku?' ucap Raka yang jantungnya sudah berdegup amat kencang karena dia bisa melihat kemiripannya dengan pria kecil yang ada di dalam foto itu.


Meski begitu, Raka tetap berusaha menenangkan dirinya bahwa mungkin saja fotonya sudah diedit untuk mengelabuinya sehingga Raka dengan cepat mengambil ponselnya dan memotret foto tersebut.


Setelah itu, Raka melihat Melisa yang masih tertidur pulas sehingga dia pun membongkar isi dompet itu dan menemukan beberapa surat-surat penting di dalamnya, juga termasuk identitas Putra Melisa hingga dia dengan cepat menghafalkan segala informasi yang ia dapatkan.

__ADS_1


Karena saat itu Melisa belum bangun juga, maka Raka menyimpan dompet itu ke dalam tas Melisa lalu dia keluar menelpon seseorang untuk mencari tahu lebih detail tentang Fernando.


__ADS_2