Satu Malam Dengan Pria Asing

Satu Malam Dengan Pria Asing
78


__ADS_3

Setelah Raka kembali ke kamarnya, pria itu mengerutkan keningnya ketika ia melihat Fernando tidak berada di dalam kamar dan hanya Melisa yang menyambutnya.


"Di mana Fernando?" tanya Raka pada Melisa yang saat itu Melisa sedang membawa makanan dari dapur.


Melisa pun melihat ke arah Raka yang saat itu dibantu oleh dua orang pria naik ke atas tempat tidur lalu Melisa meletakkan makanan di atas meja sambil berkata, "dia ada di dapur."


Setelah berbicara, Melisa kembali ke dapur lalu melihat putranya duduk di kursi dengan wajah yang sangat tegang hingga membuat Melisa merasa aneh karena biasanya pria kecil itu sangat bersemangat saat menyambut ayahnya yang kembali dari tempat terapi.


"Ada Apa denganmu? Apa kau tidak mendengar kalau ayahmu sudah kembali?" tanya Melisa pada putranya.


"Lalu? Tidak ada hubungannya denganku!" jawab Fernando sambil turun dari kursi lalu pria kecil itu pergi mengambil segelas jus dan kembali ke kursinya untuk menikmati jus miliknya.


Jawaban putranya membuat Melisa terkejut karena tak menyangka putranya akan bereaksi seperti itu.

__ADS_1


"Ayah mu mau makan, pergi bantu dia makan," ucap Melisa yang selama ini memang Fernando yang membantu Raka untuk makan, karena Melisa tak mau terus menyentuh Raka setelah terakhir kali pria itu menolak untuk ia sentuh.


"Tidak mau!! panggil saja perawat untuk membantunya makan!" tegas Fernando sambil melemparkan wajahnya dari ibunya sebagai pertanda bahwa dia tidak ingin lagi berbicara dengan ibunya.


Ekspresi putranya semakin membuat Melisa kebingungan tetapi perempuan itu tak mengatakan apapun dan dia hanya kembali ke kamar menghampiri Raka.


"Apakah terjadi sesuatu antara kau dan Fernando?" tanya Melisa.


Melisa langsung mengerutkan keningnya mendengar ucapan pria di hadapannya, "kau menyuruhku membantumu makan?" tanya Melisa yang tidak menyangka kalau saat ini dia akan diminta tolong oleh Raka yang beberapa waktu terakhir terus menjaga jarak dengannya.


"Ya, tolong," ucap Raka yang jelas mengerti apa yang membuat Fernando marah, jadi Tentu saja dia tidak bisa membuat pria kecil itu semakin marah padanya dengan meminta tolong pada perawat untuk membantunya makan.


"Baiklah," jawab Melisa akhirnya mengambil makanan di atas meja lalu dia membantu Raka untuk makan.

__ADS_1


Sambil menyuapi Raka, Melisa merasakan jantungnya terus berdegup amat kencang dan perempuan itu menggigit bibir bawahnya karena merasa kesal pada dirinya sendiri yang terlalu buruk mengendalikan perasaannya.


"Itu, Bisakah kau menguruskan surat pindah rumah sakitku? Atau kalau bisa aku langsung keluar dari rumah sakit hari ini juga." ucap Raka yang berpikir bahwa dia tidak mungkin terus berada di rumah sakit itu dan melakukan terapi di rumah sakit tersebut ketika tenaga medis yang bisa membantunya hanyalah para dokter perempuan saja.


Dia tidak mau putranya semakin menjauhinya karena masalah tersebut dan saat ini juga dia berpikir bahwa apa yang ia lakukan dengan menjauhi Melisa mungkin merupakan sesuatu yang salah.


"Kau mau keluar dari rumah sakit? tapi kenapa tiba-tiba sekali?" tanya Melisa dengan bingung.


"Aku akan mengganti rumah sakit untuk kontrol ku, jadi tolong bantu aku," ucap Raka.


"Ah, baik," jawab Melisa sambil mengganggukan kepalanya lalu perempuan itu lanjut menyuapi Raka sambil menggerutu pada dirinya sendiri yang terlalu bodoh.


'Aku ini tidak punya otak? Kenapa aku tidak bisa mengontrol diriku sendiri di depan pria ini?!! Padahal sudah jelas-jelas kalau pria ini hanya pria yang memainkan perasaanku saja. Dia bilang dia menyukaiku, tapi kemudian dia melakukan hal sebaliknya untuk menunjukkan perasaannya!!' gerutu Melissa dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2