
Baba 25.
Di jam istirahat pulang kantor, Melisa menghabiskan waktunya di kantin perusahaan menikmati makanan sambil membaca berkas yang ia dapatkan dari marsita.
Setelah 30 menit, Melisa selesai makan siang, lalu perempuan itu segera meninggalkan kantin dan berakhir di toilet di lantai 7 dengan ponsel yang ia keluarkan dari sakunya.
Melisa pun memperhatikan toilet yang sedang kosong lalu menekan tombol panggil pada sebuah kontak yang ia beri nama Daren.
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
"Halo," jawab seseorang dari seberang telepon yang mana dari suaranya Melisa bisa mengetahui bahwa itu adalah seorang perempuan.
Maka Melisa pun berkata, "apakah ini nomor ponsel Daren?"
__ADS_1
"Ah, ya, memang benar, Tapi ada apa kau menelpon calon suamiku?" Tanya Sang Perempuan dari seberang telepon dengan nada suara yang tampak tidak senang hingga membuat Melisa mengerutkan keningnya.
Saat ini Melisa berpikir bahwa perempuan yang sedang berbicara dengannya adalah korban yang akan diperlakukan sama seperti dirinya.
Oleh sebab itu, Melisa dengan cepat berkata, "Aku adalah mantan istrinya, aku rasa aku harus berbicara denganmu. Bagaimana kalau kau menyimpan nomor ponselku dan menghubungiku nanti? Ini sesuatu yang sangat penting!"
"Apa?! Kau mantan istrinya? Bagaimana bisa dia punya mantan istri?" Tanya sang perempuan dari seberang telepon dengan nada suara yang terkejut sekaligus tak percaya dengan apa yang ia dengar dari Melisa.
"Tolong ambil nomor ponselku dan hubungi aku nanti, lalu, jangan beritahu Daren bahwa aku menghubungimu, ini sangat penting, hidupmu bisa dalam bahaya Kalau dia sampai mengetahuinya. Bisakah kau melakukannya?" Tanya Melisa pada perempuan di seberang telepon yang mana dia merasa cemas kalau perempuan itu bertindak gegabah hingga membuat perempuan itu terluka oleh Darren.
"Ah, baik,, aku akan menghubungimu nanti, jam berapa aku menghubungimu?" Tanya sama perempuan pada Melisa.
"Ah, Baiklah, kalau begitu aku akan menghubungimu nanti," ucap perempuan bernama Chintya sebelum dia mematikan panggilan telepon tersebut lalu dia meletakkan ponsel Daren di atas meja dan melirik ke arah kamar mandi di mana Darin sedang mandi.
'Mantan istri?' ucap Cynthia dalam hati yang benar-benar tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengarkan.
__ADS_1
Perempuan itu pun duduk di meja rias dengan tangan terkepal kuat menatap ke arah kamar mandi menunggu pria itu keluar dari sana.
Tetapi karena suara shower masih terus berbunyi, maka Chintya pun tidak bisa menahan diri untuk terus menunggu sehingga Chintya kembali mengambil ponsel yang ada di atas meja dan melihat bahwa ponsel itu dikunci dengan pola.
Maka Chintya menggunakan mata jelinya memperhatikan layar ponsel di mana ada bekas-bekas geseran jari tangan pada layar tersebut sebelum Cynthia kemudian mencoba menggerakkan jarinya di atas pola-pola ponsel itu.
Setelah dua kali membuat pola, akhirnya ponsel tersebut terbuka lalu Cynthia pun dengan cepat memeriksa data-data pada ponsel tersebut.
"Ini??" Cynthia menutup mulutnya dengan satu tangannya ketika dia melihat rangkaian pesan yang berada di WhatsApp Daren, ada banyak perempuan yang diajak oleh pria itu untuk menikah dan bahkan sudah ada janji-janji pernikahan untuk beberapa bulan ke depan.
'Padahal kami akan menikah bulan ini, tapi bagaimana bisa ada hal seperti ini?' ucap Cynthia dalam hati yang tak percaya bahwa dia akan menemukan hal seperti itu pada ponsel seorang pria yang sangat baik padanya.
Saking tersenyutnya Chintya, tangan perempuan itu diameter memegang ponselnya hingga ponselnya pun terjatuh ke lantai bersamaan dengan darah yang keluar dari kamar mandi dan melihat ponselnya sudah berada di lantai.
Maka Daren dengan cepat menghampiri Chintya sambil mengulurkan tangannya memegang kedua tangan Chintya, "kau baik-baik saja?" Tanya Daren dengan nada suara dan raut wajah cemasnya menatap Cynthia.
__ADS_1
Tetapi saat itu, tubuh Cynthia malah gemetar menatap pria di depannya yang terlihat sangat baik, bahkan di antara ponsel pria itu dan dirinya, pria itu malah mengkhawatirkannya, padahal ponsel yang ada di lantai telah retak karena dijatuhkan olehnya.
Tetapi karena Cynthia telah mengetahui gelagat pria itu, maka Chintya pun dengan cepat menghempaskan tangan Daren sebelum dia berdiri dan menjauhi Daren beberapa langkah, "kau,, kau keluar dari rumahku sekarang juga!!!" Teriak Chintya.