Satu Malam Dengan Pria Asing

Satu Malam Dengan Pria Asing
44


__ADS_3

Di dalam mobil yang dikendarai oleh Selena, Melisa kemudian berkata, "aku sekali lagi minta maaf, Jadi sebenarnya tadi sekretaris Tuan Ang menelponku dan dia bilang bahwa jadwalnya harus dipercepat hari ini juga, tapi ternyata Tuan ang malah tidak datang hingga membuat bosku menjadi kesal."


Selena mengangguk, "Ah,, aku minta maaf masalah itu, memang sebenarnya Tuan Ang meminta jadwal nya dimajukan jadi sore ini, tapi ternyata tiba-tiba beberapa menit sebelum berangkat ada sebuah telepon yang mengabarkan kalau ibu Tuan Ang tiba-tiba saja masuk rumah sakit, jadi aku ditugaskan untuk mewakilinya dalam rapat hari ini.


"Tapi ngomong-ngomong, tadi aku melihat ketika kau duduk di sebelahku wajah Bosmu menjadi sangat tidak senang, Apa jangan-jangan kalian berdua memiliki hubungan yang dekat?" Tanya Selena langsung membuat Melisa mengerutkan keningnya menatap perempuan di sampingnya.


"Kenapa kau berkata seperti itu? Dia itu pria yang paling bejat dan paling buruk yang pernah ku kenal seumur hidupku!!" Tugas Melisa sambil menggertakan giginya dengan penuh amarah.


Selena memperhatikan ekspresi Melisa, dan dia merasa aneh Mengapa Melisa memiliki kebencian yang begitu besar terhadap bosnya.


"Kau ini aneh, dia adalah bos yang memberi mu pekerjaan, tapi kau terlihat sangat membencinya. Lagi pula, bosmu itu sangat tampan dan aku dengar dia belum menikah serta tidak pernah berhubungan dengan perempuan, jangan-jangan dia masih seorang perjaka?" Ucap Selena langsung membuat wajah Melisa menjadi sangat buruk.


"Jangan pernah mengatakan hal seperti itu!!! Aku tahu jelas dia adalah pria yang suka bermain wanita, dan dari mana kau berpikir kalau dia adalah seorang perjaka?!! Hais,,, Aku sangat benci mendengar seseorang berkata hal-hal baik tentang pria itu!" Gerutu Melisa sambil menggertakkan giginya hingga membuat Selena merasa semakin aneh dengan perempuan yang bersama-sama dengannya.

__ADS_1


Selena kebingungan mendengarkan ucapan Melissa, Tetapi dia tidak mengatakan apapun dan hanya berpikir bahwa sudah ada sesuatu yang buruk yang terjadi antara dua orang itu dan tentunya hal tersebut bukanlah urusannya


Oleh sebab itu, Selena mengalihkan pembicaraan dengan cara berkata, "Lalu bagaimana kabar orang tuamu? Mereka berdua baik-baik saja kan?"


"Ya, mereka baik-baik saja, beberapa kali Ibu juga menanyakan tentang mu, Tapi karena kita sudah lost contact jadi aku tidak bisa menghubungimu lagi. Kapan-kapan kalau kau punya waktu, datanglah ke rumah, Ibu pasti sangat senang melihat teman sekolahku datang ke rumah," ucap Melisa.


"Tentu saja, kapan-kapan aku jalan-jalan ke rumahmu. Tapi ngomong-ngomong apa Kau sudah menikah atau kau sudah punya kekasih?" Tanya Selena yang merasa penasaran dengan perempuan yang ada di hadapannya.


"Kalau begitu, jika aku bertanya padamu tentang pria yang kau sukai kau tidak punya seseorang dalam pikiran mu?" Tanya Selena langsung membuat Melisa mengerutkan keningnya.


Dia kebingungan pada dirinya sendiri karena saat ini dia malah teringat pada Raka yang telah menyelamatkannya ketika mereka melakukan rapat bersama dua orang pria mesum yang telah menyentuh kakinya.


'Apa yang ku pikirkan? Apakah aku perempuan bodoh yang akan menerima pria yang telah menghancurkan hidupku 5 tahun yang lalu?' pikir Melisa dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Selena yang melihat perempuan di sampingnya menggelengkan kepalanya, ia langsung tersenyum, "Sepertinya kau punya seseorang yang sedang kau pikirkan, tapi kau berusaha menyangkal kenyataan tersebut." Ucap Selena langsung membuat Melisa melototi perempuan di sampingnya.


"Jangan bicara omong kosong seperti itu karena aku tidak pernah menyukai siapapun dan tidak akan pernah menyukai siapapun!!!" Tegas Melisa yang saat ini hanya mau menghabiskan waktunya berduaan saja dengan putranya tanpa ada tambahan seseorang dalam hidupnya.


"Benarkah?!" Ucap Selena memperhatikan wajah Melisa.


"Aku bukan tipe orang yang suka bohong!!" Tegas Melisa.


"Hm,, tapi kenapa aku merasa bahwa saat ini kau sedang memikirkan seorang pria?" Ucap Selena menggoda Melisa hingga membuat Melisa menghela nafas dan menatap Selena dengan tatapan kesalnya.


"Kubilang tidak!" Tegas Melisa langsung membuat Selena tertawa kecil.


"Hehe,, baiklah," ucap Selena.

__ADS_1


__ADS_2