Satu Malam Dengan Pria Asing

Satu Malam Dengan Pria Asing
39


__ADS_3

Setelah pulang bekerja, Melisa membawa kartu milik Raka ke pusat perbelanjaan lalu dia pun memborong banyak pakaian dan perhiasan di sana menggunakan kartu Raka.


'Tidak masalah kalau aku menggunakan kartu ini membeli banyak barang, lagi pula dia berhutang banyak padaku. Selain itu, dia memberikan kartu ini secara langsung padaku, jadi tidak masalah kalau aku menghabiskannya begitu banyak!' ucap Melisa dalam hati sambil membawa barang-barang belanjaan yang sudah sangat menumpuk di tangannya sampai ia menghentikan langkahnya di toko perlengkapan anak.


Maka Melisa tersenyum memasuki toko tersebut lalu memberikan barang belanjaannya pada sang penjaga toko untuk dititipkan.


Setelah itu, Melisa kemudian melihat-lihat di sana dan mendapatkan beberapa pakaian anak serta barang-barang yang bisa digunakan oleh Fernando untuk keperluan belajar.


"Tolong semua ini dibungkus kan, tapi Bisakah kalian mengantarnya?" Tanya Melisa ketika dia berbelanja sangat banyak untuk anaknya, dan tidak mungkin dia sendirian membawa semua barang-barang itu ke rumahnya.


"Tentu saja, silakan isi alamatnya Di sini," ucap penjaga toko langsung membuat Melisa menyerahkan kartu di tangannya pada sang penjaga toko tanpa memperhatikan dengan jelas kartu yang ia berikan.


Setelah itu, Melisa dengan cepat mengisi alamatnya pada kertas yang disediakan lalu perempuan itu melihat sang Pelayan toko yang sedang memproses pembayarannya.

__ADS_1


Mata Melisa langsung melotot sempurna ketika ia melihat kartu yang ia berikan pada Pelayan toko ternyata ialah kartu milik Raka, tetapi Sudah terlambat untuk menghentikan Pelayan toko karena proses pembayarannya baru saja berhasil.


'Gawat!' ucap Melisa dalam hati yang kini merasa cemas bahwa pria itu akan mengetahui jika dia memiliki seorang anak.


Meski kecil kemungkinan Raka akan menyelidikinya, tetapi bisa jadi pria itu akan menanyakannya hingga membuat Melisa terdiam di tempatnya dalam perasaan takutnya.


Maka setelah urusannya selesai di toko anak-anak, Melisa meninggalkan pusat perbelanjaan dalam rasa cemasnya. Bahkan ketika perempuan itu ada di taksi, dia menggigit bibir bawahnya dengan sangat keras dan berharap Raka tidak akan menyadari pemberitahuan belanjaannya.


'Ayo berpikir positif saja, pria itu terlalu sibuk untuk mengecek pemberitahuan penggunaan kartu kreditnya,' ucap Melissa dalam hati berusaha menenangkan dirinya sendiri.


Makan Melisa cepat-cepat pergi ke kamar dan membersihkan diri sebelum dia pergi ke kamar putranya lalu melihat Fernando Sudah terlelap sambil memeluk sebuah buku.


'Dasar,' ucap Melissa dalam hati sambil tersenyum melihat kelakuan putranya lalu dia pun menghampiri putranya dan pelan-pelan mengambil buku dari pelukan putranya lalu meletakkannya di atas meja.

__ADS_1


Melisa memandangi wajah putranya dengan tatapan penuh kasih, 'Putra kesayanganku, Ibu janji tidak akan membiarkanmu disentuh oleh pria itu!' ucap Melisa dalam hati sebelum dia mendaratkan ciuman di pipi putranya lalu ikut naik ke atas ranjang dan berbaring memeluk putranya.


Awalnya Melisa hanya ingin tidur sebentar saja, tetapi kemudian perempuan itu benar-benar diculik oleh rasa kantuknya sehingga ia jadi tidur di kamar putranya sampai pagi.


Hingga ketika Fernando terbangun, pria kecil itu sangat senang karena ternyata Ia tidur bersama dengan ibunya hingga dia pun hanya terdiam di tempat tidur memandangi wajah ibunya tanpa ada niat untuk membangunkan perempuan itu.


Clek!


Tiba-tiba pintu dibuka oleh Novia hingga membuat Fernando dengan cepat memberi kode pada neneknya agar tetap diam.


Novia pun tidak mengatakan apapun, tetapi ia masuk ke dalam kamar sambil mengambil sebuah jam yang diletakkan di atas meja lalu memperlihatkannya pada cucunya.


"Kau akan terlambat kalau tidak bangun sekarang!" Ucap Novia dengan suara yang sangat pelan langsung membuat wajah Fernando menjadi tidak senang sambil berbalik menatap ibunya.

__ADS_1


'Aku masih mau lama-lama sama ibu,' ucap Fernando dalam hati.


__ADS_2