Satu Malam Dengan Pria Asing

Satu Malam Dengan Pria Asing
40


__ADS_3

Melisa bangun di pagi hari, lalu perempuan itu cepat-cepat bersiap dan tanpa sarapan Melisa menaiki mobilnya bersama dengan putranya.


"Nanti siang nenek yang akan menjemputmu!!" Ucap Novia melambaikan tangannya pada cucunya dibalas oleh lambaian tangan Fernando.


"Kami pergi dulu nek!" Seru Fernando pada neneknya sebelum mobil melaju meninggalkan kediaman mereka.


Sambil menjalankan mobilnya, Melisa berkata, "bagaimana sekolahmu? Apa kau dapat teman baru di sana?"


Pertanyaan itu langsung membuat Fernando menatap Ibunya, dan tentu saja dia tidak mendapat teman baru Namun dia mendapat seorang kenalan baru yang membuat Fernando merasa ragu untuk menceritakannya pada ibunya.


Meski begitu, Fernando tetap berkata, "Aku tidak suka berteman dengan orang yang tidak dewasa. Tapi Bu, Ibu bilang ayahku bernama Dison, Bisakah Ibu bisa menceritakannya sedikit padaku?"


Pertanyaan itu langsung membuat Melisa mengerutkan keningnya sambil melirik ke arah putranya yang tampak menatapnya dengan raut wajah yang sangat ingin tahu.


Maka Melisa kembali melihat jalanan sambil menghela nafas, "ibu akan memberitahukanmu saat kau sudah dewasa nanti. Tapi kalau ada orang asing yang mendekatimu, jangan pernah mau berdekatan dengannya, cukup abaikan saja dan langsung minta tolong pada guru supaya menghubungi Ibu. Apa kau mengerti?!" Tegas Melisa sembari menatap putranya.


Melihat ibunya yang tak ingin berkata apapun tentang ayahnya, maka Fernando menganggukan kepalanya dengan pelan, "baik Bu," ucap Fernando sambil melemparkan tatapannya ke arah luar jendela dengan pikiran yang kembali mengingat Raka.


'Apa Ibu membohongiku? Tapi,,,' Fernando mengerutkan keningnya lalu dia berbalik lagi menatap ibunya, "ibu, kalau ada seorang pria kecil dan seorang pria dewasa yang sangat mirip, Apakah mereka adalah ayah dan anak?" Tanya Fernando Yang penasaran Bagaimana ibunya akan menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


Melissa pun terkejut dengan pertanyaan tiba-tiba dari putranya sehingga dia berkata, "Apa kau bertemu dengan seseorang yang mirip denganmu?"


Fernando dengan cepat menggelengkan kepalanya, "tidak! Aku hanya membacanya di buku pelajaran," jawab Fernando.


"Ah,, mungkin saja seperti itu. Tapi di dunia ini ada 7 orang yang mirip satu sama lain, Jadi kalau kau bertemu dengan seseorang yang mirip denganmu, Itu bisa saja terjadi meskipun kau tidak memiliki hubungan apapun dengan mereka. Kita sudah mau sampai, biar bincang-bincangnya nanti setelah Ibu pulang bekerja, Ibu usahakan hari ini bisa pulang cepat," ucap Melisa sambil membelokkan mobilnya ke dalam gerbang sekolah putranya.


Fernando pun tidak mengatakan apa-apa lagi, sehingga keduanya berpisah setelah saling cium satu sama lain.


"Daa, sayang!!" Serum Melisa melambaikan tangannya ke arah putranya yang kini memasuki sekolah.


Setelah putranya menghilang dari pandangannya, maka Melisa memasuki mobilnya dan pergi meninggalkan sekolah putranya.


Begitu tiba di kantor, Melisa langsung menjadi pusat perhatian karena pakaian-pakaian mewah yang membungkus tubuhnya, Sebab Dia memang tidak tanggung-tanggung membeli pakaian, semuanya berasal dari brand-brand paling terkenal.


Melisa yang mendengarkan ucapan Dika, ia langsung tersenyum sambil berkata, "aku pikir menjadi seorang asisten CEO harus memiliki penampilan yang sangat baik."


Dika menganggukkan kepalanya, "kau benar, penampilan adalah hal pertama yang dinilai seseorang saat baru pertama kali bertemu. Tapi ngomong-ngomong, Apakah hari ini kau ada waktu? Bagaimana kalau nanti setelah pulang kerja kita makan malam bersama?" Tanya Dika.


"Makan malam?" Melisa berpikir sesaat, dan ketika dia hendak menjawab, tiba-tiba saja seorang pria datang ke tengah-tengah mereka hingga membuat keduanya langsung bergeser ke pinggir.

__ADS_1


Dika pun sangat terkejut ketika ia melihat Siapa yang datang sehingga pria itu dengan cepat membungkuk ke arah Raka sambil berkata, "Selamat pagi Pak."


Rasa mengabaikan Dika dan dia hanya menoleh ke arah Melisa yang juga membungkuk ke arahnya, "pagi ini aku ingin jus," ucap Raka.


"Baik Pak," jawab Melisa.


Maka semua orang yang ada di sana langsung berdiri dengan rasa canggung mereka dengan Dika yang merasa bingung, 'Kenapa tiba-tiba saja dia menggunakan lift karyawan dan bukannya menggunakan lift khusus VIP?' pikir Raka dalam hati.


"Ah, nanti setelah jam kerja kau mati aku untuk makan malam!" Ucap Raka pada Melisa langsung membuat Dika melototkan matanya menatap ceo-nya.


Raka baru saja mengajak Melisa untuk makan malam bersama?!!


Sementara Melisa, perempuan itu dengan penuh rasa bersalah berkata, "Maaf Pak, tetapi Malam ini saya sudah ada janji."


Ucapan Melisa langsung membuat Dika tersenyum karena dia pikir bahwa janji yang dimaksud oleh Dita ialah janji dengan dirinya karena tadi dia sempat menawari perempuan itu untuk makan malam bersama.


Raka juga memikirkan hal yang sama sehingga dia menatap Melisa dengan tatapan tidak senangnya.


Melihat tatapan Raka yang begitu buruk padanya, maka Melisa dengan cepat berkata, "itu, saya ada makan malam keluarga. Tapi kalau makan malamnya berhubungan dengan pekerjaan, saya akan mengusahakannya."

__ADS_1


"Kau makan malam lah dengan keluargamu!" Ucap Raka sebelum dia melangkahkan kakinya memasuki lift yang kini sudah terbuka di hadapan mereka.


Melisa dan Dika yang ditinggalkan langsung bertatapan selama beberapa detik sebelum keduanya ikut masuk ke dalam lift dengan perasaan cenat-cenut.


__ADS_2