
Raka terus menunggu di depan kelas sampai akhirnya pembelajaran selesai lalu guru yang ada di dalam kelas segera keluar meninggalkan Fernando.
Saat itu, semua siswa-siswa lain juga keluar dari kelas mereka dan Raka berjalan menuju pintu lalu melihat Fernando menggunakan sebuah kursi menutup semua jendela yabg tinggi.
Satu persatu jendela ditutup oleh pria kecil itu sampai akhirnya dia tiba di depan Raka dan menghentikan langkahnya dengan tatapan Fernando terkunci pada Raka.
Raka pun mengulurkan tangannya menutup pintu kelas dengan tatapannya juga tertuju pada Fernando.
"Apa kau tahu siapa aku?" Tanya Raka pada pria kecil yang ada di hadapannya.
Sementara Fernando yang mendengarkan ucapan Raka, dia masih terdiam di tempatnya karena tak menyangka saat ini dia melihat seorang pria yang benar-benar mirip dengan wajahnya.
Saat ini dia berharap ada sebuah cermin di dalam kelas itu untuk melihat wajahnya sendiri dan memastikan kalau wajahnya dengan wajah pria di depannya benar-benar sama.
"Kau mau makan siang?" Ucap Raka berjalan ke arah meja kecil yang terletak di tengah ruangan itu lalu melihat kotak bekal Fernando yang diletakkan di atas meja.
__ADS_1
Fernando pun mengikuti Raka lalu dia duduk di kursinya dengan tatapan masih terkunci pada pria di depannya.
Melihat pria kecil di depannya selalu menatapnya tanpa berkata apapun, maka saat ini Raka merasakan sakit yang luar biasa dalam hatinya karena dia berpikir pria kecil itu tak dapat berbicara.
Raka kemudian mengambil satu kursi kosong dalam kelas itu lalu menggunakannya duduk di hadapan Fernando.
"Makanlah," ucap Raka sambil menurunkan tatapannya menatap ke kotak bekal Fernando.
Tetapi Fernando tidak bergerak sedikitpun, ia masih duduk menatap pria di depannya dan melihat inci perinci bagian tubuh pria itu.
"Apakah ini membuatmu kenyang?" Tanya Raka sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Kau siapa?" Tanya Fernando yang merasa bahwa pria di depannya sudah terlalu banyak berkomentar tetapi belum mengatakan identitasnya.
Sementara Raka yang mendengarkan ucapan Fernando, pria itu juga tersentak kaget sebelum dia mengukir sebuah senyum bahagia di wajahnya karena ternyata pria kecil itu dapat berbicara.
__ADS_1
"Menurutmu aku siapa?" Tanya balik Raka.
Tetapi bukannya dijawab oleh Fernando, pria kecil itu malah mengulurkan tangannya menggunakan hand sanitizer sebelum dia mengambil bekalnya lalu memakannya dengan lahap dengan tatapan yang tertuju pada pria di hadapannya.
Fernando masih mengamati wajah Raka ketika Raka berkata, "kau tidak ingin tahu siapa aku?"
Dengan wajah yang begitu datar, Fernando mengangkat sebelah alisnya sebelum dia mengalihkan tatapannya keluar jendela sebagai pertanda bahwa dia tidak suka berbicara dengan pria yang ada di hadapannya.
Melihat sikap cuek Fernando, maka Raka kembali berkata, "coba tebak siapa aku, sampai kau mendapatkan jawabannya barulah Aku akan memberitahumu tentang identitasku."
Setelah berbicara, Raka kemudian berdiri Lalu dia pergi meninggalkan ruang kelas Fernando dengan Fernando yang langsung melihat ke arah pria itu.
Wajah Fernando langsung memperlihatkan ekspresi kecewanya, namun dia juga tidak mengatakan apapun sampai pria itu menutup pintu dan pergi meninggalkannya.
Fernando menatap ke arah pintu selama beberapa saat, ia berharap pria itu akan kembali lagi menemuinya, namun setelah beberapa menit Fernando merasakan matanya menjadi sangat panas namun dia tidak membiarkan air matanya menetes ke pipinya.
__ADS_1
Pria kecil itu mati-matian menahan air matanya dengan tangan yang memegang erat sandwich miliknya sampai makanannya menjadi hancur.