Satu Malam Dengan Pria Asing

Satu Malam Dengan Pria Asing
46


__ADS_3

Buk!


Melisa melemparkan buku tebal ke dalam sebuah tempat sampah yang terletak di lobby perusahaan.


'Aku membeli buku itu untuk Putraku, tapi tidak mungkin aku memberikannya setelah buku itu disentuh oleh pria bejat!' ucap Melisa dalam hati sebelum dia pergi meninggalkan tong sampah tersebut Lalu mengendarai mobilnya kembali ke rumah.


Begitu tiba di rumah, Melisa melihat putranya baru selesai mandi, pria kecil itu sedang duduk di depan TV bersama dengan kakek dan neneknya.


"Ibu!!" Seru Fernando ketika ia melihat ibunya memasuki rumah hingga Melisa pun menghampiri putranya dan duduk di samping putranya sambil mengulurkan tangan mengelus kepala Fernando.


"Bagaimana sekolahmu hari ini?" Tanya Melisa.


"Hari ini ada pelajaran olahraga, dan aku tidak suka berolahraga bersama anak kecilmereka semua hanya tahu bermain, berlari, berlompat dan membuat kebisingan!!" Gerutu Fernando sambil menghela nafas hingga membuat 3 orang dewasa yang ada di sana kini tertawa kecil dengan tingkah Fernando.


"Tapi kau tetap berolahraga kan?" Tanya Melisa.

__ADS_1


Fernando mengangguk, "tentu saja, ibu selalu bilang olahraga adalah sesuatu yang sehat, Jadi aku berolahraga dengan serius meski anak-anak yang ada di sana hanya bermain-main saja," ucap Fernando dengan suara yang begitu maskulin.


"Putraku memang hebat, tapi apakah tidak ada anak-anak yang mendekatimu dan mengajakmu berbicara?" Tanya Melisa yang sangat ingin putranya bersosialisasi, tetapi tentunya dia tidak bisa memaksa Fernando.


Bahkan untuk bersekolah saja dia harus membujuk Fernando dengan susah payah dan itupun Fernando baru setuju untuk bersekolah ketika diberitahu bahwa tidak akan ada anak lain di dalam kelas selain dia.


Namun Melisa tetap berharap putranya akan mendapat seorang teman di sekolahnya.


"Ada banyak, tapi aku tidak mau bergaul dengan anak-anak," kata Fernando dengan raut wajah yang begitu sombong hingga mengundang tawa Novia.


"Benar, Fernando kita sangat dewasa," kata Melisa sembari mendaratkan sebuah ciuman di pipi putranya sebelum perempuan itu pergi meninggalkan putranya untuk pergi berganti pakaian di kamarnya.


Setelah mandi dan berganti pakaian, Melisa hendak turun ke lantai bawah untuk makan malam bersama keluarga ketika ponselnya tiba-tiba saja berdering.


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....

__ADS_1


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


Maka Melisa yang sudah memegang handle pintu kini kembali lagi ke dalam kamar mengambil ponselnya dan dia mengerutkan keningnya saat ia melihat nama penelpon.


"Ada apa lagi kau menelponku?!" Bentak Melisa pada pria yang ada di seberang telepon yang mana pria itu adalah mantan suaminya.


Pria di seberang telepon berkata, "Ah,, tidak seharusnya kau terlalu kasar padaku, Aku mau nelponmu hanya sebentar saja hanya untuk mengingatkanmu agar menyiapkan uang yang kuminta. Waktumu tinggal beberapa hari saja, jadi jangan sampai kau menyesal kalau--"


"Diam!! Jangan pikir aku akan memberikanmu uang, tidak akan!!" Teriak Melisa sebelum dia mematikan panggilan telepon itu selalu memblokir nomornya.


Setelah itu, Melisa meletakkan ponselnya di meja dan saat ini dia merasakan tubuhnya agak gemetar setelah berteleponan dengan pria yang mengancamnya.


'Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan?' ucap Melissa dalam hati yang kini sangat cemas akan terjadi sesuatu pada putranya kalau saja dia tidak menuruti apa yang dikatakan oleh Darren.


Selain itu, dia juga sangat cemas bahwa ayah dan ibunya akan sangat terkejut mengetahui fakta bahwa dia dinikahi oleh Daren dan dijual oleh pria itu pada seorang pria asing.

__ADS_1


Tetapi saat ini, Melisa sama sekali tidak memiliki sebuah jalan keluar dalam pikirannya sehingga membuatnya merasa sangat frustasi.


__ADS_2