
Setelah berpisah dengan Selena, Melisa berlari cepat menuju lift lalu pergi ke ruangannya.
Baru saja perempuan itu membuka pintu kamar, dilihatnya Raka sudah duduk di kursi miliknya sambil memegang sebuah buku yang merupakan buku yang baru saja dibeli oleh Melisa dan hendak diberikan pada putranya.
Maka Melisa berdiri diam di tempatnya sambil menelan air liurnya sebelum dia berjalan pelan-pelan menghampiri pria itu dan berdiri di depan Raka dengan rasa takut kalau pria itu akan memarahinya.
"Hah,,, bagus sekali, aku memiliki seorang asisten yang bahkan lebih bodoh dari sekretarisku!!" ucap Raka dengan tatapan tajam diarahkan ke Melisa hingga membuat Melisa meramas kuat tas yang ada di tangannya.
Reaksi Melisa tak luput dari perhatian Raka hingga pria itu lanjut berkata, "Bagaimana kau akan menebus kesalahanmu hari ini?!"
Pertanyaan itu langsung membuat Melisa mengangkat wajahnya menatap Raka, ia berpikir selama beberapa saat sebelum memberanikan diri untuk berbicara, katanya, "Saya akan melakukan apapun asalkan bapak bisa memaafkan saya."
Raka tersenyum licik, "kau akan melakukan apapun yang kuperintahkan?!" Tanya Raka dengan mata disipitkan menatap Melisa.
"Ya, segala sesuatu yang bisa saya lakukan, Pokoknya saya akan melakukannya," ucap Melisa langsung membuat Raka berdiri lalu pria itu berjalan mendekati Melisa hingga membuat Melisa merasa begitu tegang.
__ADS_1
Raka bahkan mendekatkan wajahnya ke wajah Melisa hingga membuat Melisa menggigit bibir bawahnya sambil memejamkan matanya karena terlalu takut.
Dia tidak berpikir pria itu akan mencium atau menyentuhnya karena nafsu, tetapi yang membuatnya khawatir adalah pria itu mungkin akan melakukan kekerasan fisik padanya.
"Ikuti aku!" Ucap Raka dengan nafas berhembus menyentuh wajah Melisa hingga membuat Melisa seakan kehilangan pikirannya.
Sementara Raka yang selesai berbicara, pria itu langsung pergi ke ruangannya meninggalkan Melisa yang saat ini membutuhkan waktu beberapa detik untuk tersadar sebelum Melisa meletakkan tas di tangannya dan pergi mengikuti Raka.
Begitu tiba di ruang kerja Raka, Melisa melihat Raka telah mengambil sebuah dokumen dari lacinya lalu meletakkannya di atas meja.
"Tanda tangani surat itu!" Perintah Raka langsung membuat Melisa menatap berkas yang ada di hadapannya.
"Kau bilang akan melakukan apapun selama kau bisa melakukannya, dan aku hanya perlu satu tanda tanganmu di kertas itu!! Apakah kau tidak bisa bertanda tangan?!" Tegas Raka.
Melisa kembali meramas gaunnya sebelum dia berkata, "Maaf, tapi Bukankah saya harus melihat dulu Apa isi dari dokumen itu untuk memastikan Apakah saya bisa memenuhi segala--"
__ADS_1
"Aku tidak menyuruhmu memenuhi apa yang tertulis di sana, Aku hanya menyuruhmu menandatanganinya!" Bentak Raka dengan suara yang tinggi langsung membuat Melisa tersentak.
Melisa kemudian berkata, "Tap--"
"Jadi kau tidak bisa melakukannya?! Sepertinya aku harus memecatmu dari sini dan memastikanmu tidak memiliki tempat lain untuk bekerja. Juga, Bagaimana menurutmu kalau aku menyentuh sedikit bisnis keluargamu?" Ucap Raka langsung membuat Melisa melototkan matanya menatap pria di depannya dengan matanya yang kini berkaca-kaca.
Saat ini Melisa teringat akan bisnis ayahnya hingga membuat Melisa tidak bisa membantah pria di depannya.
Apalagi ketika Raka sudah mengambil pena lalu meletakkannya di tangan Melisa, "cepat tanda tangani!" Tega Raka langsung membuat Melisa akhirnya menorehkan tanda tangannya di berkas yang ada di hadapannya.
Setelah menandatangani berkas itu, Melisa memegang pena dengan tangan yang gemetar.
Sementara Raka yang melihat tanda tangan Melisa yang sudah ditorehkan pada berkas yang ia siapkan, pria itu tersenyum puas, "ini kontrak yang membuatmu akan bekerja di perusahaan ini seumur hidupmu!! Kalau kau sampai melanggar kontraknya, maka aku akan memastikan kau masuk penjara selama puluhan tahun!!" Astaga Raka sambil menyimpan kontrak tersebut Lalu memberi tanda pada Melisa agar pergi meninggalkannya.
Maka Melisa langsung keluar dari ruangan Raka dengan kepergian perempuan itu dipandangi oleh Raka.
__ADS_1
'kau tidak akan bisa menang melawanku,' ucap Raka sambil tersenyum membaca berkas yang ada di tangannya.
*Pemindahan hak asuh anak.*