Satu Malam Dengan Pria Asing

Satu Malam Dengan Pria Asing
27


__ADS_3

Jam istirahat makan siang di kantor Melisa kini selesai, lalu perempuan itu segera membereskan barang-barangnya dan pergi menemui CEO sebelum mereka meninggalkan kantor menuju ke sebuah tempat rapat berlangsung.


Di dalam mobil, Melisa merasa agak gugup, karena Melisa sudah tahu bahwa proyek kali ini ialah proyek yang besar dan Melisa harus melakukan yang terbaik di depan Raka supaya ke depan-depannya Ia memiliki lebih banyak kesempatan untuk dekat dengan pria itu.


Tetapi Raka yang ada di dalam mobil, pria itu duduk dengan tenang sambil melihat Melisa dari sudut matanya, 'balas dendam? Kenapa dia mau balas dendam padaku dan bukannya pada mantan suaminya yang telah menjualnya?' ucap Raka dalam hati yang tidak mengerti dengan pikiran perempuan yang duduk di sampingnya.


Raka terus memikirkan masalah itu sampai mereka akhirnya tiba di sebuah hotel tempat mereka akan melakukan rapat.


Keduanya kemudian turun dari mobil lalu memasuki lift yang mengantar mereka ke lantai 21 di mana di lantai tersebut ada sebuah restoran yang memang biasa digunakan oleh orang-orang penting untuk memulai rapat mereka sambil makan bersama.

__ADS_1


"Selamat datang," ucap salah seorang pelayan yang menyambut mereka, lalu mengantar mereka menuju sebuah tempat di mana rapat akan berlangsung.


Mereka tiba di sebuah meja yang terletak di sisi kanan restoran, dan disekat juga di sana sehingga tidak akan ada yang melihat mereka di tempat itu, namun pemandangan dari lantai 21 itu sangat indah karena di bagian depannya langsung mengarah pada sebuah pantai berpasir putih.


Maka Setelah tiba, Raka dan Melisa langsung duduk bersama dengan tatapan Melisa langsung tertuju ke arah pantai sambil tersenyum menikmati pemandangan tersebut.


"Persiapkan bahan rapatnya!" Ucap Raka ketika dia kesal melihat senyuman perempuan yang duduk bersamanya.


Setelah Melisa selesai melakukan tugasnya, maka perempuan itu pun duduk dengan tenang sampai akhirnya orang yang akan melakukan rapat dengan mereka kini telah tiba, yang mana keduanya terdiri dari dua laki-laki.

__ADS_1


"Maaf kami terlambat, ada halangan tiba-tiba," ucap sala seorang pria yang kemudian mengulurkan tangannya ke arah Raka.


Meski Raka merasa kesal karena mereka terlambat 2 menit, namun Raka masih bisa menahan kemarahannya sebab kerjasama hari ini sangat penting untuk kelangsungan perusahaan mereka ke depannya.


Maka Raka pun mengulurkan tangannya menerima sambutan pria itu, "tidak masalah, yang penting dapat kita berjalan dengan baik," ucap Raka kemudian melepaskan jabatan tangannya lalu berlari menjabat tangan pria yang lain.


Melisa pun menjabat tangan pria yang selesai menjabat tangan dengan Raka, namun saat itu ketika dia hendak menarik tangannya, Melisa mengerutkan keningnya Ketika sang pria masih menggenggam tangannya dengan sangat erat, bahkan jari jempol pria itu bergerak mengelus tangan Melisa hingga membuat Melisa merasa sangat kesal pada pria yang ada di hadapannya.


"Anda memiliki seorang sekretaris yang sangat cantik," ucap pria yang masih menjabat tangan Melisa.

__ADS_1


Raka juga memperhatikan jabatan tangan pria itu pada Melisa, dan dia jelas menyadari apa yang dilakukan oleh pria itu, tetapi untungnya sang pria dengan cepat melepaskan jabatan tangannya sehingga Melisa pun beralih menjabat tangan pria yang lainnya.


Tetapi sama seperti sebelumnya, pria itu juga bersikap sangat tidak sopan pada Melisa hingga membuat Melisa menggertakkan giginya, lalu dia pun memperkeras cengkraman tangannya pada pria itu.


__ADS_2