Satu Malam Dengan Pria Asing

Satu Malam Dengan Pria Asing
73


__ADS_3

"Apa aku boleh mengatur buahnya?" Tanya Fernando pada ibunya.


"Tentu saja sayang," jawab Melisa sambil memberikan piring pada putranya.


Fernando pun mengambil piring tersebut dan melihat potongan-potongan buah yang ada di piring itu lalu dia pun mulai menata potongan strawberry di atas cake yang baru saja mereka buat.


Mulai dari potongan buah strawberry, buah anggur dan juga menyusun buah ceri di atas, seluruh permukaan cake bundar yang mereka buat dipenuhi dengan buah.


"Apakah pinggirnya juga diberikan potongan buah?" Tanya Fernando.


"Kalau kau mau, boleh diberikan tapi sisakan sedikit untuk tempat menulis nama ayahmu," ucap Melisa langsung dijawab anggukan Fernando sehingga Fernando pun dengan telaten menata buah-buah di pinggir kue.


Sementara Melisa, perempuan itu sudah pergi mengambil kotak kue dan mengaturnya supaya kuenya bisa langsung dimasukkan ke dalam kotak tersebut.


Setelah selesai mengatur kotak kuenya, Melisa kembali melihat kue yang telah dihias oleh putranya dan mendapati kue


tersebut telah selesai dihias sehingga dia menuliskan nama Raka di sisi pinggir kue yang telah dikosongkan oleh putranya.

__ADS_1


"Sekarang kuenya sudah siap!!" Seru Fernando ketika ibunya selesai menulis nama Raka di kue tersebut.


"Kuenya sudah siap, sekarang tinggal masukkan ke kotaknya lalu kita bisa pergi ke rumah sakit," ucap Melisa segera memasukkan kue buatan mereka ke dalam kotak dibantu oleh Fernando mengikat pita pada kue tersebut.


"Sekarang, pergilah mandi dan bersiap-siap biar ibu membersihkan dapur nya," ucap Melisa yang bisa melihat dapur tempat mereka berada kini menjadi sangat berantakan setelah mereka selesai membuat kue.


"Baik Bu," ucap Fernando langsung pergi meninggalkan ibunya lalu pria kecil itu segera bersiap-siap.


Setelah Fernando selesai mandi, ia melihat ibunya baru kembali dari dapur sehingga Fernando membiarkan ibunya memasuki kamar mandi.


Keduanya pun menyelesaikan persiapan mereka untuk pergi ke rumah sakit sebelum mereka meninggalkan apartemen.


Begitu tiba di lobby, keduanya melangkah menuju parkiran dan melihat sebuah mobil yang telah menunggu mereka yang merupakan mobil milik salah satu pengawal keluarga Raka.


"Silahkan masuk," ucap sang pengawal Setelah dia membukakan pintu untuk Melisa dan putranya.


Maka Melisa bersama putranya langsung masuk ke dalam mobil dengan Fernando yang begitu bersemangat.

__ADS_1


"Menurut Ibu, apakah hari ini Ayah sudah sadar?" Tanya Fernando sambil menatap ibunya.


"Ibu berharap begitu," jawab Melisa bersamaan dengan mobil yang telah melaju meninggalkan apartemen.


Maka Melisa dan putranya berbincang-bincang dalam mobil selama beberapa menit lamanya sampai akhirnya mobil tiba di sebuah rumah sakit swasta tempat Raka dirawat.


Pria itu telah dipindahkan dari Rumah sakit milik pemerintah sejak 1 minggu yang lalu karena perawatan intensifnya juga telah selesai sehingga saat ini sudah berada di ruang rawat inap.


Maka setelah mobil tiba di rumah sakit, keduanya langsung pergi menuju kamar tempat Raka dirawat dengan Melissa yang membawa kotak berisi kue buatan mereka berdua.


Tok tok tok..


Fernando terlebih dahulu mengetuk pintu kamar Raka sebelum dia membuka pintu lalu masuk ke dalam kamar dan mendapati seorang pria yang terbaring di atas tempat tidur dengan berbagai macam Selang dipasang ke tubuhnya.


Melisa langsung menghela nafas melihat keadaan Raka karena dia selalu teringat apa yang telah terjadi hingga pria itu harus terbaring, di atas tempat tidur.


Tetapi kemudian Melisa bersikap baik-baik saja lalu dia meletakkan kuenya di atas meja dan pergi mengambil piring serta pisau dari dapur.

__ADS_1


Sementara Fernando, ia langsung naik ke tempat tidur lalu duduk Sambil memandangi wajah ayahnya, 'dia belum sadar juga, Apakah mungkin butuh waktu lebih lama lagi?' pikir Fernando dalam hati.


__ADS_2