
Pada keesokan paginya, Melisa bangun cepat-cepat Lalu dia pergi ke kamar putranya dan mendapati Fernando masih tertidur sehingga dia turun ke dapur untuk membantu ibunya memasak.
"Selamat pagi Bu," ucap Melisa pada ibunya yang saat itu sementara mengiris-iris bawang untuk membuat nasi goreng kesukaan Fernando.
"Selamat pagi sayang, tidurmu nyenyak?" Tanya Novia sambil memperhatikan wajah putrinya, dan dia bisa melihat wajah Melisa yang tampa agak pucat hingga membuatnya khawatir.
"Ya, nyenyak," ucap Melisa sambil melihat ibunya yang langsung pergi membuatkan minuman untuk Melisa.
"Duduklah di situ, ibu akan membuat minuman untukmu," kata Novia langsung membuat Melisa duduk di kursi yang tadi ditempati oleh ibunya lalu Melisa menggantikan ibunya mengiris-iris bawang yang ada di atas meja.
Beberapa saat kemudian, ibunya kembali menghampiri Melisa dan meletakkan teh madu yang telah Ia buatkan untuk putrinya.
"Minum ini sampai habis," ucap Novia sambil mengambil alih pisau dan nampan dari tangan putrinya.
Melissa tidak mengatakan apa pun, dia mengikuti perintah ibunya Dengan meminum minuman yang disediakan oleh ibunya.
"Ibu mau memasak apa?" Tanya Melisa sambil memegang erat gelas di tangannya menikmati hangatnya gelas tersebut karena minuman panas yang ada di dalam gelas.
__ADS_1
"Nasi goreng kesukaan Fernando," jawab Novia sambil tersenyum mengambil nasi dari rice cooker untuk dibuat nasi goreng.
Melisa pun mengganggu kan kepalanya sambil berdiri membuka kulkas lalu dia mengambil beberapa buah dari dalam kulkas untuk ia buat jus.
Sambil sibuk dengan wajannya, Novia melirik ke arah putrinya yang sementara membersihkan buah, "hari ini kau tidak usah bekerja, cukup di rumah saja beristirahat dan habiskan waktu bersama putramu." Ucap Novia kembali mengingatkan putrinya tentang percakapan mereka kemarin malam.
"Iya, bu," jawab Melisa dengan suara yang pelan.
Maka dua orang itu pun saling hening tertenggelam dalam pekerjaan mereka masing-masing sampai sarapan sudah disiapkan lalu Novia pergi memanggil suaminya sementara Melisa naik ke lantai 2 untuk membangunkan putranya.
"Kau bangun dari tadi?" Tanya Melisa sambil mendekati putranya hingga Fernando pun menutup bukunya dan menatap ibunya dengan tatapan yang tenang.
"Hm, Apakah ibu tidak berangkat bekerja?" Tanya Fernando sambil memperhatikan ibunya yang masih menggunakan pakaian kemarin malam.
"Ya, hari ini ibu akan tinggal di rumah untuk menemanimu," Ucok Melisa sambil mengulurkan tangannya mengelus kepala mungil putranya.
"Terima kasih Bu, tapi aku punya pertanyaan untuk ibu," ucap Fernando dengan nada suara yang ragu-ragu hingga membuat Melisa menjadi cemas.
__ADS_1
"Pertanyaan apa itu?" Tanya Melisa sambil memperhatikan raut wajah putranya.
"Tapi Ibu harus janji akan menjawabnya dengan jujur dan tidak marah dengan pertanyaanku," ucap Fernando dengan wajah yang tampak cemas untuk berbicara pada ibunya.
'Apakah dia mau menanyakan tentang ayahnya? Tapi apakah aku sanggup menjawab dengan jujur kalau pertanyaannya menyangkut ayahnya?' ucap Melisa dalam hati yang merasa cemas dia tidak bisa menepati janjinya pada putranya.
Hal itu membuat Melisa mengulurkan tangannya memegang kedua tangan putranya sambil berkata, "ibu akan menjawab jujur semua pertanyaan mu, apapun itu kecuali sesuatu yang menyangkut tentang ayahmu."
Mata Fernando menyipit mendengar ucapan ibunya, "tapi aku sudah pernah bertemu dengan seorang pria yang bernama Raka, lalu dengan perempuan yang mengaku sebagai nenekku. Lagi pula Sekarang aku sudah dewasa Bu, Bukankah sudah waktunya Ibu menceritakan semuanya?" Ucap Fernando langsung membuat perasaan Melisa terasa seperti diacak-acak.
Perempuan itu merasakan nafasnya menjadi agak sesak dengan tangannya yang kini agak gemetar memegang tangan putranya.
"Ibu, Aku berjanji akan melindungi Ibu, Dan aku berjanji akan terus menemani Ibu selamanya, tapi bagaimana bisa aku melindungi Ibu kalau aku sendiri tidak tahu masalah apa yang Ibu hadapi? Kemarin aku hanya berpura-pura tidur saat ibu menangis disampingku," ucap Fernando dengan mata berkaca-kaca karena dia merasa begitu sedih ketika dia terus ingat Bagaimana ibunya menangis secara diam-diam.
Melisa pun semakin terkejut mendengar ucapan putranya sehingga perempuan itu akhirnya memilih memeluk putranya dengan erat.
"Maaf sayang,, ibu minta maaf, Ibu tidak tahu kalau kau belum tidur, padahal seharusnya ibu tidak boleh menangis di depanmu," ucap Melisa dengan bersusah payah menahan air matanya tidak jatuh, tetapi karena bersalahnya pada Putra nya, akhirnya air mata Melisa jatuh berderai di pipinya.
__ADS_1