Satu Malam Dengan Pria Asing

Satu Malam Dengan Pria Asing
81


__ADS_3

Ng!


Melisa menggerutu di pagi hari sambil membuka matanya yang terasa begitu berat. 


Tetapi ketika perempuan itu melihat apa yang di ada di hadapannya, Maka kesadarannya langsung meloncat ke 100% dan dia dengan cepat mendorong sebuah dada yang tepat berada di wajahnya. 


Dorongan itu membuat Raka akhirnya membuka matanya dan melihat perempuan yang tampak terkejut mendapati keadaan mereka berdua di mana keduanya memang sedang tanpa busana di bawah selimut. 


"Apa yang terjadi?!" Teriak Melisa dengan raut wajah pucatnya melihat tubuh polos mereka berdua. 


"Kau lupa? Kemarin malam kau memper-kosa aku!" Ucap Raka sambil mengulurkan tangannya lalu menarik Melisa kembali ke pelukannya. 


Hal itu membuat Melisa menjadi sangat kesal sehingga dia berusaha meronta-ronta. 

__ADS_1


"Lepas!" Bentak Melisa. 


Tetapi Raka tidak melepaskan perempuan itu dari pelukannya, dia bahkan mengulurkan tangannya menahan kepala Melisa lalu mendaratkan sebuah ciuman di bibir perempuan itu. 


Cup!


"Jangan mengelak, kemarin malam kau sudah menyatakan perasaanmu padaku," ucap Raka sebelum dia memejamkan matanya untuk melanjutkan tidurnya hingga membuat Melisa terdiam menatap pria di hadapannya. 


Perempuan itu kembali mengingat apa yang terjadi semalam, dan samar-samar dia mengingat bagaimana dialah yang menarik Raka ke tempat tidur dan memaksa pria itu melakukan apa yang ia inginkan. 


Tetapi ketika Melisa masih terdiam, Raka yang dari tadi memeluk Melisa dengan sangat erat kini membuka matanya menatap Melisa sambil berkata "kau sudah ingat? Mulai sekarang kita sepasang kekasih!" 


Setelah berbicara, Raka dengan cepat mendaratkan sebuah ciuman di bibir Melisa sebelum dia kembali memejamkan matanya sambil berkata, "Ayo tidur sebentar lagi, Aku sangat lelah setelah semalaman dipaksa melayanimu! Dokter juga akan memarahiku kalau dia tahu apa yang telah terjadi hari ini."

__ADS_1


Melisa mematubg di tempatnya mendengar ucapan Raka, dan saat ini dia merasakan jantungnya berdebu terlalu kencang sehingga rasanya tak bisa dihentikan begitu saja. 


"Aku mencintaimu," tiba-tiba suara Raka kembali membuat jantung Melisa semakin memiliki deguban yang sangat keras. 


Lalu ketika perempuan itu hendak keluar dari pelukan Raka, tiba-tiba ia mendapati di jari manisnya telah melingkar sebuah cincin yang sangat indah. 


Melissa pun tidak ingat dengan cincin itu dan bagaimana bisa cincin itu melingkar di jarinya, tetapi saat itu Raka telah membuka matanya dan melihat Melisa memperhatikan cincin di tangannya. 


"Aku melamarmu kemarin malam, dan kau sudah menerimanya! Kau bilang kau yang akan merencanakan pernikahan kita, jadi aku hanya akan menunggu saja!" Ucap Raka ditutup dengan sebuah senyum puas sebelum pria itu kembali memejamkan matanya hingga membuat Melisa semakin terpaku di tempatnya. 


'Apa yang sudah terjadi?' ucap Melisa dalam hati yang tak mengerti Mengapa segala sesuatunya berubah hanya dalam waktu satu malam saja. 


Tetapi ketika Melisa kembali ingin melepaskan diri dari pelukan mereka dia benar-benar kesulitan karena Raka memeluknya dengan sangat erat sehingga pada akhirnya Melisa hanya bisa berpasrah sambil memandangi pria yang memejamkan mata di hadapannya. 

__ADS_1


'Pria ini,, barusan dia bilang dia mencintaiku dan dia telah melamarku? Dan cincin ini, sejak kapan dia menyiapkannya?' ucap meLisa dalam hati yang benar-benar tak percaya dengan apa yang sudah ia dengar dari mulut raka. 


Tetapi saat ini, dia juga tidak bisa membohongi perasaannya bahwa dia merasa bahagia dan senang atas apa yang terjadi. 


__ADS_2