
"Dia memberikan flashdisk pada Ayah, katanya flashdisk ini berisi bukti tentang apa yang terjadi," kata Hardi sambil menggerakkan jari-jarinya di laptop miliknya.
Setelah beberapa saat mereka diperlihatkan sebuah rekaman CCTV dua orang yang sedang berbicara.
"Apa kau benar-benar memiliki seorang perempuan yang masih perawan?" Tanya pria berjas hitam.
"Ya, kau bisa memeriksanya terlebih dahulu kalau kau tidak percaya," ucap pria yang dikenali oleh tiga orang di sana sebagai Daren.
"Dimana dia?" Tanya pria berjas hitam langsung membuat Daren mengantarkan pria itu menuju sebuah kamar.
Kamar yang dimasuki oleh darren dan pria berjas hitam tak dapat dilihat ke dalam karena tak ada CCTV, namun beberapa saat kemudian seorang pria berjas hitam langsung membawa Melisa dari dalam kamar dengan posisi digendong.
Melisa Menutup mulutnya dengan kedua tangan sambil menahan air matanya agar tidak menetes ke pipinya.
Rekaman CCTV kemudian berpindah pada momen ketika Raka dibawa oleh pria berjas hitam ke dalam kamar, saat itu mereka beberapa kali terjatuh karena Raka yang tak sadarkan diri.
Bahkan sesekali pria itu tampak berteriak keras namun suara teriakan Raka tak dapat mereka dengar karena CCTV yang terletak di sana tidak bisa merekam suara.
Hal itu membuat semua orang merasa penasaran dengan apa yang diteriakkan oleh Raka, mereka juga bisa melihat bahwa pria itu sangat tersiksa dengan keadaannya.
"Dia benar-benar terpengaruh obat," ucap Novia memperhatikan Raka yang akhirnya dibawa ke dalam sebuah kamar.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, seorang dokter menghampiri kamar itu dan masuk ke kamar tersebut.
Lalu di rekaman CCTV berikutnya, dokter bersama pria berjas hitam keluar dari kamar itu lalu mereka berbicara beberapa saat sebelum pria berjas hitam menelpon seseorang.
"Apakah saat itu dia menelpon orang yang bisa menyediakan seorang perempuan?" Ucap Novia sambil melirik ke arah putrinya dan dia bisa melihat putrinya telah menangis.
Maka Novia pun langsung memeluk putrinya dan dia tahu apa yang sedang dirasakan oleh putrinya.
Mereka terus melihat layar laptop sampai memperlihatkan Melisa yang digendong oleh pria berjas hitam kini memasuki kamar tersebut.
Lalu rekaman CCTV langsung berpindah ke pagi hari di mana dari memasuki kamar dan keluar dari kamar sebelum terakhir Melisa keluar dari kamar dengan tangis yang pecah.
"Hiks, hiks,, hiks,," Melisa menangis seperti perempuan kesurupan, sehingga membuat Hardi tak mampu lagi membuka beberapa rekaman suara yang diletakkan terpisah dengan file video.
Pria itu beralih mengelus kepala putrinya, "di sini ada ayah dan ibu, jadi semuanya baik-baik saja. Tenangkan dirimu dan ingat putramu bisa mendengar tangisanmu ke lantai atas," ucap Hardy yang merasa cemas bahwa Fernando mungkin akan terkejut kalau pria kecil itu sampai mendengar tangisan ibunya.
Melisa yang mendengarkan ucapan ayahnya pun berusaha menenangkan diri, Tetapi dia masih tak kuasa untuk bersikap tenang apalagi ketika dia mengingat kembali apa yang terjadi lima tahun yang lalu.
Tubuh Melisa gemetar dipelukan Novia hingga membuat Novia sangat terkejut, "sayang, tenangkan dirimu," ucap Novia yang cemas kalau putrinya sampai pingsan lagi.
Tetapi baru saja Novia selesai berbicara, tangisan putrinya telah berhenti namun kubu perempuan itu menjadi lemas diperlukannya sehingga Novia dengan cepat melihat ke arah suaminya.
__ADS_1
"Dia pingsan," ucap Novia.
"Apa?!" Hardi langsung menarik tubuh putrinya dari pelukan Novia lalu melihat perempuan itu benar-benar pingsan sehingga hati cepat-cepat membawa Melisa ke ranjang dan membaringkannya di sana.
Novia pun menyelimuti Melisa sebelum dia menyekah air mata putrinya, 'putriku yang malang, bisa-bisanya kamu mendapat kemalangan yang tak pernah dibayangkan oleh semua orang,' ucap Novia dalam hati, ia merasa sangat sedih atas apa yang terjadi pada putrinya.
Sementara Hardi, dia kembali ke sofa lalu menyalahkan rekaman suara yang ada di laptopnya.
"Berapa harga yang kau tawarkan untuk perempuan ini?" Ucap salah seorang pria yang bersuara serak.
"Aku tidak mendapatkannya dengan mudah, kami baru menikah dan aku sudah menunggu waktu ini untuk di waktu yang lama jadi aku menginginkan bayaran 5m untuk dia!" Suara dari langsung menarik perhatian Novia hingga Novia pun berjalan menghampiri suaminya.
"5 miliar? Kau pikir itu sebanding? Aku akan mengambilnya dengan harga 1 miliar," ucap sang pria langsung membuat daren terkekeh.
"Heh he,,, aku pikir orang kaya memiliki uang yang lebih banyak, tapi sayang sekali sebenarnya sudah ada orang yang memesannya dari 2 bulan yang lalu, dan dia memberikan tawaran 3 miliar untuk dia, tapi karena hari ini kau buru-buru mendapatkan seseorang untuk tuanmu, maka aku memberikannya dengan harga yang lebih murah," suara Daren langsung membuat Hardi mengepal kuat tangannya dan saat ini dia benar-benar marah setelah mengetahui bahwa apa yang terjadi pada putrinya ternyata telah direncanakan oleh Darren.
"Baiklah, aku mengambilnya," ucap pria bersuara serak mengakhiri pembicaraan tersebut.
"Ini,,, pria sialan itu!! Cepat bawa rekaman ini ke polisi dan penjarakan pria tak tahu diri itu!!" Ucap Novia sambil terisak dengan tetapan yang tak berani melirik ke arah putrinya.
Hardi yang melihat ketidaktenangan istrinya akhirnya memeluk istrinya istrinya dengan perasaan yang sangat kacau.
__ADS_1