Satu Malam Dengan Pria Asing

Satu Malam Dengan Pria Asing
41


__ADS_3

Broommm.....!


Raka berkendara dari kantornya menuju sekolah Fernando.


Tetapi sebelum terus ke sekolah Fernando, pria itu terlebih dulu singgah di rumah sakit mendapatkan hasil tes DNA antara dirinya dan Fernando.


Setelah mendapat hasil tesnya, Fernando kembali ke mobilnya yang terparkir di parkiran Rumah sakit lalu dia pun melihat amplop yang ada di tangannya.


Dia merasa ragu untuk membukanya, dan cemas untuk melihat hasilnya, sehingga pria itu hanya terdiam selama beberapa saat sampai akhirnya dia menghela nafas dengan panjang lalu memberanikan dirinya membuka hasil tes DNA tersebut.


Dengan ekspresi yang sangat tenang namun jantung yang terdegup amat kencang, Raka kemudian membaca hasil tes DNA yang tercantum pada kertas yang ia pegang.


Pria itu terdiam selama beberapa waktu lamanya sampai akhirnya ia melemparkan berkas tersebut ke samping lalu pergi meninggalkan rumah sakit.


Raka berkendara selama hampir 10 menit sampai pria itu tiba di sekolah putranya lalu langsung pergi menemui putranya yang masih sementara belajar.


Raka pun melihat jam di ponselnya, dan mengetahui bahwa waktu istirahat tinggal 10 menit lagi sehingga Raka terus menunggu hingga 10 menit tersebut berlalu.

__ADS_1


Begitu guru keluar dari kelas, maka Raka langsung masuk ke dalam kelas dan melihat Fernando kembali lagi menutup semua jendela.


Maka Raka menutup pintu kelas lalu membantu Fernando menutup semua jendela yang ada di ruang kelas itu sebelum keduanya duduk saling berhadapan dengan kotak bekal milik Fernando diletakkan di atas meja.


"Apa kau sudah bisa menebak siapa aku?" Tanya Raka pada putranya.


"Siapa namamu?" Tanya Fernando tanpa menatap Raka dan pria itu lebih memilih fokus pada kotak bekalnya.


Melihat ketidakpedulian Fernando padanya, maka Raka menahan nafas selama beberapa detik sebelum dia berkata, "Raka."


Ini pertama kalinya ia mendapat komentar jelek dari seseorang, dan terlebih itu berasal dari Putra kandungnya sendiri hingga membuat Raka benar-benar tersinggung.


Meski begitu, Raka tidak memperlihatkan ketidaksenangannya dan dia hanya berkata, "Apa kau sudah tahu siapa aku?"


"Kau Raka," jawab Fernando dengan santai sambil mengambil satu sendok nasi gorengnya lalu menyuapnya dengan lahap.


Sementara Raka yang mendengarkan ucapan Fernando, pria itu kini tersenyum konyol sambil bersandar pada kursi tempat ia duduk, "Apa kau mau ikut denganku jalan-jalan?" Tanya Raka.

__ADS_1


"Aku tidak pergi dengan orang asing," jawab Fernando dengan nada suara yang begitu santai benar-benar membuat Raka mengerutkan keningnya.


Ini pertama kalinya ajakannya ditolak oleh seseorang, apalagi orang itu adalah putra kandungnya sendiri hingga membuat Raka menjadi sangat tidak senang.


Meski Raka sangat tidak senang, tetapi pria itu bisa melihat pria kecil di depannya tampak sangat tidak memperdulikannya sehingga Raka kemudian berkata, "kalau begitu, Katakan padaku Apa yang kau inginkan, aku akan mengabulkannya untukmu."


Mendengar ucapan Raka, Fernando kemudian mengangkat wajahnya menatap Raka sambil berpikir tentang jawaban yang akan Ia berikan pada pria di depannya.


Setelah beberapa saat, Fernando akhirnya berkata, "Jangan pernah lagi datang ke sini."


Ucapan Fernando bagai petir yang menyambar neraka di siang bolong hingga pria itu memperkuat kepalan tangannya sembari berkata, "kau tidak suka aku ad--"


"Ibuku tidak mau aku berkenalan dengan orang asing," ucap Fernando menyela ucapan Raka.


Orang Asing!


Orang Asing!

__ADS_1


__ADS_2