
Gluk gluk gluk...
Melisa menghabiskan semua anggur dalam gelasnya sebelum perempuan itu meletakkan gelasnya di meja lalu mengisi kembali gelasnya menggunakan sisa anggur di dalam botol.
Raka yang melihat Melisa telah menghabiskan begitu banyak anggur, ia mengulurkan tangannya menghentikan kelakuan perempuan itu sambil menatap wajah Melisa yang kini telah memerah karena mabuk oleh alkohol.
"Hentikan sekarang kalau kau mabuk nanti, aku tidak bisa mengangkatmu ke kamar!" Yang mana saat itu meski dia sudah bisa berjalan tetapi tentunya dia tidak akan bisa menggendong perempuan itu.
Tetapi Melisa yang telah mabuk, dia tersenyum kecut menatap Raka sambil menarik botol dari tangan neraka dan memeluknya dengan erat.
"Hei tuan muda, jangan coba-coba mengaturku! Kalau di tempat kerja kita adalah bawahan dan atasan, maka di sini kita tidak memiliki pangkat apapun. Hanya sebatas orang tua untuk putra ku, Jadi jangan terlalu banyak mengatur!!!" Tegas Melisa sebelum dia terbalik membelakangi Fernando lalu meminum anggurnya langsung dari botol di tangannya.
__ADS_1
Raka terdiam melihat kelakuan Melisa, dia tidak bisa membiarkan perempuan itu minum terlalu banyak lagi sehingga Raka dengan cepat menjatuhkan diri dari kursi roda dan menghampiri Melisa lalu menarik botol dari tangan perempuan itu.
"Aku tidak mau membuat Fernando melihat ibunya yang sedang mabuk!" Tegas Raka sembari menjauhkan botol dari Melisa dan meletakkannya di atas sebuah meja kecil.
Sehingga perempuan itu berdiri dan mengulurkan tangannya untuk mengambil botolnya ketika tubuhnya tiba-tiba saja ditarik oleh Raka hingga tubuh Perempuan itu terhempas di atas pangkuan neraka.
"Sial!! Minum alkohol saja tidak bisa, Apa kau berniat membuatku gila dengan semua masalah yang sedang kuhadapi?!! Aku ti--" Teriakan Melisa langsung terhenti saat Raka menguburkan tangannya membackup mulut perempuan itu karena dia tidak mau Fernando yang sudah tertidur di tengah malam itu harus terbangun gara-gara teriakan Melisa.
"Mmh!! Mmh!!!" Melisa berusaha melepaskan diri dari pelukan Raka dan juga membebaskan mulutnya dari pria itu.
Tetapi karena tenaganya tidak cukup kuat, maka Melisa memutuskan untuk menggigit tangan Raka hingga membuat Raka dengan cepat menarik tangannya.
__ADS_1
"Dasar pri-" teriakan Melisa kembali lagi terhenti ketika Raka dengan cepat mengulurkan tangan ke belakang kepala perempuan itu dan membongkar mulut meLisa dengan ciuman.
Ciuman itu membuat Melisa meletakkan matanya, tetapi ketika ia melihat siapa yang meneriakinya, maka jantung Melisa yang sedari tadi sudah berdebut kencang kini di depannya menjadi lebih kencang dari sebelumnya dan perempuan itu bahkan dengan cepat menjadi luluh sehingga dia jadi rileks dipelukan Raka.
Raka pun hendak melepaskan ciuman mereka, Tetapi dia benar-benar tidak bisa menahan dirinya sehingga tanpa bisa mengontrol diri, Raka malah memperdalam ciuman mereka dan menikmati tumbuhan mereka.
Pada akhirnya, kedua orang itu berciuman dengan serius bahkan Melisa sudah bergerak aktif dengan menyentuh dada Raka dan membuka pakaian pria itu lalu menyentuh kulit Raka dengan nafas tersengal.
Menyadari tingkah Melissa, maka Raka menghentikan gerakannya sambil berkata, "Jangan menggangguku kalau kau tidak mau menyesal!"
Melisa tersenyum licik mendengar ucapan Raka lalu perempuan itu menatap Raka dengan wajah yang merah padam sambil berkata, "Kenapa harus menyesal? Aku melakukannya dengan orang yang ku sukai!"
__ADS_1
Raka sangat terkejut mendengar ucapan Melissa, tetapi pria itu belum mengatakan apapun saat mulutnya sudah dibungkam oleh Melisa hingga membuat Raka akhirnya membalas ciuman perempuan itu dan menggerakkan tangannya menyusup di baju kaos yang dikenakan oleh Melisa.