
Melisa berdiri memandangi dua anak yang sedang bermain sampai akhirnya ponselnya tiba-tiba saja berdering sehingga Melisa pun melihat layar ponselnya.
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Melisa mengerutkan keningnya menatap sebuah nomor baru yang menelponnya, dan saat ini hatinya tidak terasa tenang dan tidak ingin juga mengangkat panggilan telepon itu karena Melisa merasa panggilan telepon itu berasal dari mantan suaminya.
Oleh sebab itu, Melisa dengan cepat me-reject panggilan telepon itu sebelum dia mengangkat kepalanya untuk melihat ke arah taman kecil tempat Fernando dan Bella bermain.
Melisa senang Melihat dua anak kecil itu bermain bersama meski saat ini Fernando Hanya duduk saja dengan wajah datar mengabaikan Bella yang terus mengajaknya bermain.
'Tidak apa-apa, awalnya Fernando pasti merasa tidak senang, tapi lama-lama dia juga akan terbiasa dan mulai membuka diri untuk bermain bersama Bella,' ucap Melisa dalam hati, ia kini berharap agar ibu Bella lama-lama berada di toilet supaya Bella dan Fernando memiliki waktu yang lebih lama untuk bermain bersama.
Beberapa saat kemudian, ponsel Melisa kembali lagi berdering.
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Maka Melisa pun kembali merogol ponsel dari tasnya lalu dia melihat nama pemanggil masih nomor yang sama dengan yang sebelumnya meneleponnya.
Hal itu membuat Melisa menghela nafas dengan kasar, "pria ini, tidak bisakah dia berhenti mengganggu hidup orang lain dan dia menjalani hidupnya sendiri sampai aku menghampirinya untuk balas dendam?" Gerutu Melisa sambil menekan tombol reject sebelum dia menyimpan ponsel itu ke dalam tasnya.
Namun Melisa mengeryit ketika ia melihat hanya tersisa Bella yang berdiri di taman kecil itu sambil melihat ke arahnya.
"Lho,, di mana Fernando?" Tanya Melisa menghampiri gadis kecil itu dengan perasaan cemasnya.
Bella pun menunjuk ke sebuah arah, hingga membuat Melisa dengan cepat berlari ke arah yang ditunjuk oleh gadis kecil itu, tetapi ia hanya mendapati keramaian di sana Dan tidak melihat putranya di manapun.
__ADS_1
"Fernando?" Ucap Melisa memanggil nama putranya sambil memperhatikan sekelilingnya, Tetapi dia tidak menemukan siapapun Bahkan dia juga tidak mendengar putranya menjawabnya.
Hal itu membuat Melisa semakin panik, sehingga dia terus berjalan mencari putranya, tetapi bagaimanapun, dia tidak bisa menemukan putranya hingga perempuan itu menjadi semakin cemas.
Melisa terus memanggil-manggil putranya sampai akhirnya dia dihampiri oleh Novia.
"Ada apa?" Tanya Novia yang terkejut melihat kepanikan putrinya.
Melisa langsung menatap ibunya dengan sorot mata frustasi, "Fernando bu, dia tidak ada di manapun!!" Tegas Melisa kini dengan air mata bercucuran karena perempuan itu terlalu cemas membayangkan putranya yang tak biasa berada di tempat keramaian kini tersesat di tempat tersebut.
"Apa?! Bagaimana bisa?!" Tanya Novia sambil memperhatikan sekelilingnya dengan harapan dia akan mendapatkan cucunya.
Tetapi saat itu, ponsel Melisa tiba-tiba saja bergetar sehingga Melisa pun membuka ponselnya dan melihat sebuah pesan yang masuk.
Sebagian isi pesan itu langsung muncul di layar ponsel Melisa hingga Melisa pun begitu shock membacanya dan dia dengan cepat membuka isi pesan itu.
*Putramu bersamaku, jangan melapor polisi atau kau tidak akan pernah bisa melihatnya lagi!!* Begitu membaca pesan itu, Melisa langsung runtuh di tempatnya hingga mengagetkan Novia.
"Ibu, hiks,, hiks,, hiks,," Melisa langsung menangis sejadi-jadinya tanpa memperdulikan orang-orang yang menatapnya.
Novia pun memeluk putrinya sambil melirik ke arah ponsel yang sudah dijatuhkan Melisa ke lantai, dan saat ini wajah Novia menjadi begitu buruk ketika dia membaca isi pesan yang diterima oleh putrinya.
Novia tak mampu berkata apa-apa, Dia hanya terdiam sambil memeluk putrinya membiarkan Melisa terus menangis sementara Dia meneteskan air matanya dalam diam.
Mereka berada di sana beberapa menit sampai 2 petugas keamanan menghampiri mereka lalu membantu kedua orang itu untuk mencari tempat yang aman beristirahat.
Setelah Melisa diberi minum, Novia pun mengambil ponselnya dan segera menghubungi suaminya.
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
__ADS_1
Saat ini, Hardi sedang bersama-sama dengan Raka karena saat ini adalah jam makan siang dan mereka memutuskan untuk bertemu di waktu jam makan siang.
Hardi baru saja menerima dokumen yang telah ditandatangani oleh putrinya, pria itu sangat terkejut ketika ia membaca judulnya adalah pemindahan ahli asuh Fernando.
"Sial!!! Berani-beraninya kau melakukan hal seperti ini?!!" Teriak Hardi pada pria di depannya.
Raka pun dengan tenang menjawab, "awalnya aku ingin melakukannya untuk mendapatkan Fernando dan memaksa Melisa tetap berada di sisiku, tapi sekarang aku sudah berubah pikiran. Anda lihat sendiri, kalau aku benar-benar ingin melanjutkan apa yang telah aku rencanakan maka aku tidak akan memberikan berkas asli itu pada anda. Aku ingin mendapatkan Melisa dan Fernando karena mereka berdua ingin bersamaku, bukan karena aku memangsa mereka." Ucap Raka dengan suara yang begitu tenang.
Hardi pun menggertakan giginya, dan Dia merasa bahwa apa yang dikatakan oleh Raka itu memang benar, sehingga dia pun memperhatikan kertas yang ada di tangannya dan melihat bahwa dokumen itu memang dokumen yang asli sehingga Hardi dengan cepat mengambil korek lalu membakar kertas tersebut di atas meja.
"Kau tidak punya hal busuk lainnya lagi yang kau rencanakan bukan?" Tanya Hardi dengan tatapan tajam diberikan pada pria di depannya.
Raka tersenyum tipis, "awalnya aku memiliki rencana besar untuk memaksa Melisa bersama-sama dengan ku, tapi sekarang aku tidak menginginkan rencana itu lagi. Aku hanya ingin anda memberi saya kesempatan untuk mendekati Melisa, dan juga Putraku.
"Bagaimanapun, saat ini saya benar-benar tulus dan ingin memperlakukan Fernando dan juga Melisa dengan sangat baik! Saya bahkan telah menyiapkan dokumen ini sebagai jaminan," ucap Raka sambil menyerahkan sebuah dokumen pada Hardy.
Hardi pun mengambil dokumen itu, dan dia hendak membacanya ketika ponselnya tiba-tiba saja berdering sehingga Hardi pun memilih melihat ponselnya daripada membaca dokumennya.
Ketika Hardi melihat orang yang menelpon nya adalah istrinya, maka Hardi langsung mengangkat panggilan telepon itu.
"Halo," ucap Hardi.
"Cepat datang ke taman hiburan dan jemput kami!!!" Teriak Novia dari seberang telepon sambil terisak hingga membuat Hardi sangat terkejut.
"Apa yang terjadi?! Kenapa kau menangis?!" Tanya Hardi sambil berdiri mengambil jasnya.
"Melisa sudah pingsan, hiks,, hiks,, cepatlah kemari!!!" Teriak Novia dari seberang telepon sebelum panggilan telepon itu diakhiri hingga Hardi pun dengan cepat mengambil semua barang-barangnya termasuk berkas yang diberikan oleh Raka.
"Ada apa?" Tanya Raka.
__ADS_1
Hardi tidak memperdulikan pertanyaan Raka, tetapi pria itu hanya dengan cepat pergi meninggalkan Raka hingga membuat Raka semakin penasaran tentang apa yang terjadi hingga pria itu benar-benar panik.
Oleh sebab itu, Raka dengan cepat mengikuti Hardi sambil menghubungi seseorang agar mencari tahu lebih detail apa yang telah terjadi.