Satu Malam Dengan Pria Asing

Satu Malam Dengan Pria Asing
52


__ADS_3

Mobil yang ditumpangi oleh Melisa kini telah berbelok ke kediamannya, dan saat ini Melisa menggigit bibir bawahnya ketika ia melihat pada kaca spion mobil ada dua mobil yang mengikutinya, yaitu mobil nyonya rosmania dan mobil milik Raka.


'Ya Tuhan, Apa yang harus kulakukan?' ucap Melisa dalam hati yang kini merasa sangat cemas kalau dua orang itu mungkin memiliki niat jahat padanya dan putranya.


Meski begitu, ketika mobil telah berhenti di kediaman orang tuanya, Melisa dengan cepat membuka pintu mobil dan membawa putranya masuk ke dalam rumah hingga Dia tiba di lantai 2.


Setelah tiba di kamar putranya, Melisa mengunci pintu kamar lalu membawa putranya ke arah ranjang dan mendudukkan putranya di atas ranjang.


"Maafkan Ibu, ini salah Ibu karena memaksamu untuk bersekolah. Mulai sekarang Ibu tidak akan pernah memaksamu lagi untuk melakukan sesuatu, jadi jangan khawatir lagi dan biarkan ibu melihatmu tersenyum," ucap Melisa pada putranya langsung membuat Fernando mengangkat kepalanya membalas tatapan ibunya.


"Ibu, aku hanya mau bersama ibu, tidak ingin melihat orang lain!" Tegas Fernando sebelum dia kembali memeluk ibunya sehingga Melisa pun dengan cepat membalas pelukan putranya.


Dua orang itu terus berpelukan dengan Melisa yang memberikan semangat pada putranya.


Sedangkan di lantai bawah, Novia kini menyuguhkan teh di atas meja di mana Raka dan Nyonya rosmania duduk di sofa yang mengelilingi meja tersebut.


"Silakan diminum, maaf hanya bisa menyediakan seadanya saja," kata Novia sambil duduk di sofa tunggal mentap dua orang di depannya dengan kebingungan melanda seluruh pikirannya.


Dia sama sekali tidak mengenal kedua orang itu, sehingga dia bingung kenapa dua orang itu mengikuti mereka sampai ke rumah, Namun karena melihat penampilan dua orang itu seperti seseorang yang berasal dari keluarga yang sangat kaya raya, maka Novia membiarkan mereka tinggal di rumah.


Nyonya rosmania pun Mengambil teh yang tersedia di meja dan meminumnya.


Saat itu juga, Hardi Yang ditelepon ke kantor kini telah tiba di rumah, lalu pria itu menatap semua orang yang ada di ruang tamu sebelum dia berkata, "Ada apa dengan cucuku?"


"Fernando sudah ditangani oleh Melisa, sekarang duduklah di sini," kata Novia sambil berdiri selalu perempuan itu kembali pergi ke dapur untuk mendapatkan minuman bagi suaminya.

__ADS_1


Sedangkan Hardy yang kini duduk di kursi yang tadi ditempati oleh istrinya, pria itu menatap ke arah nyonya rosmania dan neraka dengan tatapan penasarannya.


"Maaf, apakah kalian teman istriku?" Tanya Hardi.


Raka yang mendengarkan itu hendak berbicara, tetapi Nyonya rosmania mendahuluinya berbicara.


"Sepertinya selama ini putraku menyembunyikan keberadaan cicitku. Aku bahkan tidak mengetahuinya sampai sekarang dia sudah begitu besar." Ucap nyonya rosmania langsung membuat Hardi mengangkat sebelah alisnya, karena dia tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh perempuan di hadapannya.


"Maaf, tapi apa yang Anda maksud dengan cicit?" Tanya Hardi.


"Aku ini adalah nenek dari Raka yang merupakan ayah Fernando." Ucap Nyonya rosmania dengan sebuah senyuman di wajahnya membuat Hardi semakin bingung.


"Maaf, tapi Siapa yang anda katakan sebagai Raka?" Tanya Hardi dengan bingung.


"Silakan lihat ini," ucap Raka menyerahkan hasil tes dna-nya bersama Fernando.


Hardi yang mengambil surat itu kini semakin kebingungan, tetapi ketika dia melihat isi surat itu, Hardi langsung terdiam dengan tangan gemetar memegang surat di tangannya.


"Maaf, Apa maksud dari isi surat ini?" Tanya Hardi sambil meletakkan surat itu di atas meja dengan tangan yang masih gemetar.


Novia yang saat itu juga kembali dari dapur kini melirik ke arah surat yang baru saja dilihat oleh suaminya, sehingga ketika dia selesai meletakkan minuman di meja dia mengambil surat tersebut dan melihatnya.


Begitu membacanya, Novia langsung terjatuh di sofa yang ada di belakangnya sambil menatap ke arah Nyonya rosmania Dan juga Raka.


Raka sama sekali tidak terkejut dengan reaksi kedua orang itu, karena dia tahu Melisa menyembunyikan semuanya dari ayah dan ibunya, sehingga dengan begitu tenang Raka berkata, "perkenalkan saya adalah Raka, dan saya adalah Ayah dari Fernando. Saya melakukan tes DNA itu beberapa waktu yang lalu setelah saya menemukan Fernando di sekolahnya."

__ADS_1


"A,, apa?!" Novia sangat terkejut sampai-sampai perempuan itu merasakan kepalanya menjadi sangat pusing hingga Hardi dengan cepat menghampiri istrinya dan memeluk perempuan itu.


"Sayang, tenangkan dirimu," ucap Hardi berusaha menenangkan Novia.


Novia yang sangat terkejut secara samar-samar mendengarkan ucapan suaminya, hingga perempuan itu berpegangan pada pakaian suaminya dan berusaha menenangkan dirinya meski saat itu dia sangat kesulitan.


Raka pun lanjut berkata, "Mungkin kalian sangat terkejut dengan berita ini, tetapi 5 tahun yang lalu ketika Melisa bersama suaminya pergi berbulan madu, saat itulah kejadiannya dan secara tidak sengaja saya dan Melisa menghabiskan malam bersama."


"Diam!!" Teriak hardi pada Raka karena dia sangat kesal pada pria itu.


Nyonya rosmania yang ada di sana juga sangat terkejut, perempuan itu menatap cucunya sambil berkata, "apa yang kau katakan?! Apa yang kau maksud dengan bulan madu dan tidak sengaja menghabiskan waktu bersama?!!"


"Nenek silakan kembali, Aku akan menceritakannya nanti, biar masalah di rumah ini aku yang menyelesaikannya," yang tidak mau membuat neneknya semakin memperkeruh suasana.


"Apa katamu!! Dasar anak kurang ajar!!" Minta Nyonya rosmania sambil memukul Raka dengan kipas miliknya.


Raka yang dipukul pun hanya terdiam saja sambil menatap ke arah Novia yang kini mulai tenang, tetapi saat itu, Hardi yang merasa cemas pada kondisi istrinya kini mengangkat istrinya dan membawa perempuan itu ke kamar sehingga hanya tertinggal Raka dan neneknya saja.


"Katakan dengan jelas apa yang telah terjadi!!" Bentak Nyonya rosmania pada cucunya.


"Nenek akan terkejut kalau mengetahuinya, jadi silakan kembali dan kita berbicara nanti saja," ucap Fernando.


"Apa?! Dasar kau anak tengik!! Cepat katakan sekarang juga apa yang sudah kau lakukan!!" Bentak nyonya rosmania pada cucunya.


Tetapi Raka hanya diam saja dan tidak berniat mengatakan apapun kalau tidak ada Hardy yang mendengarkan ucapannya.

__ADS_1


__ADS_2