Satu Malam Dengan Pria Asing

Satu Malam Dengan Pria Asing
58


__ADS_3

Fernando menunggu sangat lama sampai ibunya terbangun, lalu dia langsung ditarik kepelukan Melisa.


"Maaf sayang," ucap Melisa kini memeluk putranya dengan sangat erat dan tubuh Melisa yang agak gemetar karena dia masih sangat terkejut.


"Tidak apa Bu, mulai sekarang aku tidak akan menanyakan apapun lagi supaya Ibu tidak perlu jatuh pingsan," ucap Fernando sambil mengelus punggung ibunya hingga membuat MELISA melonggarkan pelukan mereka.


"Sayang, Ibu minta maaf, Ibu sungguh minta maaf," ucap Melisa sambil mendaratkan sebuah ciuman di kening putranya.


"Aku sudah memaafkan ibu, sekarang ibu harus makan," kata Fernando segera melepaskan pelukan mereka lalu pria kecil itu turun dari ranjang dan mengambil makanan untuk ibunya.


"Nenek menyiapkan ini untuk ibu, katanya Ibu harus menghabiskannya," ucap Fernando.


Terima kasih sayang," kata Melisa sambil mengulurkan tangannya mengelus kepala putranya sebelum perempuan itu mulai makan.


Fernando pun duduk menatap ibunya sampai perempuan itu selesai makan lalu dia mengambil baki dari tangan ibunya.


"Ibu istirahatlah, aku akan membawa ini ke dapur," ucap Fernando sebelum dia berjalan keluar dari kamar ibunya dengan Melisa yang memandangi kepergian putranya.


Melisa terdiam selama beberapa saat sebelum dia berdiri lalu mencari koper yang ada di balkon, tetapi karena dia tidak menemukannya perempuan itu kembali ke dalam kamar dan melihat koper yang tadi membuatnya mengingat masa-masa buruknya di 5 tahun yang lalu sudah diletakkan di atas lemari.


'mungkin Ibu yang meletakkannya di sana,' ucap Melisa dalam hati sebelum perempuan itu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket karena keringat.


Sementara Fernando yang sudah membawa piring kotor ibunya ke dapur, pria kecil itu kembali ke kamar ibunya sambil membawa segelas jus lalu meletakkannya di meja dalam kamar dan melirik ke arah kamar mandi.


Karena mendengar suara shower yang dinyalakan, maka Fernando pun meninggalkan kamar ibunya Lalu dia pergi ke kamarnya mendapatkan foto yang ia ambil dari album milik ibunya.


'pria ini menikah dengan ibu, tapi ayahku bukan pria ini?' ucap Fernando dalam hati yang merasa aneh dengan foto yang ada di tangannya.


Fernando berpikir cukup lama sebelum dia menyimpan foto tersebut di dalam laci dan pergi meninggalkan kamarnya untuk mencari neneknya.

__ADS_1


Fernando mendapati neneknya berada di lantai bawah sedang merangkai bunga yang biasanya diletakkan di meja makan.


Maka Fernando berjalan mendekati neneknya sambil menyusun kalimat yang akan ia ucapkan pada neneknya.


"Nenek," ucap Fernando sambil melirik ke arah ponsel neneknya yang diletakkan di atas meja.


"Ya sayang, apa ibumu sudah meminum jus yang nenek buat untuknya?" Tanya Novia.


"Aku meletakkannya di meja karena Ibu sedang mandi, tapi bolehkah aku meminjam laptop nenek sebentar? Lalu bolehkah nenek merahasiakan dari ibu kalau aku mengambil laptop nenek?" Tanya Fernando dengan mata berbinar-binar menatap neneknya.


Dia ingat bahwa Ibunya sudah melarangnya untuk menggunakan ponsel neneknya dan dia juga sudah berjanji untuk tidak menggunakan ponsel neneknya, hingga sekarang Dia hanya bisa mengandalkan laptop yang dimiliki oleh neneknya.


"Tentu saja, kau ambil di kamar," kata Novia langsung membuat Fernando memeluk neneknya dan mendaratkan sebuah ciuman di pipi Novia.


"Nenek adalah yang terbaik. Terima kasih nenek!" Ucap Fernando sebelum pria kecil itu meninggalkan neneknya dan pergi mendapatkan laptop lalu membawanya ke kamarnya.


Karena di rumah mereka ada wi-fi yang terpasang, maka Fernando pun dengan cepat menghubungkan komputernya ke jaringan wi-fi di rumah mereka.


Setelah itu, Fernando menggerakkan jari-jarinya yang mungil di atas komputer dan karena dia tidak terbiasa mengetik maka dia cukup lamban bergerak, namun setelah beberapa menit jarinya menjadi lebih cepat bergerak di atas keyboard. .


Selain itu, karena daya ingat yang sangat tinggi dan kemampuan analisa yang sangat baik, maka Fernando pun dengan cepat menguasai penggunaan laptop yang sedang ia gunakan.


Tak tak tak...


Fernando menjalankan jari-jarinya di atas komputer mengetik nama seseorang ke dalam sebuah laman pencarian.


Itu adalah nama dari yang ia lihat pada bagian belakang lembar foto yang ia temukan di album ibunya.


"Hm?" Fernando mengeryit melihat ada begitu banyak akun atas nama Pria bernama Darren.

__ADS_1


Karna merasa penasaran, maka Fernando pun dengan cepat mengklik salah satu pemilik akun, dan dia mencari tahu tentang akun tersebut Lalu melihat sebuah foto bersama seorang perempuan.


'dia akan menikah,, lagi?' ucap Fernando dalam hati sambil memperhatikan foto perempuan dan laki-laki yang ada pada foto profil akun tersebut.


Maka Fernando mencocokan foto laki-laki itu dengan foto yang ada pada foto pernikahan ibunya.


"Sama," kata Fernando yang agak terkejut mengetahui bahwa pria yang ada pada dua foto itu memang merupakan pria yang sama.


Maka setelah itu, Fernando mengecek akun-akun yang lainnya, dan dia mendapati bahwa semuanya memiliki foto bersama perempuan lain yang mana ada yang telah menikah ada yang baru akan menikah dan ada yang baru akan melakukan lamaran.


Hal itu membuat Fernando semakin merasakan ada sesuatu yang tidak beres sehingga dia pun menggunakan ilmu dari buku yang ia pelajari dan meretas satu persatu akun tersebut untuk mendapatkan informasi.


"Dia memblokir banyak orang untuk setiap akunnya, dan semuanya orang yang berbeda-beda," ucap Fernando dalam hati yang kini 100% yakin bahwa Darren adalah seorang penipu dan kemungkinan besar ibunya dulu telah tertipu oleh pria itu.


Oleh sebab itu, Fernando menjadi sangat kesal sehingga dia mengambil sebuah buku cyber yang belum selesai ia baca lalu mempelajarinya selama beberapa saat sebelum dia menggerak-gerakkan jarinya di atas keyboard.


"Lihat ini!!" Kata Fernando sambil tersenyum sebelum dia menekan tombol enter pada komputernya lalu menghapus semua riwayat pekerjaannya dalam komputer tersebut.


Setelah itu, Fernando hendak mencari tahu tentang Raka, tetapi sebelum dia mengetik nama Raka ke dalam laman pencarian, sping tuh kamarnya tiba-tiba saja diketuk oleh seseorang hingga membuat Fernando dengan panik menyembunyikan laptop neneknya.


"Sayang, kau mengunci pintunya?" Suara Melisa dari seberang pintu langsung membuat Fernando berlari ke arah pintu dan membuka pintu kamarnya.


"Ibu," kata Fernando sambil menatap ibunya yang sudah selesai mandi.


"Kenapa kau mengunci pintu kamarmu?" Tanya Melisa yang merasa heran dengan tingkat tiba-tiba putranya, sebab selama ini putranya tak pernah mengunci pintu kamar nya.


"Maaf Bu, tadi aku hendak melepaskan pakaianku untuk mandi," jawab Fernando.


"Ah, begitu, Ya sudah mandilah," ucap Melisa langsung membuat Fernando menganggukkan kepalanya lalu dia pun menutup pintu kamarnya sebelum pria kecil itu pergi ke kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2