
"Mulai sekarang kau menjadi asistenku!" Ucap Raka langsung membuat Melisa menatap ke arah pria itu dengan tatapan tak percayanya, sementara marsita juga melototkan matanya menatap CEO.
💥💥💥
Marsita hendak berbicara untuk protes ketika Raka mendahuluinya berbicara.
"Tunjukkan ruangan asisten padanya, lalu mulai sekarang hanya asistenku yang bisa masuk ke ruanganku!" Tegas Raka sebelum pria itu berbalik pergi meninggalkan ruangan marsita dengan 2 perempuan yang ada di sana tampak terdiam dalam pikiran mereka masing-masing.
Setelah beberapa saat Marsita kemudian berbalik menatap Melisa, "kau puas?! Kau puas sekarang karena kesalahan yang kau lakukan membuatmu mendapat posisi asistensi CEO?!" Bentak marsita pada Melisa.
Tetapi Melisa yang dibentak, perempuan itu menghela nafas, "aku hanya melakukan apa yang diperintahkan oleh CEO, tetapi kemudian Kak marsita memarahiku dengan berkata bahwa Aku berusaha mencari muka di depan CEO dan membuat Kak marsita tidak dipercayai lagi oleh CEO untuk menghadiri rapat-rapat.
__ADS_1
"Padahal, aku sama sekali tidak berusaha merebut pekerjaan Kak marsita, Aku bahkan tidak ingin mengikuti rapat yang dilakukan oleh CEO!!! Tapi karena sekarang semuanya sudah terjadi, Jadi sekarang juga minta maaf padaku!!!" Tegas Melisa membuat marsita melototkan matanya karena dia tak menyangka bahwa perempuan di depannya akan menyuruhnya untuk meminta maaf padanya beberapa menit setelah jabatan Melisa diangkat.
Oleh sebab itu, marsita dengan geram berkata, "Kau!!! Bisa-bisanya kau--"
"Tidak mau minta maaf?!" Ucap Melisa menyela ucapan marsita hingga marsita mengepal kuat tangannya sebelum dia akhirnya memaksakan dirinya membungkuk 90 derajat pada Melisa.
"Saya minta maaf," ucap marsita yang jelas tahu bahwa posisi asisten CEO jauh lebih tinggi daripada sekretarisnya karena asisten akan terus mendampingi CEO sementara sekretaris hanya ditugaskan untuk mengurus berkas-berkas yang kemudian diberikan pada asistensi CEO untuk diteruskan pada CEO.
Melihat perempuan di depannya telah kalah, maka Melisa tersenyum, "aku memaafkanmu, karena lagi pula aku mendapatkan posisi asisten karena kau juga. Seandainya kau tidak memiliki rasa iri padaku, maka posisiku tidak akan berubah!" Ucap Melisa sebelum dia berjalan keluar meninggalkan ruangan marsita dengan marsita yang mengepal kuat tangannya.
Sementara Melisa yang meninggalkan ruangan marsita, perempuan itu pergi ke toilet lalu membasuh wajahnya yang sekarang berbau kopi.
__ADS_1
Setelah selesai, Melisa menyemprotkan parfum ke tubuhnya sebelum dia pergi ke ruang kerjanya bersama dengan para sekretaris.
Melisa duduk di tempatnya sambil melihat wajahnya di cermin yang ia bawa kemana-mana, Melissa terdiam beberapa saat sebelum dia mengambil bedaknya lalu kembali merias wajahnya.
Beberapa saat kemudian, marsita datang menghampiri mereka hingga membuat semua orang menatap ke arah marsita yang memperlihatkan wajah tak senangnya.
"CEO baru saja memutuskan bahwa Melisa akan menjadi asisten pribadinya, jadi mulai sekarang kalian semua harus bersikap hormat pada Melisa. Lalu Melisa, cepat bereskan barang-barangmu dan ikuti aku ke ruangan barumu!" Ucap marsita membuat semua orang terkejut.
"Apa?! Melisa menjadi asisten pribadi CEO?!"
"Bukan Kak asisten akan ditentukan dalam beberapa minggu lagi?!"
__ADS_1
"Kenapa tiba-tiba sekali Melisa dipilih menjadi asisten CEO?!"
Satu persatu di antara mereka mengungkapkan ketidak senangan mereka dan juga keterkejutan mereka hingga membuat Melisa Merasa tidak senang dengan sikap semua orang yang ada di sana.