
Raka yang selesai menelpon seseorang kembali ke dalam ruang UGD, dan pria itu mengepal kuat tangannya karena dia langsung mendapatkan banyak foto tentang Fernando yang diambil dari kediaman keluarga Melisa ketika pria itu keluar masuk rumah.
Begitu tiba di dalam UGD, dia melihat Melisa telah terbangun dengan perempuan itu duduk di atas ranjang sambil memeluk lututnya dengan tubuh gemetar, tampak sedang menahan isakannya agar tidak terdengar oleh orang lain di tempat.
Maka Raka yang saat itu baru membuka sedikit gorden kini tidak melanjutkan gerakan tangannya dan dia hanya diam di tempatnya melihat Melisa yang tampak menangis.
Dia terdiam beberapa saat menatap perempuan itu sampai akhirnya dia memutuskan untuk meninggalkannya dan menunggu di depan UGD.
Sementara Melisa, ia menghabiskan sekitar 10 menit untuk menangis karena merasa begitu marah pada dirinya sendiri yang belum bisa mengobati traumanya pada Raka.
"Aku harus bangkit, perjalananku masih panjang," ucap Melisa sambil mengambil tasnya lalu dia pun mengambil ponsel dari sana dan melihat bahwa waktu menunjukkan pukul 16.00.
Makan Melisa segera turun dari tempat tidur dan membuka tirai yang menutupi tempat dia berada hingga seorang suster menghampirinya.
"Anda sudah bangun? Dokter masih hendak melakukan pemeriksaan lagi pada Nona, jadi Silahkan ikuti saya," ucap sang suster menunjukkan jalan pada Melisa, tetapi Melisa malah mengulurkan tangannya memegang lengan suster tersebut.
__ADS_1
"Maaf suster, tapi Siapa yang mengantar saya sampai di sini?" Tanya Melisa.
"Aku yang mengantarmu," ucap seorang pria dari belakang Melisa hingga Melisa pun berbalik menatap pria tersebut yang mana dia adalah Raka.
Saat itu, Melisa langsung menelan air liurnya yang terasa begitu keluh, dan dia sekarang menyadari bahwa dia berada dalam masalah besar karena telah mengacaukan rapat mereka dan bahkan telah menyita waktu pria itu hingga harus membuang-buangnya mengantar seorang bawahannya ke rumah sakit.
"Ah, Saya sangat minta maaf atas apa yang terjadi, mohon CEO menerima permintaan maaf saya," ucap Melisa sambil membungkuk 90 derajat pada pria yang ada di hadapannya sebab dia terlalu cemas bahwa dia mungkin akan segera dipecat dan rencananya akan berakhir di tengah jalan.
Tetapi Raka yang melihat Melisa, dia langsung berkata, "ikuti suster itu untuk melakukan pemeriksaan, Aku tidak mau ke depan-depannya kau pingsan di hadapanku lagi!!"
"Kau berani membantah atasanmu?!!" Tegas Raka dengan tetapan yang begitu tajam diarahkan pada Melisa hingga membuat Melisa tertegun di tempatnya, dan seperti di sihir, Melisa dengan cepat menganggukkan kepalanya lalu berbalik mengikuti suster yang mengarahkannya ke ruangan dokter.
Raka yang melihat kepergian Melisa kini menyepal kuat tangannya sebelum dia berbalik pergi meninggalkan Melisa untuk menunggu saja di ruang tunggu.
'Perempuan itu, Bagaimana bisa dia berpikir untuk melukai ayah dari anaknya sendiri? Atau jangan-jangan bukan Aku Ayah dari anaknya?' ucap Raka dalam hati yang kini merasa sangat terganggu, pria itu merasa dilema Dan Dia merasa bahwa kepintarannya telah menghilang digantikan kebodohan Setelah dia berurusan dengan Melisa.
__ADS_1
Bahkan, Raka terus memikirkan masalah itu selama beberapa jam sampai akhirnya Melisa kembali menemuinya namun dia masih belum mendapatkan keputusan yang tepat.
"Pemeriksaannya sudah selesai, kita bisa pulang sekarang," ucap Melisa pada Raka ketika dia telah berada di hadapan pria itu.
Raka pun menatap Melissa selama beberapa saat sebelum dia berdiri lalu mereka pergi menuju mobil Raka.
"Apa kata dokter?" Tanya Raka ketika mereka telah duduk di dalam mobil hingga membuat Melisa Mengerutkan keningnya.
"Saya rasa saya tidak perlu menjelaskannya pada bapak, karena ini masalah pribadi saya," ucap Melisa langsung membuat Raka menyipitkan matanya menatap Melisa.
"Aku ini bos mu, dan kalau kau sakit pekerjaanku akan terganggu!" Tegas Raka langsung membuat Melisa tersentak kaget karena Ini pertama kalinya ia mendapati seorang atasan yang begitu ingin tahu dengan apa yang terjadi pada bawahannya.
Meski begitu, Melisa yang tidak ingin berdebat dengan Raka, ia dengan cepat berkata, "semuanya baik-baik saja, Dokter bilang kalau aku hanya kelelahan saja dan sepertinya terkejut karena apa yang terjadi di hotel."
Ucapan Melissa langsung membuat Raka menatap ke arah kaki Melisa, dan dia bisa melihat kaki yang mulus terawat itu sudah disentuh-sentuh oleh seorang pria hingga membuatnya sangat kesal.
__ADS_1
Meski begitu, Raka tidak mengatakan apapun dan berniat menyelesaikan masalah itu setelah dia berpisah dengan Melisa.