Satu Malam Dengan Pria Asing

Satu Malam Dengan Pria Asing
34


__ADS_3

Drrtt... Drrtt... Drrr....


Raka melihat ke arah ponselnya yang bergetar lalu pria itu pun mengambil ponselnya dan mematikan alarm yang ia pasang pada pukul 09.00.


Setelah itu, Raka mengambil jasnya dan pergi meninggalkan ruangannya.


Pria itu menaiki sebuah mobil yang mengantarnya ke sebuah sekolah di mana Fernando bersekolah.


Setelah turun dari mobil, Raka melihat ke arah seorang perempuan yang saat itu sedang berbincang-bincang dengan banyak orang tua murid.


Raka pun tidak berniat untuk menghampiri perempuan itu, tetapi dia hanya melihat ke dalam sekolah sebelum dia berjalan menuju pintu besar dan menghampiri seorang guru yang sedang berjaga.

__ADS_1


"Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?" Tanya guru perempuan yang ada di sana dengan tatapannya berbinar-binar menatap Raka karena ketampanan Raka berhasil menghipnotisnya.


"Aku di sini untuk menemui Putraku, namanya Fernando," ucap Raka.


"Fernando?" Sang guru terkejut ketika melihat pria yang ada di depannya ternyata ayah dari pria berumur 4 tahun di sekolah mereka yang sangat pintar.


"Ah,, ya, biar saya antar," ucap Sang guru segera mengantar Fernando memasuki sekolah.


"Saya tidak menyangka bahwa ternyata Fernando memiliki Ayah yang sangat tampan seperti anda, pantas saja dia juga terlihat tampan dan kalau dilihat-lihat wajah kalian memang sangat mirip. Fernando juga adalah anak yang sangat pintar di sekolah kami, bahkan baru pertama kali ini kami menerima seorang siswa berumur 4 tahun yang kepintarannya sudah melebihi siswa SMA di sekolah kami!! Karena bakatnya yang terlalu luar biasa, kepala sekolah memutuskan memberinya beasiswa dan memberikan kelas khusus untuknya," ucap Sang guru yang benar-benar bangga terhadap Fernando.


Mereka berdua terus berjalan selama beberapa menit sampai akhirnya mereka tiba di lantai 3 dan berdiri di sebuah pintu yang tidak ditutup lalu melihat seorang anak kecil yang sedang belajar bersama dengan seorang pria yang merupakan guru di tempat itu.

__ADS_1


"Karena kepintarannya terlalu khusus, maka kami memberikan ruang khusus untuk nya di sini, hanya dia satu-satunya siswa yang belajar dalam satu kelas. Kecuali pada mata pelajaran lain yang membutuhkan interaksi dengan anak-anak, maka dia akan bergabung dengan anak-anak dari kelas lain misalnya menghadiri kelas olahraga. Selain itu, kami juga mengetahui dari istri anda bahwa dia tidak suka bersosialisasi dan sulit berkonsentrasi jika ada banyak orang di sekitarnya Oleh sebab itu kepala sekolah memberikannya tempat khusus di sini." Ucap Sang guru langsung membuat Raka mengangkat sebelah alisnya menatap guru tersebut.


Kata istri yang diucapkan oleh guru itu benar-benar terngiang-ngiang di dalam kepala Raka.


Beberapa saat menatap Sang guru, Raka kemudian mengalihkan pandangannya pada seorang murid yang sedang sibuk dengan pelajarannya, terlihat anak kecil itu tidak berbicara, namun terlihat sekali Dia sangat fokus pada pelajarannya.


"Jam berapa dia pulang?" Tanya Raka membuat Sang guru merasa keheranan karena dia tidak mengerti mengapa ayah dari Fernando tidak mengetahui kapan anaknya akan pulang.


Meski begitu, sang guru tidak menanyakan hal aneh yang ada di pikirannya dan dia hanya menjawab pertanyaan Raka, "Karena Dia masih berumur 4 tahun, jadi dia akan pulang pada pukul 11.00 nanti. Ah,, 1 jam lagi akan ada waktu istirahat baginya, jadi Anda bisa berbincang-bincang dengannya."


Raka mengganggukan kepalanya dengan pelan lalu pria itu pun terus berdiri di tempatnya menatap ke arah pria kecil yang tampak sibuk mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh gurunya.

__ADS_1


Raka juga bisa melihat Sang guru beberapa kali mengajak Fernando berbicara, tetapi pria kecil itu tak pernah membuka mulutnya seolah-olah Dia adalah anak yang tak dapat berbicara.


Hal itu membuat Raka mengerutkan keningnya, 'Apakah dia sangat pintar tapi tidak bisa berbicara?' pikir Raka dalam hati sambil mengepal kuat tangannya.


__ADS_2