Satu Malam Dengan Pria Asing

Satu Malam Dengan Pria Asing
54


__ADS_3

Setelah Novia mengetahui apa yang telah terjadi pada putrinya di 5 tahun yang lalu, maka perempuan itu menjadi sangat sedih mengingat penderitaan putrinya.


Novia dan suaminya terdiam dalam kamar mereka untuk waktu yang lama tanpa ada sedikitpun niat untuk berbicara satu sama lain.


Tok tok tok...


Tiba-tiba saja pintu kamar diketuk oleh seseorang hingga Novia bersama suaminya menatap ke arah pintu kamar mereka sebelum Novia berdiri lalu pergi membuka pintu.


Setelah pintu terbuka, didapatinya Melisa sedang berlari di depan kamar dengan mata yang sembab, "Bisakah aku berbicara dengan ibu dan ayah sebentar?" Tanya Melisa.


"Tentu saja sayang, masuklah," ucap Novia langsung membiarkan Melisa masuk ke dalam kamar hingga Melisa pun pergi menghampiri ayahnya yang duduk di sofa.


Setelah duduk, Melisa menatap ayah dan ibunya selama beberapa saat sebelum dia tertunduk dengan kedua tangannya saling meramas.


"Maaf, Aku tahu aku salah karena sudah menyembunyikan masalah 5 tahun yang lalu, tapi aku hanya tidak ingin kalian menjadi khawatir. Sekarang ini aku baik-baik saja, dan Aku berusaha untuk terus menjaga Putraku supaya dia tumbuh menjadi anak yang normal seperti anak-anak yang lainnya," ucap Melisa dengan suara yang serak langsung membuat Novia berpindah duduk ke samping.


Novia memeluk putrinya dengan sangat erat, karena dia tahu bagaimana beratnya situasi yang dihadapi oleh putrinya selama 5 tahun terakhir sampai harus mengkonsumsi obat dan bolak-balik ke rumah sakit.

__ADS_1


"Maafkan ayah dan ibu yang juga tidak peka, kami berdua telah gagal menjadi orang tua yang bisa melindungimu." Ucap Novia yang merasa sangat menyesal atas apa yang menimpa Putri mereka.


"Ini bukan salah ayah dan ibu, Ini adalah salahku yang tidak bisa melihat sifat seseorang sampai aku menikah dengan orang yang salah," kata Melisa sambil menyeka air matanya.


Mendengar ucapan putrinya, maka Hardi akhirnya menghela nafas dengan sangat berat, "tidak ada yang perlu minta maaf, lagi pula sekarang semuanya sudah terjadi dan sekarang kita sudah memiliki Fernando. Yang harus kita lakukan sekarang adalah memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya," ucap Hardi yang tidak mau menyalakan siapa-siapa, karena dia tahu anaknya juga sangat berat menjalani masa-masa 5 tahun terakhir, jadi menambah beban perempuan itu bukanlah sesuatu yang patut dilakukan.


Mendengar ucapan ayahnya, maka Melisa akhirnya mengangkat wajahnya menatap ayahnya, perempuan itu agak terkejut karena ayahnya sama sekali tidak marah.


"Ayah,, Terima kasih Ayah," kata Melisa sambil menyeka air mata yang berderai di pipinya.


"Itu,," Melisa mengepal kuat tangannya dan dia merasa ragu untuk menceritakannya pada ayahnya sehingga dia terdiam dalam perasaan dilemanya.


"Sayang," Novia mengulurkan tangannya memegang erat tangan putrinya, "jangan menyembunyikan sesuatu apapun dari ayah dan ibu. Sebuah masalah jika dipikirkan oleh banyak orang akan lebih cepat terselesaikan daripada kau sendirian menghadapi masalahnya," ucap Novia.


Melisa pun menatap Ibunya, dan dia tahu apa yang dimaksud oleh ibunya sebab 5 tahun yang lalu semuanya juga menjadi begitu buruk karena dia tidak terbuka pada ayah dan ibunya sehingga melihat Melisa akhirnya mengganggu kan kepalanya.


"Ibu benar, aku harus menceritakannya pada ayah dan ibu. Tapi,, aku sudah mengambil keputusan yang salah, awalnya aku masuk ke perusahaan itu untuk memberi pelajaran pada raka, tetapi sekarang, sepertinya aku sudah terjebak dengan pria itu," ucap Melisa sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan menangis di depan ayah dan ibunya.

__ADS_1


Saat ini pikirannya tertuju pada berkas yang telah Ia tanda tangani yang mengharuskannya menjadi karyawan di perusahaan ke Raka untuk waktu yang sangat lama.


"Ceritakanlah pelan-pelan," ucap Hardi dengan perasaan cemasnya.


Melisa berusaha menenangkan dirinya sampai akhirnya perempuan itu kembali menatap ayahnya, "aku tidak sengaja melakukan kesalahan di kantor, dan Raka memaksaku untuk menandatangani sebuah surat perjanjian yang mengharuskanku bekerja di perusahaannya untuk waktu yang sangat lama, jadi aku rasa Aku tidak bisa terlepas dari pria itu. Saat ini aku juga sangat cemas kalau suatu saat nanti Fernando akan direbut dariku," ucap Melisa sembari nanya ke air matanya yang entah kenapa tak pernah berhenti mengalir di pipinya.


"Apa?!" Hardi sangat terkejut dengan apa yang ia dengar.


Novia pun tak kalah terkejut, "Bagaimana bisa Raka begitu kejam padamu?" Ucap Novia yang tak menyangka bahwa ternyata putrinya benar-benar terjebak oleh Raka.


"Aku tidak tahu lagi apa yang harus kulakukan," kata Melisa sambil terisak di depan kedua orang tuanya.


Hardy pun sangat terkejut, pria itu terdiam memikirkan masalah putrinya sampai dia akhirnya berkata, "kau jangan khawatir, biar Ayah yang menemui pria itu dan berbicara dengannya. Besok, kau tidak perlu pergi bekerja, bahkan seterusnya tidak usah pergi ke kantor pria itu!"


"Ayah," Melisa sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh ayahnya, karena saat ini dia khawatir ayahnya mungkin akan mendapat sesuatu yang buruk karena ulah Raka.


"Sudahlah, Jangan pikirkan lagi dan kembali lagi ke kamarmu untuk istirahat, besok kau harus bangun dan mengurus Fernando," kata Hardy sambil berdiri lalu pergi meninggalkan Melisa dan Novia.

__ADS_1


__ADS_2