
"Selamat datang, silakan ikuti saya," ucap salah seorang pelayan restoran ketika Melisa dan Raka memasuki restoran yang akan menjadi tempat rapat mereka bersama salah seorang klien dari sebuah perusahaan yang cukup terkenal di negara mereka.
Maka Melisa dan Raka segera mengikuti pelayan tersebut hingga mereka tiba di sebuah ruangan private yang membuat Melisa sangat terkejut karena ternyata perempuan yang ada di sana adalah teman sekolahnya dulu.
"Melisa!" Ucap perempuan bernama Selena.
"Selena!" Kata Melisa juga sangat senang melihat Selena hingga kedua perempuan itu berpelukan selama beberapa saat.
"Aku tidak menyangka kita akan bertemu di sini, duduklah," ucap Selena segera menarikan kursi untuk Melisa tepat di samping kursinya hingga membuat Raka mengerutkan keningnya.
Ekspresi Raka pun dilihat oleh Melissa, tetapi perempuan itu mengabaikannya dan hanya duduk di samping Selena sambil berkata, "Apa kau sendirian saja?"
__ADS_1
"Iya, aku sendirian saja, oh ya dan ini adalah proposal yang telah kami siapkan. Maaf sekali hari ini Tuan ang tidak bisa datang karena ada Hal mendasar yang harus ia kerjakan," kata Selena langsung membuat Melisa menganggukkan kepalanya sambil melirik ke arah Raka yang tampaknya tidak senang.
Bagaimana lagi, tadi ketika berbicara dengan Raka, Melisa sudah mengatakan bahwa tuang ang mempercepat jadwalnya, tapi ternyata masih ada halangan yang membuat pria itu tidak bisa datang.
Karena merasa cemas Raka akan semakin marah, maka Melisa segera berdiri sambil berkata, "Aku harus duduk di sana."
Melihat wajah Melisa yang tampak tertekan, maka Selena menganggukkan kepalanya dan tidak berniat mencegah perempuan itu sehingga Selena Hanya duduk dan memulai persentasenya pada dua orang yang ada di hadapannya.
Selena menjelaskan berbagai hal pada proposal yang mereka miliki, Raka hanya diam saja menatap berkas yang ada di tangannya dan tanpa sekalipun mengangkat wajahnya menatap Selena.
"Proposal ini tidak terlalu jelas, Tolong perbaiki lagi dan kita bisa bertemu di lain waktu," ucap Raka sambil berdiri lalu pria itu langsung berjalan keluar dari ruangan dengan Melisa yang kini gelagapan harus berkata apa.
__ADS_1
'Astaga pria itu,' Melisa melirik ke arah Selena dengan raut wajah penuh rasa bersalah Melisa mengambil kartu namanya lalu meletakkannya di atas meja, "Maafkan aku, nanti hubungi aku di sini. Aku akan berusaha meyakinkan pria itu supaya mau berubah pikiran." Ucap Melisa.
Setelah berbicara, Melisa dengan cepat mengambil berkas yang ada di atas meja lalu meninggalkan Selena sendirian.
Selena hanya mengganggukan kepalanya dengan pelan sambil melirik Melisa yang kini berlari keluar dari ruangan mengejar Raka.
Begitu tiba di luar restoran, Raka menghentikan langkahnya sebelum dia berbalik menatap Melisa, "pergi dengan mobil lain!" Perintah Raka sebelum pria itu memasuki mobil meninggalkan Melisa yang kini terdiam di tempatnya tanpa bisa berkata apa-apa.
'Memangnya Apa salahku? Bukan salahku ketika aku sudah berbicara dengan klien dan ternyata mereka membohongiku!!' Gerutu Melissa dalam hati sebelum dia menghela nafas dan hendak pergi untuk mencari taksi saat Selena yang ada di belakangnya kini berlari menghampirinya.
"Kau ditinggalkan? Bagaimana kalau aku memberimu tumpangan?" Ucap Selena langsung membuat Melisa menghela nafas dengan panjang.
__ADS_1
"Tidak perlu, aku merasa sangat tidak enak padamu atas apa yang dilakukan oleh bosku." Ucap Melisa yang saat ini sama sekali tidak memiliki muka untuk menatap Selena.
"Jangan khawatir, aku tahu menghadapi seorang atasan memang gampang-gampang susah, jadi sekarang ayo pergi biar ku antar. Masalah pekerjaan bisa kita pikirkan nanti," ucap Selena segera menarik Melisa menuju mobilnya hingga mau tak mau Melisa akhirnya pergi bersama dengan perempuan itu.