
Saat Darren sedang berada di sebuah tempat memperbaiki HP, Setelah dia menitipkan ponselnya selama 2 hari akhirnya dia bisa mengambil ponselnya.
Daren segera memeriksa ponselnya, dan pria itu mengerutkan keningnya ketika ia melihat ada sebuah panggilan telepon yang masuk di hari di mana ponselnya dirusak oleh Chintya.
"Ini? Heh,,," Daren tersenyum miring sebelum dia menekan tombol panggil pada nomor ponsel tersebut.
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
*Silakan tinggalkan pesan suara setelah bunyi beep karena nomor yang anda tuju sedang tidak dapat menerima panggilan telepon.*
__ADS_1
Mendengar suara operator, maka Daren segera mereject panggilan telepon itu lalu dia mengirim sebuah pesan pada Melisa.
*Dalam 5 menit, telpon aku atau aku akan mendatangi orang tuamu dan membongkar tentang putramu!*
Setelah mengirim pesan itu, maka Daren segera duduk di salah satu kursi yang terletak tak jauh darinya.
Pria itu duduk sambil melihat-lihat ponselnya sampai akhirnya sebuah panggilan telepon dari Melisa langsung membuat Daren mengangkat panggilan telepon itu.
"Halo sayang," ucap Daren penuh dengan kebahagiaan.
Ucapan Melisa langsung membuat Daren tertawa terbahak-bahak, "ha ha ha... Sayangku, kau bisa berbicara seperti, tapi kau sanggup saja melakukannya. Ah,, kirimkan aku 500 juta dalam satu minggu atau kalau tidak aku akan segera menghampiri orang tuamu dan memberitahukan segala sesuatu yang terjadi pada 5 tahun yang lalu agar mereka tahu bahwa anak kesayangan mereka telah berzina dengan seorang pria asing. Ahh,, juga putramu dengan pria asing itu, cukup mudah untuk menemukan kalian bukan? Aku menebak, dia pasti bersekolah di sekolah yang paling dekat dengan rumah kalian!!" Ucap Daren dengan senyuman penuh kemenangan.
__ADS_1
Sementara Melisa yang mendengarkan ucapan Daren, dia mengepal kuat tangannya, "Jangan berpikir aku akan memberikanmu uang, dan Jangan berpikir untuk datang menghancurkan keluargaku!! Atau kalau tidak, aku akan memburumu, bahkan sampai kau mati!!!" Tegas Melisa dengan kemarahaannya sambil mengulurkan tangannya berpegangan pada pembatas tangga darurat.
"Benarkah? Ha ha ha.... Kalau begitu lihat saja, dalam satu minggu,, ah, Aku tidak terlalu buru-buru jadi Aku akan memberimu waktu dua minggu untuk mentransfer 500 juta ke rekeningku. Sampai 2 minggu itu habis dan aku tidak menerima uangnya, Maka jangan harap kau bisa hidup bahagia bersama dengan putramu dan kedua orang tuamu!!!" Tegas pria dari seberang telepon sebelum panggilan telepon diakhiri langsung membuat Melisa runtuh di lantai.
Perempuan itu gemetar memegangi ponselnya dan dia benar-benar ketakutan jika sampai pria itu benar-benar datang menemuinya dan menghancurkan kebahagiaannya.
Melisa terdiam selama beberapa menit sebelum dia memaksakan dirinya untuk berpura-pura kuat lalu meninggalkan tangga darurat untuk kembali bekerja.
Tetapi perempuan itu menghentikan langkahnya saat melihat Raka yang berjalan ke arahnya.
Maka Melisa dengan cepat membungkuk pada Raka.
__ADS_1
Raka pun mengerutkan keningnya melihat wajah Melisa yang tampak pucat dan tubuh Perempuan itu masih agak gemetar, Tetapi dia tidak mengatakan apapun dan hanya melewati Melisa untuk pergi ke ruang rapat.
'Ya Tuhan,, ini sangat sulit bagiku,' ucap Melisa ketika dia sudah dilewati oleh Raka lalu perempuan itu segera pergi meninggalkan tempat tersebut untuk kembali ke meja kerjanya.