
Mabil yang ditumpangi oleh Melisa, Fernando dan juga Novia Kini akhirnya tiba di parkiran Dufan, lalu ketiga orang itu segera memasuki area pengambilan tiket sebelum pergi untuk mencari roller coaster.
Sambil berjalan menuju wahana roller coaster, Melisa memperhatikan sekitarnya karena dia mencari jajanan untuk putranya yang khas dengan anak-anak.
Sehingga ketika Melisa melihat permen kapas, maka Melisa pun langsung menatap Fernando, "sayang, Bagaimana kalau kita membeli permen kapas yang ada di sana?" Tanya Melisa sambil menunjuk ke arah penjual permen kapas yang saat itu banyak anak-anak mengantri untuk membelinya.
Fernando pun mengikuti arah telunjuk Ibunya dan mengerutkan keningnya melihat keramaian yang ada di sana.
"Apakah ibu mau membelinya? Kalau begitu biar ku temani," ucap Fernando yang sama sekali tidak tertarik dengan apa yang diperlihatkan oleh ibunya, tetapi pria itu masih tetap mau pergi ke sana Jika ibunya memang menginginkannya.
Tetapi ucapan Fernando malah membuat Melisa dan Novia mengeryit menatap pria kecil itu. Pria kecil itulah yang ditawari, namun tampaknya Fernando tidak tertarik.
"Sayang, Ibu bertanya apakah kau mau atau tidak," ucap Melisa.
"Tidak, aku tidak mau," ucap Fernando sambil membuang muka dan melihat ke arah roller coaster yang menjulang tinggi di langit.
"Ah, baiklah," Melisa akhirnya menganggukkan kepalanya lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka dengan Melisa yang terus melihat sekitarnya untuk mencari sesuatu yang mungkin disukai oleh Fernando.
'Putra ku tidak akan menyukai sesuatu yang ditujukan untuk anak-anak, Bagaimana kalau yang ditujukan untuk orang dewasa?' kata Melisa dalam hati sambil memperhatikan sekitarnya dan melihat ada jajanan seafood pedas.
Maka Melisa kembali menatap putranya dengan wajah bersemangat sambil berkata, "Bagaimana kalau kita membeli jajanan yang ada di sana? Ada banyak orang yang mengantri! Mungkin rasanya enak."
Fernando pun melihat ke arah yang ditunjuk oleh ibunya sebelum berbalik menatap ibunya, "Ibu mau makan itu? Kalau begitu ayo kita pergi ke sana," ucap Fernando membuat Melisa kembali menghela nafas dengan pelan.
'Hah,,, Putraku benar-benar sulit untuk dihadapi,' ucap Melisa dalam hati sambil melangkahkan kaki menuju penjual seafood pedas.
Maka Ketiga orang itu pun mengantri bersama-sama dengan Fernando yang tampak risih karena ada banyak orang yang ada di sekelilingnya, Tetapi dia tetap berusaha menahan diri karena tidak mau membuat ibunya cemas.
Fernando menahan rasa risihnya selama beberapa waktu sampai akhirnya giliran mereka untuk membeli kini telah tiba.
"Sayang, kau mau yang mana?" Tanya Melisa sambil memperlihatkan daftar menu yang dijual di tempat itu.
Awalnya Fernando tidak berniat untuk memakan makanan itu, karena dia pun masih merasa kenyang sebab jam makan siang masih ada satu jam lagi, tetapi ketika dia melihat mata ibunya yang tampak berbinar-binar menatapnya, maka Fernando pun menunjuk satu gambar secara sembarangan.
__ADS_1
"Aku mau yang ini, tapi tidak terlalu pedas," ucap Fernando membuat Melisa menganggukkan kepalanya.
"Siap Tuan!" Kata Melisa sebelum dia berbicara dengan pelayan yang ada di sana dan Novia pun memilih menu yang ia inginkan Sebelum mereka berpindah untuk menunggu nomor antrian mereka disebut.
Setelah menunggu 15 menit, akhirnya pesanan mereka bertiga telah siap lalu ketiganya pun segera duduk di bangku yang disediakan di sana dan menikmati makanan mereka.
"Apakah ibu senang?" Tanya Fernando pada ibunya yang terlihat menikmati makanannya.
Melisa agak aneh mendengar pertanyaan putranya, sebab seharusnya dialah yang bertanya seperti itu pada putranya, tetapi sekarang malah kebalikannya.
Meski begitu, Melisa tetap menganggukkan kepalanya, "tentu saja senang, ibu senang melihatmu makan dengan lahap," ucap Melisa.
Fernando menyipitkan matanya mendengarkan ucapan ibunya sebelum dia kembali melihat makanannya, 'Benar, seorang ibu akan senang kalau melihat anaknya senang,' ucap Fernando dalam hati sebelum dia melanjutkan makannya dengan begitu lahap hingga membuat Melisa menjadi sangat senang.
Maka ketiga orang itu menghabiskan makanan mereka sebelum lanjut menuju wahana roller coaster.
Tetapi ketika mereka tiba di wahana roller coaster, ketiganya harus kecewa karena ternyata anak berusia 4 tahun tidak diizinkan menaiki roller coaster tersebut.
Melisa dengan cepat menggelengkan kepalanya, "tentu saja Tidak, ibu tidak akan pernah naik tanpa Putra ibu, Jadi sekarang ayo kita pergi mencari wahana lain," ucap Melisa sambil berjalan meninggalkan wahana roller coaster.
Maka mereka pun memutuskan menaiki kincir raksasa dan wahana-wahana lainnya yang terlihat menyenangkan.
Mereka semua bersenang-senang sampai akhirnya ketiganya merasa lelah dan memilih beristirahat.
"Ibu mau ke toilet," ucap Novia yang saat itu sudah tidak tahan untuk menggunakan toilet.
"Ah,, kalau begitu kita ke toilet dulu sebelum makan," ucap Melisa langsung membuat ketiga orang itu segera pergi ke toilet.
Saat tiba di toilet, toiletnya dipisah antara pria dan wanita sehingga Fernando tidak mau masuk ke toilet wanita dan menatap ibunya dengan tatapan serius, "Aku tidak mau menggunakan toilet, jadi aku akan menunggu saja di sini," kata Fernando.
Melisa yang mendengarkan itu, ia kini mengeryit, ia berpikir selama beberapa saat sebelum berkata, "kalau begitu Ibu dan nenek akan bergantian masuk ke toilet."
Fernando mengganggukan kepalanya dan membiarkan Melisa serta Novia melakukan apapun yang mereka sukai.
__ADS_1
Saat mereka Sementara menunggu, ada seorang ibu-ibu yang datang bersama gadis kecil yang mana gadis kecil itu tertarik pada Fernando sehingga dia pun menghentikan langkahnya dan menatap Fernando dengan mata berbinar-binarnya.
"Ibu! Ibu masuk sendiri saja, aku mau tinggal di sini!!" Ucap gadis kecil yang umurnya sama dengan Fernando.
Ibu dari gadis kecil itu pun menatap ke arah Melisa dengan rasa bersalahnya, tetapi Melisa tersenyum sambil berkata, "Tidak apa-apa silakan masuk."
Sang ibu-ibu pun menganggukkan kepalanya sebelum dia berjalan meninggalkan putrinya.
Maka Melisa langsung berjongkok menatap gadis kecil yang tampak mengulurkan tangannya memegang pakaian Fernando.
"Siapa namamu?" Tanya Melisa sambil tersenyum memperhatikan putranya yang tampak tidak mengelak dipegang oleh anak gadis itu, padahal biasanya Fernando paling tidak suka bersentuhan dengan orang asing.
"Namaku Bella, namamu siapa?" Tanya Bella sambil menata Fernando masih dengan tatapan yang penuh kebahagiaan.
Fernando yang ditanyai kini menatap ke arah ibunya dengan pandangan yang tidak senang, tetapi senyuman ke pada putranya.
"Dia bertanya namamu," ucap Melusa sambil mengangkat sebelah alisnya dengan harapan putranya mau berbicara dengan gadis kecil yang ada di hadapannya.
Fernando pun terdiam beberapa saat memandangi Ibunya, dan pria kecil itu teringat akan apa yang ia lihat kemarin malam sehingga Fernando pun berpikir ibunya akan senang kalau dia mulai berbicara dengan orang lain.
Oleh sebab itu, Fernando menatap gadis kecil di hadapannya dan dengan suara yang serak ia berkata, "Fernando."
Melisa sangat senang melihat putranya yang baru saja berbicara hingga tanpa sadar perempuan itu menarik Fernando ke pelukannya dan menciumi pipi Fernando.
Cup!
"Kalian mainlah sebentar, itu ada taman kecil, Bagaimana kalau kalian pergi ke sana?" Ucap Melisa langsung membuat sang gadis kecil yang ada di sana menganggukan kepalanya dengan antusias.
Tanpa aba-aba, gadis kecil itu segera menarik tangan Fernando lalu menarik Fernando dan menjauhi Melisa hingga membuat Melisa terdiam di tempatnya dengan perasaan senang memandangi putranya.
'Akhirnya Putraku mulai membuka diri,' ucap Melisa dalam hati sambil memperhatikan Fernando yang tampak sangat terpaksa untuk bermain bersama dengan Bella.
Tetapi meski Melisa melihat wajah terpaksa putranya, Melisa tidak berniat untuk memisahkan kedua anak itu dan hanya ingin membiarkan putranya beradaptasi dengan orang baru.
__ADS_1