Satu Malam Dengan Pria Asing

Satu Malam Dengan Pria Asing
29


__ADS_3

Tetapi saat ini pria itu menghindari menyentuh bagian bawah kaki Melisa karena takut diinjak, namun kakinya langsung terulur menuju paha Melisa hingga membuat Melisa langsung menghentikan ucapannya dan mengangkat wajahnya menatap pria yang ada di depannya.


🪶🪶🪶


Melisa berkata, "Tuan--"


"Cukup!" Ucap Raka menyala ucapan Melissa sambil berdiri menarik Melisa ke sampingnya dan melihat sebuah kaki yang langsung tertarik di balik meja hingga membuat Raka semakin marah lagi.


"Kerjasama Ini dibatalkan, Saya akan menghubungi atasan kalian untuk masalah hari ini!" Ucap Raka sebelum dia berjalan pergi meninggalkan meja tersebut dengan Melisa yang kebingungan.


Tapi meski Melisa merasa bingung, perempuan itu tetap mengambil barang-barang mereka lalu mengikuti Raka dengan langkah yang sangat cepat, karena tidak mau tertahan oleh dua pria yang juga mengejar dari belakangnya.

__ADS_1


Saat mereka tiba di depan pintu lift dan menunggu lift terbuka, dua orang pria yang tadi bersama-sama dengan mereka kini telah tiba menyusul mereka.


Salah satu pria langsung berkata, "Tuan Raka, sepertinya ada kesalahpahaman di sini, kami belum mengatakan apa-apa terhadap bahan yang kalian ajukan, dan--"


"Aku tidak butuh pendapat kalian!" Tegas Raka dengan suara yang begitu dingin langsung membuat dua pria yang ada di sana kini ketakutan karena mereka akan mendapat amukan dari atasan mereka kalau sampai kerja sama tersebut dibatalkan.


Apalagi, mereka jauh-jauh datang dari luar negeri diutus langsung oleh pemimpin mereka, namun saat ini malah mengacaukan segalanya? Tentulah hal itu akan membuat mereka bukan hanya dipecat lagi, tapi akan mendapatkan denda tambahan dari perusahaan.


Dua pria yang ada di sana langsung membungkuk badan pada Raka, "tolong, tolong berikan kami kesempatan sekali lagi, kami pasti akan bekerja dengan sangat baik!" Tegas salah seorang pria dengan punggung yang gemetar.


Dia tak menyangka kalau ternyata pria tersebut menyadarinya dan sekarang membatalkan kerjasamanya juga karena demi melindunginya. Padahal, itu adalah kerjasama yang sangat penting untuk membuka peluang mereka di luar negeri.

__ADS_1


Tetapi Melisa belum mengatakan apapun ketika lift sudah terbuka dan tangannya langsung diraih oleh Raka lalu ditarik ke dalam lift.


Begitu pintu lift tertutup, barulah Melisa menyadari apa yang baru saja terjadi sehingga perempuan itu kemudian menatap Raka sambil berkata, "Pak,, Maaf, saya minta maaf, tapi saya rasa pekerjaan ini sangat penting untuk perusahaan, jadi sebaiknya--"


"Diam!" Sela Raka yang saat ini merasa begitu kesal pada Melisa dan juga pada dirinya sendiri.


Bagaimana tidak, dia marah pada perempuan itu karena perempuan itu telah datang untuk melakukan sebuah balas dendam padanya, namun dia juga tidak bisa menahan diri melihat perempuan itu dihina oleh dua pria tadi.


Tetapi Melisa yang ada di sana, dia masih tidak mengerti sehingga Melisa kembali lagi berkata, "maaf, saya akan merasa sangat bersalah kalau kerjasama yang penting Ini dibatalkan hanya demi saya, jad--"


"Apakah kau tidak mengerti bahasa manusia sehingga tidak tahu ketika aku menyuruh untuk diam!!" Bentak Raka pada Melisa langsung membuat Melisa kaget dan perempuan itu segera memegang erat-erat tas yang ada di tangannya dan tubuhnya kini menjadi gemetar.

__ADS_1


Kejadian 5 tahun yang lalu kembali lagi terputar di otaknya dan saat ini dia menjadi semakin sulit mengontrol dirinya karena dia berada satu lift dengan pria yang telah menolehkan luka begitu dalam padanya.


Perlahan-lahan keringat memenuhi sekujur kening Melissa sebelum perempuan itu merasa begitu pusing dan pandangannya menjadi sangat gelap sebelum dia tidak bisa menahan diri dan jatuh pingsan di dalam lift.


__ADS_2