Satu Malam Dengan Pria Asing

Satu Malam Dengan Pria Asing
51


__ADS_3

Saat ini, Melisa dan Raka sudah di ada di atas mobil untuk pergi ke sebuah restoran untuk bertemu dengan salah seorang klien yang akan membahas tentang sebuah proyek yang beberapa bulan lalu telah disepakati untuk dijalankan.


Seperti biasa, mobil begitu hening karena tidak ada satupun yang berbicara sebab ketika mereka berdua saja, maka hal pembicaraan hanya tentang sesuatu yang sangat penting.


Tetapi beberapa saat terus hening, ponsel milik Melisa yang diletakkan dalam tasnya tiba-tiba saja berdering sehingga Melisa dengan cepat merogoh tasnya.


Ketika melihat yang menelpon adalah guru dari sekolah Fernando, maka Melisa dengan cepat mengangkat panggilan telepon itu, "halo bu guru," ucap Melisa dengan suara yang begitu lembut dan juga pelan karena dia tidak mau mengganggu ketenangan pria yang bersama-sama dengannya.


"Maaf menelpon anda secara tiba-tiba, tetapi Saya hanya ingin memberitahu bahwa Fernando membutuhkan anda di sekolah. Tolong segera kemari," ucap perempuan dari seberang telepon langsung membuat wajah Melisa menjadi tidak tenang.


Sementara Raka yang duduk di kursinya, dia bisa mendengarkan perempuan yang berbicara dari seberang telepon sebab saat itu kondisi mobil sangat tenang dan jalanan juga sangat tenang, apalagi Melisa juga lupa mengecilkan volume ponselnya.


Oleh sebab itu, Raka menatap ke arah Melisa dan dia bisa melihat kegelisahan perempuan itu.


Dengan suara yang cemas, Melisa berkata, "Memangnya Apa yang terjadi sampai bu guru buru-buru sekali menghubungi saya?"


"Saat ini Fernando ada di dalam toilet, dan dia terus berteriak-teriak selama beberapa menit yang lalu, tidak ada satupun diantara kami yang berhasil menenangkannya, bahkan neneknya yang ada di sini juga tidak bisa." Ucap guru dari seberang telepon langsung membuat tangan Melisa menjadi gemetar memegang ponselnya karena dia sangat cemas pada putranya.


Maka Melisa pun mengakhiri panggilan telepon itu dan dengan wajah yang sangat pucat dia menatap ke arah Raka, "maaf, Bisakah saya minta izin untuk hari ini saja? Ada sesuatu yang terjadi," ucap Melisa dengan bibir yang gemetar.

__ADS_1


Raka pun mengangguk dengan pelan sambil melirik ke arah sopir, "pergi ke SD xx," perintah Raka langsung membuat Melisa melototkan matanya menatap Raka.


'Kenapa dia tahu sekolah Putraku?' ucap Melisa dalam hati yang kini semakin gemetar ketakutan, tetapi perempuan itu langsung membuang muka dari Raka dan memilih melihat keluar jendela.


Melissa terdiam selama beberapa waktu sampai akhirnya mobil tiba di sekolah Fernando lalu Melisa dengan buru-buru keluar dari mobil tanpa memikirkan kekhawatirannya kalau Raka akan melihat putranya.


Perempuan itu cepat-cepat pergi ke lantai 3 dan mendapati seorang guru yang langsung mengarahkannya ke arah toilet.


Maka Melisa dengan cepat berlari ke arah toilet dan ketika tiba di dalam toilet, Melisa melihat ibunya tampak sangat cemas menatap ke arah salah satu bilik toilet.


"Akhhh...! Akhhh...! Akhhh...!" Teriakan Fernando masih menggelegal di dalam toilet tersebut hingga membuat Melisa semakin cemas.


"Cepat tenangkan dia, dia sudah berteriak-teriak selama belasan menit," ucap Novia langsung membuat Melisa pergi mengetuk pintu bilik toilet.


Tok tok tok....


"Sayang, ini ibu, Ayo buka pintunya," ucap Melisa dengan suara yang lembut sambil memberi kode pada semua orang agar mereka meninggalkan toilet.


Maka semua orang yang ada di sana langsung bekerja sama dan meninggalkan toilet.

__ADS_1


Sementara Melisa yang ada di dalam toilet, ia kembali berkata, "semua orang sudah pergi, jadi Tolong buka pintunya sekarang, Ibu sangat cemas sampai Ibu gemetaran."


Fernando akhirnya menghentikan teriakannya, lalu pria kecil itu berdiri dan penampilan membuka bilik toilet hingga membuat Melisa dengan cepat menarik putranya ke pelukannya.


Dengan susah payah, Melisa menahan tangisannya sambil mengelus-ngelus punggung putranya.


"Siapa yang berani menyakiti Putra ibu?" Ucap Melisa dengan suara yang serak.


"Aku mau pulang, tidak mau lagi bersekolah!" Tegas Fernando sambil meneteskan air matanya.


"Ya, sayang, kita pulang sekarang," kata Melisa segera menggendong putranya lalu membawa pria itu keluar dari toilet.


Melisa tidak peduli lagi dengan semua orang yang melihat mereka, Bahkan Raka yang juga ada di tempat itu tidak diperdulikan lagi oleh Melisa, dia hanya pergi membawa putranya diikuti oleh semua orang yang merasa cemas pada Fernando.


Novia pun berlari menyusul Putrinya dan dengan cepat pergi ke arah mobil lalu membuka pintu mobil sebelum mereka semua naik ke atas mobil lalu meninggalkan sekolah.


Di dalam mobil, Melisa yang meletakkan Fernando di pangkuannya kini mengelus kepala putranya sambil berkata, "jangan khawatir, Ibu ada di sini."


Fernando sama sekali tidak menjawab, pria kecil itu terus saja terdiam dalam pelukan ibunya sambil menyembunyikan wajahnya dilekukan leher Melisa.

__ADS_1


__ADS_2