
Melisa menjabat tangan pria yang lainnya, tetapi sama seperti sebelumnya, pria itu juga bersikap sangat tidak sopan pada Melisa hingga membuat Melisa menggertakkan giginya, lalu dia pun memperkuat cengkraman tangannya pada pria itu.
🧑🚒🧑🚒🧑🚒
"Ah!" Sang pria menggerutu sesaat, tetapi Melisa dengan cepat melepaskan jabatan tangan mereka sebelum Melisa duduk dengan tenang.
Raka menyipitkan matanya menatap Melisa dan dia tak menyangka bahwa Melisa akan bertindak seperti itu, namun dalam hatinya dia merasa senang melihat tindakan Melisa, namun tetap saja dia marah pada dua orang pria yang ada di hadapannya.
"Kalau begitu kita mulai rapatnya, ini adalah dokumen yang telah kami siapkan," ucap Melisa segera memberikan dua kopian dokumen pada pria yang ada di hadapannya sebelum dia duduk dengan tenang memperhatikan dua pria itu.
Raka yang duduk di tempatnya kini tidak bernafsu lagi untuk melanjutkan rapat mereka hingga pria itu hanya diam saja.
__ADS_1
Sikap Raka tersebut membuat Melisa kebingungan menatap Raka, Karena seharusnya rakalah yang menjelaskannya, bukan dirinya.
Namun, setelah beberapa saat menunggu, Melisa akhirnya mengambil alih dan menjelaskan segala sesuatu yang tercetak dalam dokumen itu.
'Perempuan ini?' Raka mengerutkan keningnya menatap Melisa, dan dia tak menyangka bahwa Melisa akan berbicara dengan sangat lancar, bahkan susunan kata yang diucapkan Melisa benar-benar bagus.
Apalagi Raka mengetahui bahwa perempuan itu baru mendapatkan bahan rapatnya beberapa jam Sebelum rapat mereka hari ini, namun Melisa tampak sangat menguasainya dengan baik.
Melissa pun terus berbicara sambil menatap dua pria di depannya, lalu salah seorang pria menatapnya sambil tersenyum hingga membuat Melisa merasa sangat kesal.
Meski begitu, Melisa tetap bersikap tenang dengan kaki yang terus didiamkan, Melisa kemudian berkata,"Selanjutnya mengenai--"
__ADS_1
"Akhh!!!" Tiba-tiba sang pria berteriak kesakitan sambil mengulurkan tangannya ke bawah meja memegang kakinya karena kaki pria itu diinjak dengan keras oleh Melisa.
Melisa merasa sangat senang, tetapi dia berpura-pura berkata, "anda baik-baik saja? Ah,, sepertinya pemilik restoran ini tidak menjaga ketenangan para pelanggannya sampai di bawah meja ada kucing yang berkeliaran. Dia juga menyentuh kaki saya, Apakah kucingnya menggigit anda? Perlu saya panggilkan ambulans?"
Ucapan Melissa langsung membuat sang pria merasa sangat marah, tetapi dia tetap menahan amarahnya sambil berkata, "tidak, kucing itu tidak menggigit saya, hanya mengejutkan saya."
Melisa mengganggu kan kepalanya sambil mengukir senyumannya, "syukurlah kalau begitu, Sekarang mari kembali fokus pada berkas yang sudah saya berikan," kata Melisa sebelum tertunduk melihat kembali berkas yang ada di tangannya lalu dia pun lanjut menjelaskannya pada dua orang yang ada di sana.
Raka yang melihat itu kini mengukir sebuah senyum tipis, dan dalam hatinya pria itu merasa bangga pada Melisa karena bisa menghadapi dua pria mesum yang ada di hadapan mereka.
Tetapi pria yang telah diinjak kakinya oleh Melisa, dia sekarang tidak fokus lagi pada pekerjaan dan saat ini dia merasa begitu dendam pada Melisa hingga sekali lagi pria itu mengulurkan kakinya menyentuh kaki Melisa.
__ADS_1
Tetapi saat ini pria itu menghindari menyentuh bagian bawah kaki Melisa karena takut diinjak, namun kakinya langsung terulur menuju paha Melisa hingga membuat Melisa langsung menghentikan ucapannya dan mengangkat wajahnya menatap pria yang ada di depannya.