
Setelah tiba di kamar, Melisa mendudukkan putranya di sofa yang terletak di balkon kamar Melisa sebelum perempuan itu pergi mengambil sebuah koper kecil yang diletakkan di atas lemari.
'Hah,, aku sangat cemas mengambil benda ini,' ucap Melisa dalam hati yang kini merasa sangat tidak tenang dalam hati.
Meski begitu, Melisa tetap menarik koper itu dari atas lemari sebelum dia mengelap sedikit debu yang ada pada koper itu.
Setelah mengambil koper itu, Melisa kemudian membawanya ke arah balkon dan menatap putranya yang tampak penasaran dengan koper yang ia bawa.
"Koper ini tak pernah ibu bawa dari rumah ini, sebelum kau lahir sampai sekarang ibu juga belum pernah membukanya," ucap Melisa sambil membuka koper yang ada di atas meja.
Fernando tidak mengatakan apapun, tapi pria kecil itu hanya diam memandangi Apa yang dilakukan oleh ibunya sampai kopernya pun terbuka.
Melisa langsung merasakan kepalanya berputar hebat, dia dengan gemeter mengambil sebuah album yang terletak di koper tersebut.
Namun saat itu, sesuatu yang benar-benar mengerikan kembali terputar di otak Melisa hingga membuat pandangannya menjadi gelap dan sadar lagi apa yang terjadi.
"Ibu!!" Teriak Fernando ketika ia melihat ibunya tiba-tiba saja terjatuh ke lantai dan tergeletak di lantai dengan wajah yang sangat pucat.
Pria kecil itu berusaha membangunkan ibunya dengan menggoyang-goyangkan badan ibunya, "bangunlah Bu!! Cepat bangun!!" Teriak Fernando dengan suara yang sangat cemas.
Setelah beberapa saat terus berusaha membangunkan ibunya, Fernando akhirnya menyerah karena Melisa tidak bangun.
Pria kecil itu kemudian berlari meninggalkan kamar sambil berteriak, "nenek!! Nenek!!"
__ADS_1
Novia yang saat itu berada di lantai bawah sedang menonton TV, ia langsung tersentak kaget mendengar teriakan histeris cucunya sehingga dia dengan cepat pergi menghampiri cucunya yang saat itu sudah berada di tangga.
"Ada apa sayang?" Tanya Novia dengan cemas.
"Ibu pingsan!!" Ucap Fernando dengan mata yang sudah berkaca-kaca karena menahan air matanya.
"Apa?!" Novia langsung berlari mengikuti putranya ke arah kamar hingga mereka tiba di balkon dan melihat Melisa benar-benar tergeletak di lantai dalam keadaan tak sadarkan diri.
"Cepat ambil ponsel ibumu!" Perintah Novia pada cucunya sembari dia menggeser kursi dan meja yang menjepit putrinya.
Fernando pun segera mencari ponsel milik ibunya sebelum dia menghampiri neneknya lalu menyerahkan ponsel tersebut.
Novia cepat-cepat memasukkan sandi ponsel itu sebelum dia menghubungi 110 untuk meminta bantuan.
Tetapi perempuan itu tak kunjung bangun hingga membuat Novia semakin cemas.
Mereka menunggu sekitar 5 menit sampai akhirnya suara ambulans terdengar sangat mendekat lalu Fernando dengan cepat berlari turun ke lantai bawah lalu membuka pagar.
Fernando melambaikan tangannya ke arah ambulans yang melaju cepat ke arahnya.
Setelah para petugas ambulans turun, maka Fernando pun segera berlari ke dalam rumah diikuti oleh para petugas ambulans sampai mereka tiba di atas rumah.
"Tolong putri saya!" Tegas Novia pada petugas ambulans yang sudah datang bersama Fernando.
__ADS_1
Para petugas pun dengan cepat melakukan tugas mereka sebelum Melisa dibawa ke tempat tidur.
"Tidak perlu khawatir, dia hanya pingsan biasa. Tapi setelah pingsan, kalian boleh membicarakan dengannya untuk melakukan pemeriksaan di dokter," ucap seorang petugas medis.
"Baik, Terima kasih banyak atas bantuannya," ucap Novia merasa lega.
"Baiklah, kalau begitu kami permisi dulu," ucap salah satu penulis medis langsung membuat mafia menganggukkan kepalanya lalu dia pun pergi mengantar orang-orang itu.
Sementara Fernando yang tinggal, dia duduk di atas ranjang sambil memegangi tangan Ibunya dan memandangi wajah ibunya yang tampak terlelap.
'Ibu tiba-tiba saja pingsan setelah membuka kotak itu, Apakah kotak itu memberikan kenangan yang buruk untuk ibu?' ucap Fernando akhirnya turun dari tempat tidur Lalu dia pergi menghampiri koper yang ada di balkon.
Setelah melihat koper itu, Fernando kemudian mengambil album yang ada di dalam koper itu dan melihat isi album tersebut ternyata adalah album pernikahan Melisa dengan seorang pria.
Album yang ada di sana pun tidak hanya satu, melainkan ada 10 album yang membuat Fernando memeriksa album itu satu persatu sampai akhirnya neneknya datang ke kamar.
"Apa yang kau lakukan di sana?" Tanya Novia yang saat ini datang membawa air minum yang akan diberikan pada Melisa ketika perempuan itu siuman.
Mendengar ucapan neneknya, maka Fernando buru-buru mencabut sebuah foto dari album tersebut sebelum dia menutup kopernya dan pergi menghampiri neneknya.
"Ibu pingsan karena membuka koper yang ada di sana," ucap Fernando menunjuk ke arah balkon langsung membuat Novia pergi memeriksa koper yang dimaksud oleh Fernando.
Setelah melihat koper itu, Novia mengambil salah satu album yang ada di sana dan mendapati foto-foto pernikahan Melisa ditempel pada album foto tersebut.
__ADS_1
'Kenapa dia mengeluarkannya?' ucap Novia dalam hati sambil menutup koper tersebut Lalu mengembalikannya ke tempatnya.