
Set set!
Fernando menjelang tanggal 25 pada kalender yang menandakan bahwa setelah Raka bangun dari komanya, sudah lewat 12 hari dan pria itu telah melalui banyak hal untuk pemulihannya.
Setelah menyilang tanggal pada kalender, maka Fernando meletakkan kalendernya ke atas meja sebelum dia berlari dari kamar dan terus ke arah dapur menghampiri ibunya yang sedang memasak.
"Ibu!! Aku lupa mengatakannya pada ibu kalau ini adalah hari ke-12 ayah dirawat di rumah sakit ini. berarti tinggal dua hari lagi lalu ayah bisa keluar dari rumah sakit!!!" seru Fernando yang merasa sangat senang dan tidak sabar menunggu ayahnya keluar dari rumah sakit.
Melisa pun menatap putranya sambil tersenyum, "iya sayang, Setelah itu kita akan tinggal di apartemen selama beberapa bulan sampai kontrol ayahmu selesai baru kita kembali ke negara kita dan bertemu dengan kakek dan nenek." ucap Melisa yang saat ini juga merindukan kedua orang tuanya.
"Tentu!! sekarang Aku mau pergi melihat ayah. Boleh kan Bu?!" tanya Fernando dengan mata berbinar-binar menatap ibunya berharap hati ibunya akan luluh dan membiarkannya pergi.
Sebab selama beberapa waktu terakhir, dia tidak diizinkan pergi melihat ayahnya yang sedang melakukan terapi untuk merangsang otot-otot Raka supaya bisa digerakkan secara normal.
"Tidak usah sayang, lagi pula 15 menit lagi ayahmu akan kembali ke mari," ucap Melisa sambil melirik ke arah jam yang digantung di dinding.
"Hah,," Fernando menghela nafas sambil berjalan menjauhi ibunya untuk kembali ke kamar, tetapi ketika pria itu sudah keluar dari dapur, Fernando malah menatap ke arah pintu sehingga Fernando menggigit bibir bawahnya.
__ADS_1
'Tidak apa-apa kalau aku pergi sebentar, nanti langsung kembali sebelum Ibu selesai memasak,' ucap Fernando dalam hati sebelum dia berlari keluar dari kamar lalu pergi menuju tempat terapi ayahnya.
Tetapi ketika dia tiba di tempat ayahnya melakukan terapi, Fernando langsung mengerutkan keningnya saat ia melihat ayahnya ternyata dibantu oleh seorang dokter perempuan.
Yang lebih parahnya lagi, dia melihat bahwa kebanyakan dari dokter yang berada di ruangan tersebut adalah perempuan. Hanya beberapa saja lelaki yang ada di ruangan tersebut.
'Pantas saja Ibu tidak pernah mau menemani Ayah ke tempat ini, ternyata ini alasannya!!!' gerutu Fernando dalam hati sambil berjalan menghampiri ayahnya yang saat itu sementara berada di dalam air yang memiliki arus buatan.
Raka yang saat itu sementara berusaha menggerakkan tubuhnya untuk melawan arus dalam air kini menghentikan gerakannya ketika ia melihat Fernando hingga arus tersebut membawa Raka ke belakang dan langsung dipegangi oleh dokter perempuan yang bertugas mengawasi Raka.
"Ayah menyebalkan! Kenapa ayah membiarkan perempuan itu menyentuh ayah?!" teriak Fernando dengan emosi yang meluap-luap Karena tidak tahan melihat ayahnya disentuh oleh perempuan lain selain ibunya.
Raka yang mendengar ucapan putranya, ia langsung melepaskan diri dari dokter yang memegangnya lalu dia berkata, "hanya dokter perempuan yang bisa membantu ayah di sini, karena--"
"Apa?! Jadi kalau hanya perempuan yang bisa membantu Ayah, maka ayah akan membiarkan Ibu tersakiti melihat ayah terus bersama-sama dengan seorang perempuan?! Ayah akan membiarkan situasi mengendalikan Ayah sehingga Ayah terus menyakiti hati ibuku?!!! Kalau aku tahu seperti ini, lebih baik aku dan ibu kembali saja ke apartemen!!!" bentak Fernando sebelum dia berbalik pergi meninggalkan ayahnya hingga membuat semua orang yang ada di sana kebingungan karena mereka tidak mengerti dengan bahasa yang digunakan oleh Fernando.
Sementara Fernando, ia mengabaikan semua tatapan orang-orang yang tampak aneh melihatnya dan pria itu hanya bergegas kembali ke kamar perawatan ayahnya lalu mendapati ibunya masih berada di dapur.
__ADS_1
Perempuan itu sedang membuat jus buah untuk mereka sehingga Fernando langsung menghampiri Ibunya dan menatap ibunya dengan tatapan sedihnya.
"Ada Apa denganmu? Kenapa wajahmu murung begitu?" tanya Melisa yang terkejut melihat ekspresi putranya.
Fernando pun ingin mengatakan apa yang ia lihat, tetapi pria kecil itu menahan dirinya dan memilih berbohong dengan berkata, "aku hanya sedih karena aku tiba-tiba ingat pada kakek dan nenek."
Ucapan putranya langsung membuat Melisa tersenyum sehingga dia menghampiri pria kecil itu dan menyerahkan ponselnya.
"Video call nenekmu," ucap Melisa langsung membuat Fernando mengambil ponsel dari tangan ibunya lalu dia pun melakukan video call pada neneknya.
Sambil menunggu video call-nya terhubung, Fernando kembali menatap ibunya sambil berkata, "Apakah ibu pernah berpikir untuk meninggalkan Ayah sendirian di rumah sakit ini dan Ayah dirawat oleh para perawat di sini?"
Pertanyaan putranya membuat Melisa terkejut, "Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?"
"Itu,, aku pikir Ibu lelah menjaga ayah di sini." ucap Fernando.
"Tidak, ibu tidak lelah, justru ibu senang karena bisa berada di sini dan melihat ayahmu semakin sehat dari hari ke hari," jawab Melisa.
__ADS_1