
Raka terus menunggu selama hampir 20 menit di UGD sampai akhirnya orang yang ia tugaskan untuk mendapatkan lokasi pengirim pesan pada Melisa kini kembali menelponnya.
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Tanpa menunda, Raka langsung mengangkat panggilan telepon itu, "bagaimana?" Tanya Raka pada orang di seberang telepon dengan nada suara yang tak sabaran dan juga sangat serius.
"Aku sudah menemukan lokasinya, tak jauh dari rumah sakit tempatmu berada. Aku akan mengirimkannya ke surel mu, jadi periksa di sana," ucap pria dari seberang telepon sebelum panggilan telepon itu diakhiri.
Maka Raka langsung berlari menuju ranjang Melisa dirawat dan membuka tirai yang menutupi ranjang tempat Melisa berbaring.
Saat itu juga, ponsel Melisa yang dipegang oleh Hardy kini menerima sebuah pesan yang membuat Hardi buru-buru mengecek pesan tersebut tanpa memindahkan tangannya yang sedang merangkul istrinya.
"Kirimkan uang senilai 5 miliar ke rekening ini, 120298 xxx*
Pesan itu langsung membuat Hardi mengerutkan keningnya ia mencoba mengingat kode nomor rekening yang ada di sana sampai ia teringat itu adalah rekening yang berasal dari luar negeri.
Yang artinya bahwa penculik cucunya berusaha untuk menyembunyikan aliran dana yang dikirimkan pada pria itu.
"Aku sudah mendapatkan lokasi penculiknya," ucap Raka yang saat itu menatap Hardi yang tampak fokus pada layar ponselnya.
Baik Hardi maupun Novia, keduanya langsung melihat ke arah Raka dengan Novia yang kini menyeka air matanya dan berusaha fokus pada ucapan Raka.
"Benarkah? Kalau begitu cucuku akan segera ditemukan?" Ucap Novia dengan perasaan yang jauh lebih baik setelah mendapat sedikit kabar baik meski belum pasti bagaimana kabar cucunya.
Hardi pun menatap Raka dengan serius, "Kalau begitu, kita harus ke segera ke sana!!" Tegas Hardi langsung dijawab anggukan Raka.
Maka Hardi kembali menoleh pada istrinya, "Kami akan pergi, kau tinggal di sini dan jaga Melisa, tenangkan dia ketika dia bangun," ucap Hardi langsung dijawab anggukan Novia.
"Kalian hati-hati," ucap Novia.
"Tentu," jawab Hardi sambil memeluk istrinya dan mendaratkan ciuman di pipi perempuan itu sebelum dia pergi bersama dengan Raka.
Raka dan Hardi dengan cepat berada dalam mobil yang mana Raka membawa mobil dan segera menyalakan mesin kendaraannya menuju alamat yang telah Ia lihat di surel miliknya.
__ADS_1
"Pria penculik Itu mengirim pesan dan meminta uang 5 miliar untuk dikirim ke rekening luar negeri, Sepertinya dia tidak ingin terlacak sehingga menggunakan rekening luar negeri yang sangat rahasia," ucap Hardi memperlihatkan pesan yang ada di ponsel Melisa.
Raka yang melihat itu pun langsung mengambil ponselnya lalu dia menyalin nomor rekening tersebut dan mengirimkan uang senilai 5 miliar ke rekening Itu karena dia cemas akan terjadi apa-apa pada putranya kalau mereka sampai tidak menuruti permintaan sang penculik.
Lagi pula menurut Raka, uang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan keselamatan Fernando.
"Kau langsung mengirimkan uangnya?" Tanya Hardi sambil mengeryit menatap pria yang tampak tenang menyetir mobil di sampingnya.
"Uang itu harus dikirim atau Fernando dalam bahaya," ucap Raka sambil fokus melihat ke arah jalanan dan mempercepat laju mobil mereka.
Sembari menyetir, Raka pun mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang.
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
"Halo," jawab seorang pria dari seorang telepon.
"Aku butuh pasukan mu, akan ku bayar belakangan berapapun harga Yang Kau minta! Sekarang juga bahwa mereka ke gedung xx! Ada seseorang yang hendak kutangkap di sana, tetapi jangan sampai ada orang yang mengetahui kedatangan pasukanmu!" Tegas Raka pada pria di seberang telepon sebelum dia mematikan panggilan telepon itu dan kembali fokus pada jalanan yang saat itu agak macet.
Beberapa saat kemudian, sebuah pesan kembali masuk ke ponsel Melisa, *bagus, kalian Langsung menyediakan uang 5 miliar, kalau begitu sekarang tambahkan lagi 10 miliar!*
Isi pesan itu membuat tangan Hardi gemetar, "orang ini meminta uang tambahan senilai 10 milliar!" Ucap Hardi yang kini bisa mengetahui apa yang diincar oleh orang yang menculik putranya, orang itu menginginkan uang dalam jumlah yang banyak.
"Kita akan mengirimkannya setelah kita tiba di gedung xx," ucap Raka yang berpikir bahwa orang-orang itu tidak akan melukai Fernando sampai mereka mendapatkan uangnya.
Hardi pun hanya menganggukkan kepalanya karena saat ini segala perasaan telah tercampur aduk dalam pikirannya sehingga dia agak sulit untuk berpikir dengan jernih dan hanya membiarkan mereka yang memutuskan karena dia melihat Raka tampak lebih tenang dan lebih baik mengelola informasi daripada diam.
Lagi pula sekarang, dia bisa melihat Raka benar-benar serius untuk menyelamatkan Fernando hingga membuat Hardi tidak cemas lagi untuk mempercayai Raka.
Setelah beberapa menit terus berada dalam mobil, akhirnya mereka tiba di sebuah bangunan yang dikirimkan ke surel milik Raka lalu mereka memarkir tak jauh dari bangunan tersebut sambil mengambil teropong dan mengamati bangunan xx yang ada di hadapan mereka.
"Apakah penculiknya ada di gedung itu?" Ucap Hardi yang merasa aneh bahwa penculiknya memilih tempat yang ada di keramaian kota, sehingga kalau terjadi apa-apa akan sulit bagi penculiknya untuk melarikan diri.
"Temanku tidak mungkin salah. Mungkin saja dia sedang menyekap Fernando di tempat itu dan sudah menyiapkan pelariannya setelah mendapatkan semua uang yang diinginkan," ucap Fernando bersamaan dengan sebuah pesan lain yang kembali masuk ke ponsel Melisa hingga Hardi pun dengan cepat mengklik pesan masuk tersebut.
__ADS_1
Begitu membaca pesannya, Hardi pun langsung menoleh ke arah Raka sambil berkata, "dia bilang kita harus segera mengirimkan uang 10 miliar nya atau dia akan melukai Fernando!"
Mendengar itu, maka Raka pun segera mengambil ponselnya lalu mengirimkan uang tersebut pada rekening milik penculik.
Saat itu juga, Raka memperhatikan bangunan xx yang ada di hadapan mereka menggunakan teropongnya, dan dia melihat seorang pria yang tampak bersorak kegirangan setelah Raka mengirim uang 10 miliar ke rekening penculiknya.
Pria itu menggunakan setelan hitam dengan masker hitam dan juga topi hitam hingga membuat Raka semakin curiga bahwa pria itulah yang telah menculik Fernando.
Untuk memastikannya lebih jelas, maka Raka berkata, "telepon pria itu!"
Hardi agak terkejut mendengar ucapan Raka, tetapi pria itu dengan cepat menekan tombol panggil pada nomor ponsel yang mengirim pesan pada mereka.
"Teleponnya terhubung!" Ucap Hardi bersamaan dengan seorang pria yang tampak kembali melihat ponselnya.
Lalu beberapa saat kemudian, pria yang sedang diamati oleh Raka kini mendekatkan ponsel ke telinganya bersamaan dengan sebuah suara yang mereka dengar dari ponsel milik Melisa.
"Kau tidak sabaran ya, tunggu sebentar lagi baru aku akan mengirimkan informasi lain padamu, dan ingat, jangan melapor pada polisi!! Kalau tidak, putramu yang tampan itu akan terluka olehku!!" Tegas sang pria dari seberang telepon langsung membuat Raka mengambil kamera yang kebetulan ada di dalam mobilnya lalu dia pun mengambil gambar pria yang sedang berbicara pada mereka melalui sambungan telepon.
Raka melakukan zoom untuk melihat wajah pria itu, tetapi dia hanya bisa melihat mata dan telinganya saja karena bagian yang lain ditutupi oleh masker dan juga jaket berleher tinggi yang digunakan oleh pria tersebut.
Hal itu membuat Raka merasa kesal karena dia tidak bisa mengenali pria itu hanya dengan sedikit gambar yang ia dapatkan.
Tetapi saat itu, ponsel raka sudah berdering.
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Tanpa menunggu lebih lama, Raka langsung mengangkat panggilan telepon itu, "ya?" Tanya Raka pada orang di seberang telepon.
"Semuanya sudah siap di tempat, penembak jitu berada di lantai sebelah kiri bangunan xx, sedangkan beberapa orang sudah disusupkan masuk ke dalam gedung menyamar menjadi warga sipil biasa. Kendaraan juga disiapkan di sebelah barat, sebagai jalur tercepat untuk keluar dari gedung," ucap seorang pria dari seberang telepon.
"Bagus, target kita adalah pria berpakaian serba hitam yang saat ini berada di atas balkon lantai 16, Aku ingin anak buahmu menangkapnya hidup-hidup! Di sana mungkin ada seorang pria kecil yang bersama-sama dengannya, selamatkan pria kecil itu tanpa kekurangan apapun!!" Tegas Raka pada pria di seberang telepon.
"Ok," jawab pria dari seberang telepon bersamaan dengan Raka yang cepat mengirim foto-foto pria yang menjadi target mereka agar memperjelas informasinya.
__ADS_1
Maka setelah itu, Raka dan Hardi tetap terdiam dalam mobil menunggu pergerakan semua orang.