
Setelah menerima hukuman dari sang Mama yang juga ikut memberinya ancaman dan siraman rohani, kini Aksa sudah berada di dalam kamar dan baru saja selesai membersihkan diri.
Pria tampan itu pun tidak kalah lelahnya di bandingkan dengan Jenna, seharian berkutat dengan masalah kampus dan juga masalah di perusahaan membuat otak dan tenaga Aksa terkuras habis.
Tok tok tok.
Terdengar bunyi suara pintu kamar yang di ketuk dari luar.
"Masuk!" seru Aksa dari dalam kamar.
Ceklek
Lestari masuk ke dalam kamar milik sang putra setelah pintu kamar terbuka.
"Abang baru abis mandi?" tanyanya saat tubuh tegap Aksa berdiri membelakangi seraya mengambil pakaian dari dalam lemari.
"Iya Mah, seharian Abang banyak gerak jadi gerah dan lengket penuh keringat." Jawab Aksa usai mengenakan pakaian rumahan
Pria tampan itu berjalan mendekat ke arah Lestari, ikut duduk di samping sang Mama di sofa panjang depan TV.
"Tumben Mama masuk kamar Abang, biasanya kalau kayak gini pasti ada sesuatu yang mau Mama omongin ke Abang." Tebak Aksa yang langsung di jawab Lestari dengan kekehan
"Abang kok tahu sih," tawa wanita itu pecah seolah tahu isi pikiran putranya tersebut.
__ADS_1
"Mau apa lagi Mah, hmm? Jangan bilang Mama mau Abang bujuk Aira lagi," cebik Aksa sebenarnya sangat malas dan lelah.
"Calon istri loh, Abang. Mau ya bujuk Adek biar ikut Mama ke acara ulang tahun teman Mama," pinta Lestari dengan wajah memelas.
Setiap kali wanita itu akan keluar rumah untuk menghadiri berbagai macam acara, orang pertama yang di ajak menemaninya bukanlah Abyan sang suami atau pun putranya, melainkan si cantik kesayangannya Jenna.
"Ayo lah Abang, bantu Mama buat bujuk Adek." Mohon Lestari kembali
"Nanti Aira ngambek lagi kayak dulu, Mah." Kesal Aksa mulai frustasi
"Coba dulu napa sih, Bang. Kan, belum tentu juga Adek langsung nolak, bilang ajah kalau sebenarnya Abang sendiri yang ngga suka Mama ngajak Adek." Omel Lestari malah menuduh putranya sendiri
"Abang kadang suka ngga ijinin Aira ikut sama Mama bukan tanpa alasan, lagi pula waktu itu Mama ngga nanya dulu ke Abang." Kata Aksa memberi penjelasan pada wanita cantik kesayangannya tersebut
Bukannya Aksa melarang atau tidak suka bila gadis manis yang selama ini selalu menjadi yang utama dalam hidupnya keluar bersama sang Mama, selama ini ia juga memberi ijin pada malaikat cantik tanpa sayap itu bila memang urusannya masih bisa di toleransi.
"Enak ajah Mama di bilang jelek," Lestari menatap sinis ke arah sang putra yang malah tertawa lepas.
"Ok, ok. Abang akan bicara dengan Aira, mending Mama pergi ke kamar nemenin Papa! Biar masalah Aira nanti Abang cari waktu untuk menemuinya di kamar. OK"
"Beneran ya? Mama ngga mau loh Bang, kalau sampai pergi ke pesta tanpa Adek." Bukan Lestari bila percaya begitu saja pada ucapan putra semata wayangnya tersebut
"Beres Mama, udah sana keluar! Abang mau istirahat dulu sebentar, ngantuk bangat sumpah." Aksa meminta sang Mama segera keluar dari kamarnya
__ADS_1
Pria itu benar-benar sudah kelelahan dan ingin segera istirahat.
.
.
Sepeninggalan Lestari yang keluar dari kamar milik sang putra menuju kamarnya bersama Abyan, di dalam kamar Aksa bukannya tidur seperti ucapannya barusan pada sang Mama.
Ia justru berjalan keluar kamar menuju balkon dengan satu kaleng minuman bersoda di tangannya, suasana sore hari yang lumayan panas menembus sampai ke dalam kulit putih pria itu.
Pikirannya melayang jauh sampai ke depan, terdengar helaan napas panjang keluar dari mulutnya.
"Mau sampai kapan aku bertahan dengan posisi seperti ini?" gumam pria tampan itu pelan seraya meneguk minumannya sedikit demi sedikit.
DUA TAHUN!
Dua tahun, bukanlah waktu yang singkat bagi Aksa untuk berusaha memasuki kehidupan seorang gadis bernama Jenna, yang sekarang malah menjadi putri angkat dari kedua orang tuanya sendiri.
Selama kurang lebih lima tahun mereka tinggal dalam satu atap yang sama, apa yang kurang dan lebih dari keduanya mulai di pahami masing-masing teruma bagi Aksa.
Akan tetapi, kerasnya hati dan kuatnya pendirian Jenna dalam mempertahankan perasaannya mampu menggoyahkan harga diri Aksa sebagai seorang pria.
Berbagai macam cara yang telah di lakukan Aksa hanya demi mendapatkan sedikit saja harapan untuk masuk ke dalam kehidupan gadis manis itu, namun kenyataannya sekeras apapun ia berusaha sampai batas dimana hati dan perasaanya di uji.
__ADS_1
Masih belum bisa masuk ke dalam hati Jenna, mengetuk pintu hati gadis itu dengan ikatan tali pernikahan.
🍃🍃🍃🍃🍃