Se Indah BERLIAN

Se Indah BERLIAN
Bab 57 ~ Cari Selir


__ADS_3

Beberapa menit yang lalu, Lestari mendorong sang putri yang sekarang sudah berganti status menjadi calon istri dari Aksa kembali memasuki kamar.


Penampilan Jenna terlihat jauh dari kata baik-baik saja. Rambut acak-acakan, bagian bawah mata menghitam akibat make up yang luntur, bau keringat yang berasal dari gaun panjang sampai mata kaki belum di ganti sebelum tidur, berhasil menyulut kekesalan Lestari hanya karena menyetujui ajakan suaminya.


Beruntung mereka langsung pulang ke rumah sebelum hari semakin sore, jika tidak. Entah bagaimana nasib si gadis manis tanpa pengawasan darinya tersebut.


Jenna sebetulnya masih sangat mengantuk dan merasakan sakit di sekujur tubuhnya, seharian menyambut tamu dan bersalaman membuat gadis manis itu kelelahan.


"Jenna masih ngantuk banget, Mama ..." rengeknya dengan mata setengah tertutup.


Niat awal hanya keluar dari kamar sebentar untuk melihat sang Abang justru berakhir dengan kedatangan Mama Lestari yang kini tengah sibuk membantunya mandi.


Mulai dari menyiram air hangat dari atas kepala sampai kaki di lakukan Lestari dengan penuh kasih sayang, memakaikan shampo serta sabun mandi tanpa ada yang di lewati.


Kurang lebih sekitar lima belas menit lamanya Lestari memandikan sang putri, baru lah ibu dan anak itu keluar dari dalam kamar mandi.


Lestari menuntun putrinya sampai ke depan meja rias, dia langsung mendudukkan gadis manis itu ke kursi.

__ADS_1


"Jenna bisa lakukan sendiri, Mama" protes calon istri Aksa tersebut ketika melihat sang Mama sudah memilihkan pakaian ganti lengkap dengan baju dalam.


"Nunggu Adek kebanyakan milih, lebih baik Mama yang cari." Sahut Lestari nampak tidak mendengarkan kalimat protes dari sang putri


Melihat semua kebutuhan Jenna sudah lengkap, waktunya Lestari memakaikan pilihannya pada gadis itu.


Dua puluh menit kemudian Lestari membawa putrinya keluar dari dalam kamar menuju lantai bawah.


Bertepatan dengan si tampan kesayangan yang kebetulan ikut keluar dari kamarnya, melihat kedua bidadari kesayangannya berada di depan kamar membuat Aksa segera menghampiri mereka dengan senyum yang mengembang.


Sasaran utamanya sudah pasti si gadis manis yang sebentar lagi akan resmi menjadi istrinya.


"Wangi banget, Dek." Bisik pelan Aksa namun masih bisa di dengar sang Mama


"Jelas wangi, 'kan Adek udah mandi. Jangan-jangan Abang yang belum mandi?" sahut Lestari membanggakan sang putri tetapi malah justru mengejek putra semata wayangnya


Aksa yang di sindir langsung melepas pelukannya dari Jenna, tatapannya langsung tertuju pada sang Mama yang tersenyum penuh arti.

__ADS_1


"Enak ajah kalau ngomong suka benar," kekehnya tanpa rasa malu kembali memeluk erat Jenna.


Beruntung gadis manis itu tidak protes, meski Aksa belum mandi aroma tubuhnya begitu wangi dan menenangkan.


"Abang mandi dulu sana!" kesal Lestari waktu mereka hanya terbuang karena tingkah manja sang putra.


"No, Mama. Airnya dingin, Abang ngga mau mandi," tolak Aksa sebenarnya hanya tidak ingin berpisah dengan Jenna.


Lestari tidak kehabisan akal, seketika ide jahil muncul di otaknya yang kelewatan pintar.


"Yakin, Abang ngga mau mandi?" tanyanya memastikan kembali.


"Hmm, Abang lagi males tambah masih kangen pengen peluk Adek." Jawab Aksa tanpa tahu isi pikiran sang Mama


Wanita cantik itu mengangguk pelan siap melakukan aksi nekatnya.


"Nah, berhubung Abang ngga mau mandi. Berarti malam ini posisi cucu tertampan Adhitama bukan milik Abang, jadi ... Mama dan Papa bebas menentukan siapa yang akan menjadi pasangan dansa buat Adek. Lumayan tuh, cari selir biar Adek ngga bosan. Iya kan, sayang?"

__ADS_1


🍃🍃🍃🍃🍃


__ADS_2