
Mobil yang di kendarai Aksa melaju dengan kecepatan di atas rata-rata membelah jalan raya, tidak peduli beberapa pengendara mengumpatinya penuh kekesalan karena menerobos jalan sembarangan.
Dalam hati Aksa menyesali keputusannya sudah memberikan sang Mama ijin mengajak gadis pujaannya ke acara pesta ulang tahun milik salah satu rekan sosialita malaikat tanpa sayapnya tersebut.
"Aarghh--, Mama benar-benar kelewatan ngga sih." Teriaknya frustasi sambil memukul stir
Jam sudah menunjukkan angka sepuluh lewat dua puluh menit, yang artinya hampir dua jam lamanya kedua bidadari kesayangannya berada di sana.
"Kalaupun telfon Papa suruh Mama cepat pulang percuma, mana suami takut istri lagi." Gumam Aksa sembari matanya terus fokus melihat ke arah depan takut jangan sampai menabrak kendaraan lain
Sepanjang perjalanan menuju tempat di mana sang Mama beserta gadis manis yang sering di panggilnya Aira berada, pria tampan bertubuh tinggi tegap dan kekar itu tanpa henti mengoceh tidak karuan.
Ada saja yang membuatnya kesal, segalah macam pikiran negatif mulai menyelimuti otak Aksa membayangkan sesuatu yang mungkin saja bisa terjadi.
.
.
Jenna yang baru saja selesai mengirim pesan pada Aksa, kembali di panggil untuk berkenalan dengan beberapa tamu undangan kenalan Lestari.
"Gimana?" tanya wanita cantik itu pada Jenna.
"Gimana apanya sih, Mah?" bukannya menjawab gadis manis itu malah balik bertanya.
Lestari sampai memijit dahinya penuh kesabaran mendapati kelemotan sang putri.
"Itu loh sayang, si Abang jawab apa? Barusan yang Mama bilang Adek kasih tahu sama Abang kan?" tanya Lestari lagi, namun kali ini dengan nada yang terkesan pelan dan lembut.
__ADS_1
Melihat raut wajah menahan kesal milik sang Mama refleks gadis manis itu tertawa menahan gemas dan lucu.
"Ohh, maksud Mama tuh si Abang ya." Kekeh Jenna sembari memeluk lengan bagian kanan Lestari
"Jenna bilang ke Abang kalau kita akan menginap di hotel," tambahnya.
Lestari yang di buat penasaran kembali bertanya.
"Terus, Abang jawab apa?" tanyanya tidak sabaran.
Gadis manis itu hanya menjawab dengan gelengan kepala, dapat di pastikan bila pria tampan yang sangat Jenna kagumi selama ini akan segera sampai untuk membawa mereka pulang ke rumah.
Kalau kasih tahu ke Papa pun ngga ada gunanya. Bathin Jenna tertawa
Suami dari wanita cantik kesayangannya itu merupakan sosok suami takut istri, jadi percuma saja memberi kabar pada Abyan perihal keberadaan mereka sekarang.
Aksa yang kebetulan sudah tiba di gedung, tempat acara pesta ulang tahun di adakan membuat keributan.
Langkah kaki panjangnya berjalan cepat menyusuri setiap lorong sambil memanggil nama Jenna dan sang Mama, tidak peduli dengan tatapan heran dan bingung dari semua orang yang melihat kelakuannya saat ini.
"Mama,,," panggil Aksa di sepanjang jalan yang penuh dengan banyak orang.
Bisikan para tamu undangan mulai bersahutan saking nekatnya pria tampan itu berulah.
"AIRA ..." lagi-lagi Aksa berteriak namun kini bukan sang Mama yang dipanggilnya melainkan satu nama yang selama ini tersimpan rapih di dalam hati pria itu.
Jenna yang merasakan namanya di panggil oleh seseorang sontak menghentikkan langkahnya, begitu pun dengan Lestari ikut berhenti tepat di samping sang putri.
__ADS_1
Keduanya saling tatap dengan isyarat lewat sorot mata seolah tahu siapa pelaku yang membuat keributan tersebut.
"ABANG,," pekik Ibu dan anak tersebut setelah beberapa detik terdiam.
Betapa paniknya Lestari kalah menyadari sosok yang di yakininya adalah sang putra kesayangan sudah berdiri tegap tidak jauh dari posisinya berada sekarang.
Sementara Jenna tidak kalah ikut di buat terkejut mendapati sang Abang tepat berada di depan matanya, akibat terlalu khawatir dan takut membuat gadis manis itu berlari pelan ke arah depan.
Siapa sangka justru keduanya hampir saja bertabrakan andai tangan Aksa terlambat menangkap tubuh langsing gadis manis tersebut.
DEG!
Jantung Jenna berdetak kencang merasakan pelukan hangat dan menenangkan dari pria tampan itu.
"Abang," bisik Jenna pelan terlalu malu untuk mengangkat wajahnya.
"Hmm, ada apa?" sahut Aksa tanpa ekspresi dan terkesan datar.
Remasan pelan di rasakan pria itu kala jemari lentik Jenna bertengger di pinggangnya yang sensitif, apa mungkin gadis kesayangannya ketakutan? Pikir Aksa
Tebakannya benar. Karena ternyata ada seorang pria tampan tengah memperhatikan keduanya dari arah tidak jauh, seringai tipis terpampang jelas di wajahnya melihat Jenna yang malam ini begitu mempesona.
Aksa yang menyadari tatapan tersebut sontak memeluk erat Jenna dalam dekapannya.
"Dia milik ku!"
"Sebaiknya buang jauh-jauh pikiran kotor mu itu sebelum sesuatu yang buruk terjadi."
__ADS_1
🍃🍃🍃🍃🍃