Se Indah BERLIAN

Se Indah BERLIAN
Bab 17 ~ Calon Menantu


__ADS_3

Perdebatan kecil di ruang keluarga langsung terhenti kala tidak sengaja Abyan melihat sosok yang di bicarakan melangkah turun dari arah tangga.


Dress selutut dengan warna campuran biru putih, rambut hitam panjang di biarkan terurai dengan jepitan kecil di bagian sisi kanan dan kiri, bibir mungil di beri lip gloss warna pink, polesan make up yang natural, serta kaki jenjangnya mengenakan high heals tidak terlalu tinggi.


Apa yang melekat di tubuh langsing Jenna sangat kontras dengan kulitnya yang putih mulus bak susu tanpa noda, adapun Dress yang gadis itu kenakan di bagian bahunya tertutup rapat sebatas leher dan memiliki lengan satu jengkal dari bahu.


Bisa di bilang apa yang Jenna kenakan masih dalam porsi sopan namun terlihat sangat anggun, dia belum sepenuhnya ingin menutup aurat dengan mengenakan hijab.


Meski berulang kali di minta Aksa untuk menutupi bagian tubuhnya dengan pakaian yang tertutup, Jenna masih dalam tahap belajar tanpa harus di paksa oleh orang lain bila ingin memperbaiki cara berpakaian terutama dalam menutup aurat.


Lestari dan Abyan menatap takjub ke arah gadis manis yang sudah lima tahun ini menyandang status sebagai putri angkat mereka, tidak ada yang lebih membuat pasangan suami istri itu bahagia dan selalu tersenyum setiap hari selain melihat Jenna tumbuh menjadi gadis manis yang baik hati dan sedikit manja.


"Wah, wah, wah. Tuan putri siapa ini, begitu cantik dan sangat manis semanis senyuman Papa." Kekeh Abyan melihat Jenna sudah berada tepat di hadapan mereka


"Anak Papa dan Mama dong, udah cantik dan manis semanis gula begini masa iya anak tetangga." Balas Jenna seraya berhambur ke dalam pelukan Abyan


"Sayang Papa banyak-banyak."

__ADS_1


Sorak gadis manis itu tanpa melepaskan pelukannya di tubuh kekar milik pria tampan tersebut.


Inilah yang di butuhkan Jenna selama kurang lebih lima tahun dia tinggal bersama kedua orang tua angkatnya itu, mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang melimpah sudah dia rasakan.


Tidak ada yang lebih berharga selain tetap bersama dua orang yang dulunya bukanlah siapa-siapa kini menjadi bagian terpenting dalam hidupnya.


Si Abang Aksa tentu adalah bonus yang di dapatkan Jenna setelah di angkat menjadi putri oleh pasangan suami istri tersebut.


Melihat sang putri memeluk erat suaminya membuat rasa cemburu timbul di hati Lestari.


"Kok cuma Papa doang yang di peluk sih? Mama juga mau di peluk sayang." Protesnya sangat cemburu sebab hanya sang suami yang mendapatkan pelukan dari gadis manis itu sedangkan dirinya malah di abaikan


Jenna hampir lupa bila wanita cantik itu sangat posesif dan tidak suka di duakan seperti sekarang ini, apapun yang di lakukannya harus mendahulukan sang Mama baru itu melirik ke arah dua pria tampan yang tidak kalah posesif juga terhadapnya.


"Uhh, sayang Mama banyak-banyak." Gemasnya yang akhirnya beralih memeluk sayang pada Lestari


"Cih, Mama ngga suka ya kalau Adek peluk Papa lebih dulu sebelum Mama." Cebik wanita cantik itu masih merasakan cemburu tidak ada duanya

__ADS_1


Tawa kecil kembali terdengar keluar dari mulut Jenna, inilah yang membuatnya lebih nyaman tinggal bersama kedua orang tua angkatnya di bandingkan bersama orang tua kandungnya sendiri.


Ingin tahu apa alasan Jenna memilih kedua orang tua angkatnya? Jika di ceritakan tentunya akan sangat panjang dan penuh dengan lika liku.


Abyan hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat betapa posesifnya sang istri pada gadis manis yang lima tahun lalu ia temukan di tengah jalan yang sepi.


Beberapa menit kemudian, ia kembali di buat terkejut mendengar teriakan sang Istri yang mulai kumat lagi kebiasaan beberapa bulan terakhir ini.


"Calon Menantu ini loh, Papa. Bakal Mama kenalin ke semua teman sosialita Mama saat menghadiri pesta nanti."


Teriak Lestari dengan gembira sambil menggandeng lengan Jenna menuju pintu utama.


Abyan yang mendengarnya pun hanya bisa menatap tidak percaya akan tingkah bar-bar sang istri yang sampai detik ini masih mendarah daging.


Sementara di ujung tangga nampak Aksa tengah berdiri tegap seraya melihat ke arah dua bidadari kesayangannya mulai memasuki mobil.


"Semoga saja dia yang sering aku sebut namanya di setiap sujud terakhir ku adalah dia yang akan menjadi calon pendamping pilihan dari Allah buat kedua orang tua ku."

__ADS_1


Gumam Aksa berbicara pelan kemudian berlalu pergi menuju lantai paling atas di mana kamarnya berada.


🍃🍃🍃🍃🍃


__ADS_2