Se Indah BERLIAN

Se Indah BERLIAN
Bab 31 ~ Menginap Di Hotel


__ADS_3

Mulut ketiga sepupu Aksa menganga lebar tidak menyangka gadis perpaduan cantik dan manis itu mengatai mereka begitu terang-terangan.


Aksa langsung siap siaga melindungi Jenna yang kini bersembunyi tepat di balik punggungnya.


Sesekali kepala gadis itu menyembulkan kepalanya keluar guna memastikan bagaimana reaksi ketiga wanita tersebut.


Kalimat umpatan dan kekesalan karena tidak bisa melampiaskan langsung pada Jenna membuat mereka nekat mengadukannya pada Tuan dan Nyonya besar Adhitama yang baru saja keluar dari lift.


Ketiganya berbicara tanpa henti menceritakan bagaimana gadis manis kesayangan cucu bungsu Adhitama itu sampai berani memutar balikkan fakta.


Jenna memutar kedua bola matanya malas.


"Idih, kayaknya mereka itu sebenarnya niat pengen banget jadi pemeran antagonis di film yang ada air mata bawang itu loh. Tapi gagal karena lupa bagaimana cara menangis dan mengekspresikan wajah mereka," tanpa rasa takut Jenna angkat bicara sengaja di keraskan biar semua yang ada di sana ikut mendengarkan.


"Itu, itu ... Coba Abang perhatikan baik-baik si rambut keriting ! Mana ada orang lagi nangis tapi air matanya ngga ada, lebih parah lagi noh si rambut pendek niat mau nangis tapi gaya bicaranya kayak orang lagi marah-marah, kan ngga nyambung ya."


Aksa memilih diam mendengarkan ocehan Jenna.


"Lah, itu yang make up nya 10 centi lagi ngapain Bang? Kok dari tadi tangannya megang hidung mulu tiap bicara, apa takut bengkok atau gimana?"


Jenna begitu heboh memperhatikan gerak gerik dari tiga wanita yang masih saja mengadukannya, sedetik kemudian dia menjerit lumayan kuat tanpa sengaja melihat sesuatu.


"Astaga, hidungnya beneran bengkok ke kiri Abang." Pekik Jenna menggema

__ADS_1


"Itu, itu ... kenapa gigi depannya copot? Jangan bilang masih muda kebanyakan makan yanga asam-asam."


"Jenna bilang juga apa tadi, pantesan kayak nyium aroma asam, eeh ... taunya beneran ada yang kebanyakan makan asam."


Semua yang ikut menyaksikan kejahilan putri angkat sekaligus calon menantu bungsu Adhitama tersebut menepuk jidat mereka masing-masing.


Awalnya mereka berpikir cukup menantu ketiga saja yang tingkat kejahilannya melampui batas rata-rata, tetapi sekarang harapan mereka mungkin salah.


Muncul lagi satu menantu Adhitama dengan tingkat kejahilan yang sama persis dengan Lestari.


Tuan dan Nyonya besar Adhitama tampak pusing dan bingung harus melakukan apa.


Di satu sisi, ketiga cucu mereka begitu di sayang dan di manjakan namun sifat buruk ketiganya kadang kala membuat semua orang ikut pusing.


Semua orang tahu bagaimana Abyan bersikap jika ada yang mencoba melukai kedua anaknya, begitu juga dengan Lestari yang akan berubah garang bila ada yang mengusik putra putrinya.


Pasangan baya itu memilih bangkit dari duduk meninggalkan ruang tengah dan masuk kembali di dalam kamar tanpa menghiraukan jeritan tiga cucu perempuan mereka yang belum juga berhenti mengoceh.


Mereka cukup lelah dan ingin segera beristirahat sebelum makan malam tiba.


"Kembalilah ke kamar kalian! Jangan berulah di rumah Paman dan Bibi," titah pria tampan yang berdiri tidak jauh dari sofa panjang di mana Jenna dan Aksa berada.


Ia merupakan cucu kedua Adhitama yang ikut terpesona pada calon menantu bungsu Paman Abyan dan Bibi Lestari.

__ADS_1


Sangat manis tapi aku terlambat untuk memilikinya. Bathin Aldo memperhatikan Jenna dari arah lumayan dekat


.


.


Tepat makan malam selesai, Aksa meminta ijin pada orang tuanya serta keluarganya untuk keluar jalan-jalan bersama Jenna.


"Jangan pulang larut malam, Bang. Ingat kamu bawa anak gadis orang," pesan Tuan besar pada cucu bungsunya.


"Siapa akakek," sahut Aksa tertawa.


Lima menit kemudian mobil milik pria tampan itu telah tiba.


Jenna masuk lebih dulu ke dalam mobil di ikuti Aksa setelah berpamitan pada Abyan dan Lestari.


Malam ini, Aksa sengaja mengajak gadis itu keluar rumah demi menghindari para sepupunya baik laki-laki maupun perempuan.


Rasa kesalnya dan juga cemburu melihat ada pria lain berkeliaran di rumahnya begitu menjengkelkan, membuatnya sangat sulit bergerak bebas.


"Kita nginap di hotel ajah ya, sayang?"


🍃🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


__ADS_2