Se Indah BERLIAN

Se Indah BERLIAN
Bab 63 ~ Kasihan


__ADS_3

Jenna tidak tahan melihat betapa menggemaskannya kedua putra kembar identik Shafia.


Langkah kakinya semakin cepat menuju arah parkiran mobil, meninggalkan Aksa yang berjalan santai di belakangnya.


Kehadiran gadis manis itu ternyata sudah di ketahui si kembar, hanya saja mereka pura-pura tidak melihatnya.


"Onty Lila tantik banet ya," bisik si Kakak bernama Zahran kepada Adiknya yang bernama Zayyan.


Kedua anak kembar itu seakan sibuk menilai Jenna, mulai dari paras hingga ke bagian yang lain.


"Uncle Asa tayaknya apek, tuh matana melem." Kekeh Zayyan sembari menatap intens Uncle tampannya itu


Shafia yang mendengarkan kedua putranya saling berbisik dengan pandangan mengarah kearah belakang tubuhnya, segera berbalik untuk memastikan siapa yang datang.


Senyumnya langsung merekah kala mendapati kedua ponakan kesayangannya sudah tiba, karena sibuk melerai si kembar membuatnya sampai lupa akan tujuan mereka datang ke bandara.


"Bibi Shafia ..." seru Jenna melihat wanita cantik itu sudah membalikkan badan kearah mereka.


Aksa menegur gadis kesayangannya tersebut agar tidak sembarangan berlari, mengingat sewaktu berada dalam pesawat Jenna mengeluh pusing serta mual.


"Hati-hati sayang, nanti kamu bisa jatuh." Teriaknya khawatir hampir saja Jenna tersandung batu kecil andai Shafia tidak cepat menahannya.


"Baru juga di kasih tahu," oceh pria itu melangkah cepat menghampiri Shafia bersama gadis manis kesayangannya.

__ADS_1


Si kembar yang bingung hanya menatap heran kearah mereka tanpa bertanya apapun.


"Kamu ngga apa-apa, Dek?" tanya Shafia khawatir.


"Ngga apa-apa, Bibi. Cuma kaget," jawab Jenna tersenyum malu.


Ingin marah, tetapi wanita itu merasa tidak tega. Belum lagi sekitar lima menit yang lalu dia habis menegur kedua putranya.


"Jangan sembarangan berlari, kalau jatuh bagaimana?"


"Maaf Bibi, habisnya dari tadi Jenna gemas liat si kembar."


Shafia mengangguk pelan, namun apa yang terjadi barusan membuatnya terkejut bukan main.


"Abang, ngapain diam di situ?" kekeh Shafia mendapati raut wajah lelah Aksa begitu jelas.


"Cepat masuk mobil! Kalian harus istirahat," imbuhnya seraya mengurai pelukan dari Jenna.


Tidak tahu mengapa sejak pasangan muda yang resmi bertunangan tersebut sampai, hanya terdengar suara cekikikan dari si kembar.


"Kakak sama Adek pada ngapain?" tanya Jenna begitu penasaran.


"Onty Lila mau tahu aja apa mau tahu banet?" tanya balik Zayyan sembari tertawa.

__ADS_1


"Tepo, nda boyeh tahu." Sambung Zahran terkekeh geli.


Saking gemasnya, Jenna langsung meraih tubuh mungil kedua anak tampan kembar identik tersebut untuk dia peluk.


Shafia tertawa geli melihat betapa tidak berdayanya si kembar yang hanya diam saat calon menantu Adhitama itu mencium gemas seluruh bagian wajah mereka.


"Onty Lila kangen banget sama kalian," bisik Jenna kembali mendaratkan ciuman di kedua pipi si kembar.


Rasa pusing dan mual yang dia rasakan beberapa waktu lalu mendadak langsung hilang.


"Masuk mobil dulu, sayang!" seru Aksa tidak tahu sejak kapan sudah berada dalam mobil bersama Shafia yang duduk tenang di kursi kemudi.


"Abang curang," protes Jenna bergegas masuk ke dalam mobil setelah Zahran dan Zayyan naik lebih dulu.


Mesin mobil sudah menyala, Shafia melajukan kereta besi miliknya dalam kecepatan sedang.


Sepanjang perjalanan pulang, si kembar terus mengoceh tanpa henti.


Aksa menjadi pendengar yang baik meski rasa lelah dan kantuk mulai melandanya, tidak tega bila membiarkan kedua anak tampan itu sampai mengganggu calon istrinya yang tertidur akibat kelelahan.


"Jangan keras-keras ya bicaranya, nanti Onty Lila bangun kasihan."


🍃🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


__ADS_2