Se Indah BERLIAN

Se Indah BERLIAN
Bab 51 ~ Cium Juga Ya Baby


__ADS_3

Dua minggu kemudian


Acara di adakan sesuai keputusan awal yaitu hanya melaksanakan pertunangan terlebih dahulu, sedangkan mengenai kapan acara pernikahannya masih belum di tentukan.


Semua anggota keluarga besar Adhitama ikut menghadiri pesta yang berlangsung dan hanya mengundang sebagian tamu penting, tanpa kehadiran banyak orang luar.


Bahkan kedua orang tua Jenna sampai detik ini belum ada kabar sama sekali, Lestari dan Abyan sudah berusaha keras mencari keberadaan mereka namun hasilnya tetap saja nihil.


Jenna sendiri memilih ikhlas mengetahui kedua orang tuanya tidak datang untuk mendampinginya, lagi pula sedari dia lahir kedunia sudah terbiasa menjalani hidup tanpa kehadiran ayah dan ibunya.


Ceklek


Pintu dibuka perlahan menampakkan sosok wanita cantik yang tersenyum hangat.


"Cantiknya putri Mama ..." seru Lestari memuji putri angkatnya.


Niat awal memasuki kamar, karena wanita cantik itu hanya ingin melihat persiapannya sudah kelar atau belum.


"Kalau bukan karena Papa yang memutuskan agar kalian berdua lebih baik tunangan dulu, mungkin malam ini keinginan Mama sudah terwujud." Lanjutnya tertawa lepas melupakan kehadiran orang lain disana


Kedua bola mata Jenna membulat sempurna mendengar sang Mama berbicara tanpa rasa sungkan apalagi malu mengingat bukan hanya mereka berdua saja yang berada di dalam kamar.


"Mama kalau ngomong lihat situasi dulu dong," protes gadis manis itu menatap tajam Mama Lestari yang masih tertawa.

__ADS_1


"Enak loh, Dek" goda Mama Lestari sembari mengedipkan sebelah matanya.


"Astagfirullah, Mama ..." pekik Jenna menggema di dalam kamar.


Bagaimana mungkin wanita cantik yang selalu bersikap anggun dan lembut setiap hari itu justru sekarang tengah menggodanya, sebagai putri angkat yang berubah status menjadi calon menantu Adhitama tentu saja Jenna memiliki rasa malu dan canggung.


Akan tetapi, melihat sang Mama begitu bahagia karena pertunangannya dengan pria tampan pemiik hatinya akan berlangsung hari ini.


Jenna memilih diam meskipun dirinya menjadi bahan godaan dari Mama Lestari.


"Ayo! Mama bantu Adek jalan sampai ke bawah, kasihan semua tamu undangan terutama keluarga besar Papa sudah menunggu lama."


Lestari menuntun sang putri angkat kesayangannya keluar dari dalam kamar langsung menuju lift yang pintunya sudah terbuka lebar.


Ibu dan anak tersebut melangkah pelan sampai keluar rumah dimana sudah ada banyak sekali tamu undangan tengah menunggu.


Fokus mereka tertuju pada si gadis manis juga sangat cantik yang berjalan beriringan dengan Lestari, semua mata menatapnya takjub juga tersenyum bahagia.


Melihat semua itu seketika ide jahil muncul di otak Abyan.


"Lihatlah Abang! Sepertinya hari ini Abang harus siap mental, ada begitu banyak kolega Papa dan teman sosialita Mama ikut membawa putra mereka. Belum lagi semua anggota keluarga besar kita juga ada yang membawa anak laki-lakinya, beberapa sepupu Abang pasti ada yang tertarik pada Adek." Tanpa rasa bersalah Abyan sengaja memprovokasi sang putra yang sedari tadi hanya duduk diam


Hari ini pria tampan yang memiliki wajah hampir seratus persen mirip dengan Aksa tersebut ingin sekali menyaksikan kejadian langka di keluarga Adhitama, melihat bagaimana sang putra akan di uji kesabaran dan tingkat posesifnya terhadap Jenna.

__ADS_1


Aksa tersenyum tipis menanggapi perkataan dari sang Papa, tampak jelas binar bahagia lewat sorot mata teduh milik Tuan besar Adhitama tersebut.


"Bahagia sekali ya, Pah?" secepat kilat Abyan menganggukan kepalanya sembari tertawa kecil.


"Kali ini ajah biarkan Papa melihatmu tersiksa."


"Hmm, lakukan apa yang membuat Papa dan Mama senang, asal tidak sampai membuat gadis kesayangan ku merasa kurang nyaman saja." Aksa langsung bangkit dari tempat duduk setelah melihat kedua bidadarinya sudah datang


Memang benar apa yang dikatakan Abyan, ada banyak pria tampan sepertinya ikut terpesona melihat Jenna datang bersama Lestari.


Perpaduan manis dan cantik membuat semua mata yang memandang ke arah calon menantu bungsu Adhitama tersebut sampai lupa berkedip.


Acara pertunangan akhirnya dimulai, semua tamu undangan begitu tidak sabarnya ingin menyaksikan si cantik dan si tampan saling memasangkan cincin di jari masing-masing.


Sorakan terdengar kuat berasal dari sahabat terbaik Jenna, siapa lagi kalau bukan si biang rusuh Amira.


Bahkan semua orang kini memandang ke arahnya penuh keheranan, sedetik kemudian mereka di kejutkan dengan teriakan melengking dari gadis itu.


"Jangan lupa cium juga ya Baby, entar kita langsung gibah penasaran ajah seperti apa rasanya."


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Ya salamπŸ€¦β€β™€οΈ

__ADS_1


Nih anak pengen gue karungin ajah bawa pulang.πŸ™„


__ADS_2