
Aksa yang semula masuk ke dalam kamarnya hanya ingin membersihkan diri nyatanya ikut tertidur pulas usai melakukan ritual mandinya.
Siapa sangka rasa lelah akibat seharian berhadapan dengan banyaknya tamu undangan membuat pasangan yang sudah resmi bertunangan tersebut sama-sama terlelap tidur terbuai mimpi di siang bolong.
Bibi yang sedari Tuan mudanya memasuki kamar masih setia menunggu di depan pintu memilih masuk ke dalam kamar guna mengecek keberadaan Aksa.
Ceklek
"Tuan muda ..." panggilnya lumayan keras setelah pintu kamar dibuka lebar.
Pandangan wanita baya tersebut langsung tertuju ke arah tempat tidur dimana sosok yang dicarinya tengah berada.
"Bibi tungguin dari tadi, eh malah tidur juga." Gumam Bibi menggeleng pelan.
Tidak ingin mengganggu waktu istirahat sang Tuan muda yang kelelahan, wanita baya itu memilih keluar dari dalam kamar menutup pintu dengan perlahan.
Di lantai bawah semua anggota keluarga besar Adhitama sudah berkumpul di ruang keluarga.
Satu jam telah berlalu namun sampai detik ini keberadaan Lestari dan Abyan masih juga belum diketahui, bahkan ponsel mereka ikutan tidak aktif membuat Tuan dan Nyonya besar Adhitama merasa khawatir.
__ADS_1
"Kemana perginya mereka?" tanya Tuan Hansen sangat gelisah mengingat hari sudah mulai beranjak sore.
"Mungkin lagi ada urusan di luar, Papi ngga usah khawatir. Lagi pula mereka bukan lagi anak muda seperti Abang dan Adek," jawab Nyonya Ranila menenangkan suaminya.
Tuan Hansen menarik nafas panjang, bohong jika ia tidak mengkhawatirkan keamanan putra dan menantu kesayangannya. Siapa yang akan tahu kalau mereka justru berada dalam bahaya sekarang, belum lagi kembalinya putri semata wayang dari pengusaha terkaya nomor tiga di kota A tersebut memiliki niat yang buruk.
"Minta orang-orang kita berjaga 1x24 jam! Awasi terus setiap gerak gerik mereka!" ucapnya tegas memberi perintah pada beberapa bawahan kepercayaannya.
Kejadian hari ini jangan sampai mengganggu ketenaangan dan kenyamanan cucu menantu bungsu Adhitama, jika sampai kejadian tidak di inginkan terjadi. Tuan Hansen bersumpah akan melenyapkan siapa saja yang berlaku nekat terhadap anggota keluarganya.
.
.
Abyan yang mendadak ingin mengajak sang istri tercinta keluar jalan-jalan berdua sempat di tolak wanita cantik kesayangannya tersebut.
Bagaimana mungkin pasangan suami istri itu pergi keluar rumah, sementara acara pertunangan kedua anak kesayangan mereka belum selesai.
Akan tetapi, melihat betapa keras kepalanya Abyan memohon agar istri cantiknya itu berkata iya pada akhirnya mereka tetap keluar juga.
__ADS_1
Dan sekarang pasagan suami istri itu tengah asik menyantap makanan yang belum lama dihidangkan.
"Papa ngga khawatir semua orang pada nyariin kita?" tanya Lestari entah sudah yang ke berapa kalinya.
"Tahu sendiri kan, gimana perasaan Papi jika tahu kita pergi tanpa berpamitan lebih dulu?" lanjutnya dengan nada kesal.
"Tenanglah sayang! Ada Mami yang akan menenangkan Papi, untuk apa khawatir. Dirumah ada banyak orang dan aku yakin sekali orang-orang suruhan pria tua itu berpencar di sekitar sini."
Plak
"Aww, sakit sayang." Ringis Abyan menatap tidak percaya istrinya berani memukulinya dengan sendok
"Kamu enak banget ya, bilang sama aku ngga usah khawatir. Tapi aku nya malah semakin khawatir, kedua anak aku belum makan apapun dari pagi." Omel Lestari entah mengapa selera makannya langsung hilang
Dengan pelan piring berisi makanan kesukaannya di singkirkan ke arah suaminya.
"Cepat Papa habiskan makanannya, sekalian punya Mama juga! Habis itu kita pulang, aku mau lihat kedua anak ku yang malang."
🍃🍃🍃🍃🍃
__ADS_1