Se Indah BERLIAN

Se Indah BERLIAN
Bab 59 ~ Ada Yang Mengikuti


__ADS_3

Mobil yang di kendarai Aksa memasuki parkiran Restaurant.


Jarak yang di tempuh dari rumah ke tempat itu lumayan jauh sekitar tiga puluh menit.


Aksa turun lebih dulu, membukakan pintu mobil bagian samping dimana Jenna berada.


"Terima kasih," ucap gadis manis itu sembari tersenyum.


Keduanya berjalan beriringan dengan tangan saling menggenggam masuk ke dalam Restaurant. Beberapa pengunjung menatap pasangan kekasih itu dengan bibir tersenyum geli.


Siapa yang tidak kenal dengan keturunan Adhitama, bahkan berita mengenai pertunangan cucu bungsu bersama putri angkat yang identitasnya sangat di jaga ketat oleh seluruh annggota keluarga besar Adhitama sudah menyebar sampai kemana-mana.


Tidak ada yang berani sembarangan membicarakan putri kesayangan dari menantu Adhitama tersebut.


Semua orang tahu bagaimana mereka memperlakukan gadis manis yang masih berusia 19 tahun itu dengan terhormat.


Jenna memilih tempat duduk di dekat jendela, karena pemandangan di luar Restaurant begitu indah ketika malam hari dan gadis itu sangat menyukainya.


Tidak butuh waktu lama semua pesanan mereka sudah datang.


Jenna paling menyukai makanan yang pedas. Berbeda dengan Aksa yang tidak terlalu menyukai rasa pedas, ia hanya akan makan jika kadar kepedasan makanannya terbilang masih normal.


Pasangan muda yang resmi bertunangan itu mulai menyantap hidangan makan malam yang begitu menggugah selera, tidak ada yang berbicara hanya terdengar dentuman sendok dan garpu yang beradu dengan piring.


Setu jam kemudian semua makanan di atas meja habis tak tersisa, Aksa maupun Jenna seperti orang yang kelaparan belum makan seharian.


Rasa lelah akibat seharian menjadi pusat perhatian banyak orang memang sangat menguras tenaga, belum lagi pasangan muda itu hanya makan sekali. Itupun sudah lewat waktu makan siang, wajar saja mereka makan malam lumayan banyak.


Aksa langsung membayar tagihan makanan sebelum beranjak keluar meninggalkan area Restaurant, masih tidak tahu pasti kemana lagi tujuan mereka setelah makan malam.


Pulang ke rumah tidak mungkin, apalagi pria tampan itu masih terlihat kesal dengan semua orang yang ada dirumah. Bahkan Jenna sendiri pun hanya diam menurut saja mau di bawa kemana, selagi bukan untuk melakukan sesuatu di luar batas.


"Habis dari sini kita mau kemana lagi?" tanya gadis itu pada Aksa.


Langkah kakinya begitu pelan mengekor di belakang calon suaminya yang belum lama menerima telefon tidak tahu dari siapa.

__ADS_1


Bukannya menjawab, Aksa justru menarik lembut pinggang langsing calon istrinya tersebut agar menempel padanya.


Hal itu membuat seseorang yang jaraknya berada tidak jauh dari Restaurant menatap tajam ke arah pasangan muda tersebut.


Ekor mata Aksa dengan jelas bisa melihat gerak-gerik dari beberapa orang yang mencurigakan, belum sempat orang-orang itu bergerak maju. Dari beberapa sisi muncul pengawal pribadi kepercayaan milik keluarga besar Adhitama langsung mengelilingi Tuan dan Nona muda mereka.


"Abang, ada apa?" tanya Jenna menatap heran beberapa pria berpakaian serba hitam terlihat mengelilingi mereka.


Gadis manis itu memeluk erat tubuh kekar Aksa takut, rasanya ada sesuatu yang tidak beres yang terjadi.


Aksa mengecup sayang pucuk kepala calon istrinya guna menenangkan, salahnya begitu nekat membawa Jenna keluar rumah bahkan sampai melupakan peringatan dari sang kakek.


"Pulang yuk!" rengek Jenna dengan tubuh yang bergetar ketakutan.


"Baiklah, kita pulang sekarang."


Ta pa menunggu lama, Aksa langsung menggendong tubuh mungil calon istrinya menuju parkiran.


Sebagian pengunjung ada yang menatap heran ke arah mereka, namun tidak ada yang berani buka suara.


Jenna sudah duduk tenang di kursi penumpang bersama Aksa, sementara di bagian kemudi sudah ada seorang pria yang bertugas membawa pulang mereka dengan selamat sampai rumah.


Kereta besi tersebut melesat dengan kecepatan sedang meninggalkan area Restaurant, sudah ada dua mobil warna hitam mengikuti dari belakang guna berjaga-jaga.


.


.


Melihat Aksa sudah meninggalkan Restaurant bersama calon istrinya, sukses membuat seorang gadis yang menjadi dalang rusaknya acara jalan-jalan pasangan muda itu sangat murka.


BRAK


Pintu mobil di tutupnya keras berusaha meredam emosi yang sempat tersulut hanya karena terlalu panas menyaksikan bagaimana Aksa memperlakukan calon istrinya begitu lembut penuh kasih sayang.


"Akan aku hancurkan kebahagiaan yang baru kalian rasakan," geramnya menatap tajam keluar jendela.

__ADS_1


Sudah enam tahun berlalu, kini setelah kembali dari luar negri, gadis itu bersumpah tidak akan membiarkan pria yang dikaguminya selama ini menjadi milik orang lain.


.


.


Tidak sampai setengah jam, mobil yang di tumpangi Aksa dan Jenna akhirnya sampai di rumah.


Di depan pintu utama sudah ada Tuan besar Hansen bersama Abyan menunggu kedatangan pasangan muda tersebut.


Jenna yang turun dari mobil setelah Aksa membukakan pintu sudah berlari pelan menuju pintu utama.


"Papa ..." teriaknya lumayan kuat dengan air mata yang mengalir deras.


Rasa takut akan kejadian buruk bisa saja terjadi andai mereka tidak di awasi terus membayangi pikiran gadis itu.


Abyan menyambut kedatangan putri angkat kesayangannya tersebut sembari merentangkan kedua tangannya yang dengan cepat Jenna langsung berhambur ke dalam pelukannya dalam keadaan terisak.


"Sshtt, tenanglah. Papa janji tidak ada yang berani menyakiti Adek, hmm ..." bisiknya pelan menenangkan kesayangan sang istri.


"Jenna takut, kata Abang tadi ada yang mengikuti kita," adu Jenna masih terisak.


Sementara Aksa yang diam berdiri tepat di belakang calon istrinya merasakan ketakutan yang sama.


"Abang sini!" pinta Abyan pada sang putra.


Aksa ikut berhambur ke dalam pelukan Papanya, kejadian malam ini membuatnya tidak nyaman.


"Abang takut, Pah." Ucapnya lirih memeluk erat Papa Abyan


"Tenanglah! Papa tidak akan membiarkan kejadian dulu terulang lagi, percaya sama Papa. Hmm?"


Hanya anggukan kepala yang mampu Aksa berikan, rasanya begitu lelah dan pikirannya melayang entah kemana.


Dalam hati, Aksa bersumpah akan melindungi Jenna dari ancaman orang-orang yang dulu hampir saja merenggut nyawanya.

__ADS_1


🍃🍃🍃🍃🍃


__ADS_2