Se Indah BERLIAN

Se Indah BERLIAN
Bab 41 ~ Ceritanya Panjang


__ADS_3

Jenna menatap penuh permusuhan ke arah wanita cantik yang pernah sekali di lihatnya mendatangi ruangan sang Abang.


Kedua tangannya memeluk erat lengan Aksa berjalan cepat sampai di salah satu meja makan yang hanya ada dua kursi tersedia.


"Duduk sayang!" ucap Jenna ketus masih menatap tidak suka wanita cantik itu.


Aksa yang di panggil sayang dalam hatinya bersorak senang, kapan lagi bisa menyaksikan sikap posesif gadis manis kesayangannya tersebut.


Sementara wanita cantik yang berdiri tidak jauh dari meja makan berusaha menahan diri agar tidak tertawa.


Tidak mau kalah begitu saja, membuat Andin melangkahkan kakinya mendekati meja makan dimana Jenna masih menatapnya dengan tajam seakan ingin menelannya hidup-hidup.


Wanita cantik itu berdiri tepat di samping Aksa dengan tersenyum manis.


"Boleh ikutan gabung?" Andin bertanya pada Aksa tetapi matanya terus melirik ke arah Jenna.


"Abang ngga keberatan kan?" suaranya justru terdengar manja.


Uhuk uhuk ...


Aksa sampai tersedak air minum yang belum sempat ia telan mendengar nada bicara Andin begitu menggelikan.

__ADS_1


Beda halnya dengan Jenna serasa ingin mencakar wajah sok cantik milik Andin.


"Boleh kan, Abang?" ulang wanita itu kembali bersikap manja.


Belum sempat Aksa menjawab tangannya sudah di tarik paksa oleh Jenna.


"Loh kenapa sayang?" tanyanya menatap bingung gadis manis yang kini wajahnya sudah memerah pertanda sebentar lagi singa betina mengamuk.


Secepat kilat di raihnya pinggang Jenna agar menjauh dari teman Mamanya tersebut.


"Abang kenapa sih pakai tarik Jenna segala?" kesal Jenna berusaha melepaskan diri.


"Minggir ngga! Jenna mau pulang sekarang."


Ia tahu bagaimana sifat Jenna bila marah, tatapan matanya kini beralih ke arah Andin masih dalam posisi semula.


"Aunty jangan gangguin kita bisa ngga sih?" kesal Aksa mulai kehilangan batas ketenangannya.


"Ada perlu apa datang kemari? Bukannya waktu itu sudah aku katakan pada Aunty jangan lagi datang ke kampus, apa ucapan ku masih kurang jelas?" marahnya tanpa sadar memeluk Jenna begitu erat.


"Aww, sakit Abang. Bisa mati sesak nafas kalau meluknya kekencangan," omel Jenna segera menjauhi Aksa demi keamanan dirinya.

__ADS_1


Aksa yang tersadar langsung meminta maaf tanpa peduli sudah sekesal apa wanita cantik bernama Andin tersebut.


Melihat dirinya tidak di anggap ada membuat andin memilih keluar dari kantin menuju parkiran.


"Aunty bakal kesini lagi sebelum Abang kasih tahu di mana Uncle berada," teriaknya sebelum benar-benar meninggalkan Aksa dan Jenna.


Melihat Andin sudah menghilang bersama sebuah mobil yang membawanya pergi barulah suasana kantin kembali seperti semula.


"Memangnya wanita itu siapa, Abang?" tanya Jenna pada akhirnya.


Dia lupa sebelumnya menanyakan perihal sosok cantik yang sukses menyulut rasa cemburunya waktu itu.


"Ceritanya panjang sayang, ngga sempat makan siang kalau kita cuma membahas teman Mama itu" Aksa memilih untuk memesan dua porsi bakso serta dua gelas jus jeruk sebagai menu makan siang mereka


"Tapi janji ya, Abang bakal cerita?" pinta Jenna masih penasaran dengan siapa Andin sebenarnya.


Aksa menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, rasa lapar dan ingin cepat pulang kampus jauh lebih penting baginya.


Pesanan mereka sudah datang, dua mangkuk bakso lengkap dengan minuman siap untuk di nikmati.


Aksa sesekali mengajak Jenna mengobrol seputar kegiatan mereka hari ini, ada beberapa poin penting yang pria tampan itu jelaskan mengenai materi yang akan di berikan Dosen terakhir yang mengajar.

__ADS_1


🍃🍃🍃🍃🍃


__ADS_2