Se Indah BERLIAN

Se Indah BERLIAN
Bab 42 ~ Deretan Roti Tawar


__ADS_3

Usai makan siang, Aksa mengantar Jenna sampai ke ruangan kelas sebelum ia sendiri kembali ke ruangannya.


Jenna mengikuti M.K terakhir jauh lebih tenang di bandingkan waktu Aksa yang mengajar.


Masih seperti semula, di mana Amira sengaja duduk jauh terpisah di belakang gadis manis itu demi keamanan dalam ruangan.


Dosen mulai menjelaskan materi yang akan mereka pelajari untuk ujian minggu depan, beberapa poin penting sudah Jenna tulis tanpa ada yang terlewat.


Satu jam kemudian kelas berakhir, segera Jenna bersiap keluar ruangan menuju parkiran di mana sudah ada Aksa menunggunya.


Amira mengajaknya pulang bersama namun Jenna tolak dengan alasan ingin cepat pulang ke rumah.


Brakk


Pintu mobil di tutup Jenna lumayan keras.


"Mau langsung pulang atau singgah dulu di toko kue?" tanya Aksa seraya menyalakan mesin.


"Ke supermarket ajah, Bang. Sepertinya stok bulanan Jenna udah habis kepakai semua bulan kemarin," jawab Jenna teringat si roti tawar.


Aksa mengangguk paham segera menjalankan mobil keluar dari area parkiran kampus.


Hari ini cukup melelahkan bagi mereka, belum lagi kedatangan wanita cantik bernama Andin waktu makan siang tadi sempat menyulut emosi Aksa.


Pria tampan itu akan menjelaskan siapa Andin setelah mereka sudah tiba di rumah.

__ADS_1


Suara Jenna seketika membuyarkan lamunannya.


"Abang, kata Mama habis dari supermarket jangan lupa mampir di toko kue sebentar." Seru Jenna mengatakan pesan yang barusan dia baca dari Mama Lestari


"Mama pesan kue?" tanya Aksa bingung mengingat wanita cantik itu jarang sekali menitipkan sesuatu.


"Ngga tahu, cuma di suruh mampir kesana tapi Mama ngga bilang mau ngapain." Jawab gadis manis itu jujur


Aksa tidak lagi bersuara kembali fokus menyetir dalam kecepatan sedang.


#Supermarket


Dua puluh menit sudah berlalu.


Jenna baru saja selesai mencari apa yang dia butuhkan, semuanya lengkap termasuk beberapa cemilan dan susu coklat terisi penuh dalam troli berukuran lumayan besar.


"Abang ngga mau ya, pas sampai rumah nanti baru kamu ngomel lupa beli ini dan itu," tambahnya.


Tampak gadis manis itu tengah berpikir, dia merasa ada satu benda paling penting yang terlupakan. Tapi apa?


Beberapa menit kemudian Jenna tertawa geli seraya menunjuk satu lorong yang penuh dengan barang penting milik wanita.


"Kayaknya yang itu belum deh, Abang," kekehnya sedikit malu.


Aksa menoleh ke arah lorong yang di tunjuk Jenna.

__ADS_1


Terlihat deretan roti tawar mulai dari ukuran yang kecil, sedang sampai besar tertata rapih di atas rak panjang tersebut.


Ia menggeleng pelan ikut tertawa gemas tidak percaya dengan ingatan Jenna, padahal sebelum kemari gadis itu lebih dulu menyebutkan benda penting itu.


Tanpa pikir panjang lagi, kaki panjang Aksa melangkah cepat menuju tempat roti tawar berada mencari satu merek yang biasa di pakai oleh Jenna.


Pria tampan itu kembali dengan membawa sekitar 10 pak roti tawar berukuran panjang 29 cm.


"Ada lagi?" tanya Aksa sembari meletakkan benda keramat itu ke dalam troli.


Beberapa pengunjung terlihat menyaksikan bagaimana Tuan muda Adhitama tanpa rasa malu dan canggung memilih kebutuhan wanita padahal jelas ia merupakan putra dari pengusaha ternama di negara ini.


Siapa yang tidak kenal dengan satu-satunya putra tunggal sekaligus cucu bungsu Adhitama tersebut, sudah menjadi makanan utama bagi media sosial yang suka memberitakan mengenai kehidupannya hampir setiap hari.


Lima belas menit kemudian.


Aksa melangkah keluar dari supermarket dengan Jenna mengekor di belakangnya.


Pintu bagian belakang mobil di buka Jenna, semua barang belanjaannya di letakkan Aksa hampir memenuhi kursi.


"Banyak ya, Bang?" kekeh Jenna sedikit kaget ternyata kebutuhannya lumayan banyak.


"Ngga apa-apa, sayang. Bagi Abang ini masih kurang," jawab Aksa dengan senyum manis menghiasi wajah tampannya.


Di rasa tidak ada lagi yang tertinggal akhirnya mereka kembali melanjutkan perjalanan pulang ke rumah, namun sebelum itu keduanya mampir sebentar ke toko kue yang di katakan Mama Lestari.

__ADS_1


Entah apa yang di pesan wanita itu mengingat jarang sekali sang Mama memesan kue apalagi untuk mereka di rumah.


🍃🍃🍃🍃🍃


__ADS_2