
Seminggu telah berlalu.
Tidak terasa kedatangan keluarga besar Adhitama yang sempat membuat putri angkat Lestari dan Abyan terkejut, tepat hari ini mereka akan kembali pulang ke negara asal masing-masing.
Waktu kebersamaan beberapa hari kemarin begitu membekas di hati Jenna selaku pemeran utama alasan keluarga besar Adhitama berkumpul.
Canda tawa, saling melempar ledekan serta tidak lupa menggoda sang Tuan muda bungsu Adhitama pun menjadi kesenangan semua sepupunya.
Baik sepupu perempuan maupun laki-laki dari keluarga Adhitama ikut merasa bahagia dan mendoakan semua yang terbaik untuk Aksa dan Jenna.
Sejahil jahilnya mereka yang sangat suka membuat Aksa mengamuk saking cemburunya dan teramat posesif terhadap Jenna mungkin kedepannya akan menjadi kebiasaan.
Tidak ada yang mengira putra tunggal Lestari dan Abyan tersebut rupanya diam-diam menyimpan banyak foto Jenna di ponselnya.
Jika bukan karena ketiga sepupu perempuan Aksa berhasil merebut benda pipih tersebut dan memeriksa isinya, kemungkinan sampai detik ini Jenna tidak tahu bagaimana kebiasaan unik sang Abang yang suka memotretnya secara diam-diam.
"Di jaga baik-baik Kakak Aksa," bisik Naina pelan di telinga Jenna.
Apa yang di lakukan wanita berusia 26 tahun tersebut juga di ikuti kedua sepupu Aksa lainnya.
"Maaf ya, pertemuan pertama kita kurang baik," kekeh Dira sedikit malu teringat kejadian di hari pertama datang ke rumah sepupunya.
"Kamu sangat cantik dan juga manis, aku sempat merasa iri karena apa yang ada di tubuhku terutama wajah ini bukanlah asli." Ungkap Reina jujur
Ketiga sepupu Aksa tersebut memang pernah operasi plastik demi memperbaiki apa yang menurut mereka kurang indah di lihat.
__ADS_1
Jenna hanya diam menjadi pendengar yang baik ketika semua anggota keluarga besar Adhitama berbicara banyak.
Tepat jam 2 siang, Lestari dan Abyan mengantar keluarga besar Adhitama sampai ke bandara.
Mereka hanya pergi berdua tanpa Aksa dan Jenna, sebab Tuan dan Nyonya besar Adhitama tidak mengijinkan keduanya untuk ikut mengantar.
Pesawat yang akan mereka tumpangi berbeda, sesuai tujuan ke negara mana yang di tuju.
.
.
Jika Lestari dan Abyan sibuk mengurus kepulangan seluruh keluarga besar Adhitama.
Sewaktu di dalam mobil, Jenna sempat mengatakan pada Aksa perihal adanya sesuatu hal penting yang akan gadis itu katakan.
Dan perkataan Jenna itu lah yang di tunggu Aksa sudah dua puluh menit berlalu.
"Lama-lama Abang nekat cium bibir kamu loh," gemas pria tampan itu melihat Jenna masih saja diam.
Perlahan wajah Aksa mulai mendekat ke arah sisi kanan wajah Jenna, dan ...
CUP
Kedua bola mata Jenna membulat sempurna merasakan benda kenyal yang biasanya hanya menyentuh bagian wajahnya yang lain kecuali area bibir justru kini bibir tipis kemerahan pria tampan itu mendarat sempurna tepat di atas bibir mungilnya.
__ADS_1
"Abang ..." pekiknya lumayan kuat mendorong dada bidang Aksa dan nyaris saja menampar wajah pria itu andai sang empu tidak cepat menghindar.
Aksi kejar kejaran pun terjadi membuat beberapa pengunjung di sekitar mereka ikut tertawa geli melihat Jenna kesulitan menggapai punggung Aksa untuk di pukul.
Setengah jam kemudian gadis itu berhenti tidak kuat lagi mengejar Aksa.
Jenna mengatur nafasnya yang tersengal, pikirannya terasa ringan setelah puas berlari.
"Nih, minum dulu biar segar," Aksa memberikan sebotol air mineral yang tutupnya sudah di buka terlebih dahulu.
"Makasih," balas Jenna seraya memberikan sapu tangan bermotif doraemon miliknya pada Aksa.
"Abang yakin mau dengar cerita Jenna?" tanyanya kembali meneguk air dingin sampai habis tak tersisa.
Dia sepertinya tidak lagi peduli pada ciuman pertamanya yang hilang dengan cara tidak romantis.
Aksa yang semula sibuk mengusap wajahnya dengan sapu tangan langsung terhenti.
"Kamu yakin?" Jenna mengangguk pelan seraya tersenyum manis.
"Kalau gitu ceritakan semuanya!" pinta Aksa bersiap mendengarkan cerita masa lalu dari gadis manis yang dua tahun ini begitu keras selalu menolak lamarannya.
Ia tidak tahu kejujuran Jenna kali ini menyangkut masalah apa.
🍃🍃🍃🍃🍃
__ADS_1